Nama Steven Spielberg selalu punya hubungan yang unik dengan kisah tentang kehidupan di luar Bumi. Dari Film E.T. hingga Film Close Encounters of the Third Kind, dia berkali-kali mengajak penonton membayangkan seperti apa rasanya bertemu sesuatu yang berasal dari luar dunia manusia. Nah, melalui Film Disclosure Day yang sudah tayang di Indonesia sejak 10 Juni 2026, Spielberg kembali ke wilayah yang sudah sangat akrab baginya, tapi kali ini dengan pendekatan yang jauh berbeda.
Film produksi Amblin Entertainment dan Universal Pictures ini dibuat berdasarkan ide cerita miliknya sendiri, sementara naskahnya ditulis David Koepp, penulis yang sebelumnya bekerja sama dengan Spielberg dalam ‘Jurassic Park, War of the Worlds, dan Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull’.
Dengan durasi ±145 menit, Film Disclosure Day dibuat dalam bentuk thriller fiksi ilmiah yang lebih tertarik membahas manusia ketimbang alien itu sendiri.
Cerita film ini bagaikan langsung dilempar ke tengah kekacauan. Daniel Kellner (Josh O'Connor) sedang mati-matian berusaha menyelamatkan kekasihnya, Jane (Eve Hewson), yang menjadi buronan setelah mencuri data rahasia milik Wardex Corporation. Perusahaan raksasa yang dipimpin Noah (Colin Firth) itu ternyata menyimpan rahasia besar: mereka berusaha menutupi bukti keberadaan makhluk luar angkasa agar nggak diketahui publik.
Di sisi lain, ada Margaret (Emily Blunt), pembawa acara cuaca yang hidupnya mendadak berubah drastis. Tanpa penjelasan yang masuk akal, dia tiba-tiba mampu berbicara dalam berbagai bahasa yang nggak pernah dipelajarinya. Bukan cuma itu, Margaret juga seolah-olah bisa membaca isi hati orang lain hanya dengan menatap mata mereka, termasuk mampu mengeluarkan ‘bunyi aneh’ khas. Kemampuan aneh tersebut perlahan menyeretnya ke pusaran misteri yang jauh lebih besar.
Nasib Daniel dan Margaret akhirnya bertemu melalui Hugo (Colman Domingo), mantan pegawai Wardex yang mengetahui banyak rahasia di balik konspirasi tersebut. Dari titik inilah mereka mulai mengungkap fakta-fakta mengejutkan yang menghubungkan kemampuan misterius Margaret, pencurian data Jane, dan rahasia besar yang selama ini disembunyikan Wardex dari dunia.
Menarik, ya? Terlepas film bertemakan makhluk luar angkasa sudah banyak, ada hal sangat menarik dari Film Disclosure Day, lho.
Film yang Mengguncang Keyakinan Manusia
Alien memang menjadi pusat misteri cerita, tapi bukan mereka yang menjadi sumber ketegangan terbesar dalam film ini. Ketegangan terbesar muncul dari manusia yang harus menghadapi kemungkinan terburuk terkait semua keyakinan yang selama ini mereka yakini nggak benar. Menurutku, inilah gagasan paling menarik dalam Film Disclosure Day.
Selama bertahun-tahun, banyak film alien menggambarkan manusia takut karena ancaman invasi, kehancuran kota, atau perang antar galaksi. Sementara Film Disclosure Day menyuguhkan pertanyaan terkait bagaimana jika kehancuran besar bukan menimpa ‘fisik’, melainkan keyakinan kita?
Bayangkan jika suatu hari seluruh dunia menerima bukti yang nggak terbantahkan terkait manusia ternyata nggak sendirian di alam semesta. Bagi sebagian orang, itu mungkin menakjubkan. Namun bagi sebagian lainnya, itu bisa menjadi awal dari krisis besar.
