Pendidikan merupakan hak yang harus dipenuhi negara untuk warganya, ini pun tertuang di dalam Hak Asasi Manusia, yakni setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Namun dalam pelaksanaannya, pemerataan pendidikan banyak sekali mengalami kendalanya, termasuk bagi kesejahteraan para guru. Dimulai dari sarana dan prasarana yang masih jauh dari kata layak, ditambah penyebaran informasi yang belum bisa dikatakan menyeluruh, membuat pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terbelakang) menghadapi tantangan tersendiri dalam mencapai pemerataannya.
Hal tersebut baru dari segi sarana dan prasarana pendidikan, lalu bagaimana untuk peserta dan tenaga pendidiknya atau guru? Mengintip kisah Pemuda Peduli, NGO yang berdiri legal sebagai sebuah Yayasan sejak 2016 ini, memiliki kisah tersendiri tentang daerah 3T.
Di awal tahun 2020 lalu, program “Sekolah Gumi” diluncurkan guna membantu proses Kegiatan Belajar Mengajar di Kabupaten Lombok, NTB. Salah satu dari sekian banyak daerah yang tergolong ke dalam 3T. Sekolah alam yang didirikan di Desa Baturakit tersebut berisikan pembelajaran materi sekolah pada umumnya dengan tambahan Pendidikan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kepada masyarakat sekitar. Kekurangan fasilitas akibat pembatasan sosial yang terjadi demi memperkecil penyebaran virus yang terjadi mengakibatkan sekolah-sekolah di sana ditutup.
Lain lagi dengan apa yang terjadi di pertengahan bulan april 2021 lalu, Badai Seroja yang terjadi mengakibatkan lumpuhnya aktivasi pendidikan di daerah timur. Pengiriman relawan yang dilakukan per tanggal 9 mei 2021 lalu sebagai bentuk bantuan pemulihan pascabencana yang terjadi, membawa beberapa fakta mengejutkan di dalam pelaksanaannya.
Dengan adanya pembatasan sosial yang dilakukan demi meminimalisir penyebaran virus, menjadi fakta pamungkas bahwa pemerataan pendidikan lagi dan lagi mengalami hambatannya. Di saat kesejahteraan anak didik mulai dipertanyakan kembali, kesejahteraan tenaga pendidik pun selaras dengan ini.
Pemerintah melakukan upaya untuk mesejahterakan tenaga pendidik yang mengabdi sampai ke daerah 3T. Pada wawancara Kompas dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Senin (22/11/21), Nadiem mengatakan harus ada keuntungan yang didapat guru dengan mengabdi di daerah 3T, baik untuk karier maupun kesejahteraan.
”Untuk yang mengambil kesempatan menjadi guru 3T seharusnya terakselerasi kariernya karena pengorbanannya. Harus ada dampak karier dan kesejahteraan bagi guru 3T,” ujar Nadiem.
Terakhir, Pertanyaan pamungkas timbul sebagai penutup. Akankah efektif kesejahteraan bagi para tenaga pendidik atau guru di daerah 3T? Menarik untuk ditunggu, mengingat banyak sekali halang rintang yang dihadapi di daerah 3T.
Tag
Baca Juga
-
3 Alasan Pemuda Peduli Cocok untuk Generasi Millenial, Relawan Jadi Gaya Hidup!
-
4 Alasan Harus Main Bareng SOCTRAVO: Wadah Traveling Anak Muda dari Pemuda Peduli
-
Tantangan Bina Desa Berbagi Kebermanfaatan untuk Masyarakat di Tahun 2022
-
Wisata Sejarah Bersama Hi-Story Packer, Program Social Traveling dari Pemuda Peduli
Artikel Terkait
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
Generasi Unggul: Warisan Ki Hajar Dewantara, Mimpi Indonesia Emas 2045?
-
Jalan Terjal Politik Ki Hajar Dewantara: Radikal Tanpa Meninggalkan Akal
-
Adab Al Ghazali Jadi Omongan, Buntut Dipakaikan Kaos Kaki oleh Asisten
Ulasan
-
Lapau Rang Sangka: Surga Sarapan Minang di Jalan Cipta Karya Pekanbaru
-
Alam Mayang Pekanbaru, Destinasi Liburan Keluarga yang Wajib Dikunjungi!
-
Review 12 Strong: Kisah Heroik Pasukan Khusus AS Pasca Peristiwa 11/09/2001
-
Ulasan Buku Jadilah Pribadi Optimistis, Lebih Semangat Mengarungi Kehidupan
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
Terkini
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
A Minecraft Movie: Masuk Dunia Game di Hari Lebaran, Wuih Seru!
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik, Ini Harapan Besar Erick Thohir
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!