Dwi Abdul Rosyid
Dwi Abdul Rosyid
Ilustrasi E-Learning (Pexels/GeorgePak)

Pembelajaran dengan metode e-learning adalah pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi karena secara media online e-learning menggunakan jaringan komputer untuk memberikan informasi dan komunikasi. Di mana dengan penggunaan e-learning ini bisa terjadi perubahan dalam kegiatan pembelajaran di antara practitioner dan siswa serta siswa bisa belajar di mana pun dan kapan pun.

E-Learning adalah jaringan untuk memperbarui, menyimpan, mendistribusikan, dan bertukar materi atau informasi pendidikan. Disampaikan ke pengguna akhir melalui komputer menggunakan teknologi Internet standar. Fokus pada pandangan belajar yang luas dan menurun di balik paradigma pembelajaran tradisional.

Teknologi informasi telah memberikan begitu banyak perubahan, salah satunya yaitu pendidikan e-Learning saat ini. Dengan e-learning, pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. E-Learning memungkinkan siswa untuk aktif dan kreatif.

E-Learning menawarkan banyak manfaat kepada siswa, pendidik, dan administrator pendidikan, termasuk fleksibilitas program dan kemampuan untuk membuat materi pembelajaran lebih menarik dan mudah diingat. Memasukkan teknologi informasi ke dalam pendidikan meningkatkan kualitas pendidikan.

E-learning memiliki karakteristik, yaitu memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Gunakan buku teks independen (peralatan literasi nada) yang tersimpan di komputer Anda agar siswa dapat mengakses kapan saja dan di mana saja. Kurikulum memungkinkan Anda untuk melihat kurikulum, hasil pembelajaran, dan masalah manajemen pelatihan Anda kapan saja di komputer Anda.

Menggunakan jasa internet sebagai media utama. Keindahan e-learning, di sisi lain, adalah memberikan Anda fleksibilitas kapan dan di mana Anda perlu bepergian. Selain itu, e-learning memungkinkan peserta didik untuk secara mandiri memantau keberhasilan pembelajarannya. Sementara untuk efisiensi biaya, e-Learning memberikan efektivitas biaya untuk administrasi penyelenggara, efisiensi dalam menyediakan ruang fisik dan pendidikan, efektivitas biaya dalam biaya perjalanan, serta akomodasi kepada siswa.

Dibandingkan dengan pendidikan mainstream, e-learning sebagai sarana pembelajaran jarak jauh untuk membaca dan menulis menciptakan paradigma baru: peran praktisi sebagai "fasilitator" dalam belajar mengajar dan peserta didik sebagai "peserta aktif" proses. Lantaran itu, practitioner dituntut buat membangun teknik mengajar yang baik, menyajikan materi ajar menarik, murid juga bisa lebih aktif berpartisipasi pada proses belajar.

Namun, dalam banyak kenyataan, pendidikan jarak jauh jarang terjadi di mana seluruh proses belajar mengajar dilakukan melalui e-learning atau literasi online. E-Learning hanyalah alat untuk mendukung pendidikan, bukan pengganti.

Komponen teknis pendidikan bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya, banyak anak yang belajar di sekolah miskin dan terpencil menemukan diri mereka melalui kekuatan tekad, kesadaran, dan keinginan yang kuat. Namun ternyata, memiliki mutu dan kualitas pendidikan yang lebih baik dari sekolah mana pun yang dapat menerapkan TIK (Komunikasi dan Teknologi Informasi) ke sekolah.

Perlu ditegaskan bahwa akan menjadi kesalahan besar jika sebuah institusi sekolah berfokus pada penguasaan TIK serta bagaimana meningkatkan kualitas manusia sebagai pengguna teknologi itu sendiri untuk diterapkan di institusi pendidikan. Hal ini karena esensi peningkatan mutu pendidikan bukanlah pada peningkatan keterampilan, tetapi pada peningkatan guru dan siswa dalam implementasi kurikulum.

E-learning mungkin tidak meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh, tetapi dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya e-learning sebagai salah satu media pendidikan jarak jauh (Distance Learning) akan menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan mutu

Pendidikan bukanlah faktor penghambat, melainkan kesenjangan antara pemerataan pendidikan. Seperti kita lihat di negara-negara berkembang yang menerapkan distance literacy menunjukkan sukses yang signifikan. Misalnya mampu meningkatkan pemerataan pendidikan, meningkatkan prestasi belajar, mengatasi kekurangan tenaga pendidikan, meningkatkan efisiensi dan sebagainya.

Buku teks yang dirancang dengan baik akan sangat membantu siswa dalam mempelajari dan memahami subjek. Fungsi media dalam kegiatan pendidikan seperti e-learning tidak hanya sebagai alat bantu pendidikan bagi para praktisi, tetapi juga sebagai komunikator informasi atau pesan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang sistematis untuk penggunaan buku teks.

Komentar