Karena selama ribuan tahun manusia membangun hidup di atas berbagai keyakinan. Kita menciptakan cerita tentang asal-usul, tujuan hidup, posisi manusia dalam semesta, hingga alasan keberadaan kita. Semua itu menjadi fondasi yang membuat hidup memiliki arah. Yup, ketika fondasi tersebut tiba-tiba diguncang ‘kebenaran baru’, kepanikan mungkin bukan lagi sesuatu berlebihan.
Bahkan film ini beberapa kali menyinggung bagaimana pengungkapan keberadaan alien berpotensi memengaruhi agama, sejarah, dan cara manusia memahami dirinya sendiri. Sejarah menunjukkan manusia seringkali lebih sulit menerima perubahan cara pandang dibanding menerima ancaman fisik. Ketika teori heliosentris menyatakan bumi bukan pusat alam semesta, banyak orang menolaknya. Ketika teori evolusi muncul, perdebatan besar terjadi di berbagai belahan dunia. Setiap kali manusia menemukan sesuatu yang mengguncang keyakinan lama, selalu muncul resistensi kuat.
Karena kehilangan kepastian biasanya lebih menakutkan daripada menghadapi bahaya yang terlihat. Nah, Film Disclosure Day memahami ketakutan itu.
Sayangnya, menurutku film ini nggak menggali gagasan tersebut sedalam yang seharusnya. Spielberg dan Koepp berkali-kali membuka pintu menuju diskusi sangat menarik. Mereka memperlihatkan bagaimana kebenaran besar dapat mengguncang fondasi psikologis masyarakat. Namun, ketika saatnya tiba untuk mengeksplorasi konsekuensi-konsekuensi tersebut secara lebih mendalam, film malah bergerak kembali ke jalur thriller konspirasi.
Akibatnya, beberapa pertanyaan kritis hanya menggantung begitu saja. Bagaimana respons komunitas keagamaan terhadap pengungkapan itu? Bagaimana manusia memaknai kembali sejarah mereka? Apakah konsep tentang keistimewaan manusia masih memiliki tempat ketika kita mengetahui ada kehidupan lain mungkin jauh lebih maju? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini muncul, tapi nggak mendapat ruang yang cukup.
Meski demikian, aku tetap mengapresiasi keberanian Film Disclosure Day mengangkat isu tersebut ke tengah blockbuster berskala besar. Di era ketika banyak film fiksi ilmiah lebih tertarik pada ledakan, peperangan, dan efek visual, ‘Disclosure Day’ minimal berusaha mengajakku memikirkan sesuatu yang lebih mendasar.
Maka dari itu, coba deh Sobat Yoursay luangkan waktu menonton film ini. Jangan lupa share pendapatmu, ya! Selamat menonton.
Baca Juga
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Juminten Edan Nantang Rumus Lama Horor Indonesia yang Bergantung pada Gore
-
Ojol Nyamar Jadi Orang Kaya Demi Cinta, Film Free Wifi Sindir Telak Budaya Pamer Media Sosial!
Artikel Terkait
-
Steven Spielberg Kembali dengan 'Disclosure Day': Misteri Alien yang Lebih dari Sekadar Fiksi
-
Dibalik Estetika yang Memanjakan Mata, Another World Mengajarkan Cara Berdamai dengan Masa Lalu
-
Disclosure Day: Thriller Sci-Fi Spielberg yang Penuh Emosi dan Ketegangan!
-
Berani Tampil Nyentrik, Masters of the Universe Menampar Tren Film Fantasi Masa Kini
-
Di Balik Lapangan Hijau: Ambisi dan Kekuasaan dalam Film Mexico 86
Ulasan
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
Are You Afraid of the Dark? Ketika Ambisi Berubah Jadi Konspirasi Mematikan
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Oliver Twist: Perjuangan Anak Yatim Melawan Kemiskinan dan Eksploitasi
Terkini
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum
-
Ternyata Rutinitas Commuting ke SCBD Ikut Menyelamatkan Bumi
-
Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?