Akhir-akhir ini, web series semakin banyak dan menjamur. Hal itu terjadi karena web series memiliki keunggulan lebih mudah diakses, bahkan dari mana saja asalkan ada internet dan gratis. Pada umumnya web series akan tayang atau disiarkan di YouTube. Layaknya film atau series pada umumnya, web series juga memiliki banyak genre, misalnya komedi, aksi, horor bahkan sampai kisah cinta romantis. Kualitas cerita maupun sinematografi yang mereka bawakan juga sama bagusnya dengan film layr lebar.
Seperti contohnya, salah satu web series yang menarik perhatian banyak orang pada tahun 2018 lalu. Web series ini berjudul “Mengakhiri Cinta Dalam 3 Episode” dan sudah ditonton jutaan kali di kanal YouTube. web series ini disutradarai oleh Yandy Laurens, sutradara yang terkenal dengan berbagai macam web series dan film pendek. Ia juga pernah menggarap film layar lebar seperti Keluarga Cemara (2018) dan masih banyak lagi. Untuk barisan pemainnya ada Dion Wiyoko, Sheila Dara Aisha, Abdurrahman Arif dan masih banyak lagi.
Web series ini menceritakan tentang dua sejoli, yaitu Ayu (Sheila Dara) dan Satrio (Dion Wiyoko) yang sudah berpacaran selama 8 tahun. Keduanya berencana untuk menikah, tetapi Satrio justru ingin memutuskan hubungannya dengan Ayu. Satrio mengaku ia tidak cinta lagi. Mereka telah sepakat untuk membatalkan pernikahan, kemudian Satrio akan menyampaikan berita itu kepada orang tua Ayu. Sesampainya dirumah Ayu, Satrio tak tega hati untuk menyampaikan kabar tersebut. Sebab, ayah ayu sedang terbaring lemah karena sakit. Lalu Ayah Ayu mendoakan anak dan calon menantunya agar mereka dapat sehati, sepikir, sejiwa, satu rasa, dan satu pandangan.
Setelah itu mereka pergi, di perjalanan Ayu menanyakan alasan kenapa Satrio tidak cinta lagi. Kemudian di tengah perdebatan hebat mereka Ayu meminta untuk diturunkan. Lalu terjadilah hal yang aneh, mereka bisa mendengar suara hati satu sama lain, atau bisa dibilang telepati. Memang cerita macam tersebut terdengar sedikit klise. Namun, karena chemistry dari keduanya dan script yang bagus, membuat web series ini tetap menarik untuk ditonton. Bahkan sinematografi yang mereka gunakan sudah hampir mirip dengan film layar lebar kebanyakan.
Hal yang menjadi permasalahan dalam film adalah ketidakmampuan mereka untuk berterus terang dari awal pada saat terjadi sebuah masalah. Mereka membiarkan masalah berlarut-larut dan tentunya dalam suatu waktu masalah tersebut akan meledak. Hal ini bisa mengajarkan kita tentang hubungan yang dewasa. Web series ini sukses membawa penontonnya larut dalam perasaan seperti halnya yang dirasakan Ayu. Untuk kelanjutannya, Anda bisa saksikan sendiri di platform YouTube. web series ini mendapat rating 3,7/4 dari letterboxd.
Baca Juga
-
3 Macam Tipe Cumlaude yang Dapat Kamu Raih sebagai Seorang Mahasiswa
-
5 Manfaat Me Time untuk Kesehatan Mental dan Hubunganmu
-
Ulasan Film Fresh, Melarikan Diri dari Pacar Psikopat Juga Kanibal
-
4 Fakta Riddler, Villain DC di Film The Batman yang Penuh Teka-Teki
-
Ulasan Film Scream 5, Kembalinya Sosok Ghostface Meneror Seluruh Kota
Artikel Terkait
Ulasan
-
Suka Kusuriya no Hitorigoto? Wajib Nonton Raven of the Inner Palace!
-
Menggugat Kolonialisme di Kursi Terdakwa: Soekarno dalam Pledoi 1930
-
Ulasan Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Ritual Kuno Pengundang Petaka!
-
Mengenal Dimensi Liminal, Sumber Teror Utama Film Backrooms
-
Metamorfosis Karya Franz Kafka: Ketika Cinta Berubah Jadi Keterasingan
Terkini
-
Anime ONE PIECE HEROINES Ungkap Lagu Tema oleh AiNA THE END, Tayang 5 Juli
-
Samsung Galaxy M47 5G Coming Soon: Snapdragon Baru, Kamera OIS, dan Baterai Jumbo
-
Demo adalah Aksi Menyuarakan Ketidakpuasan, Bukan Pamer Dukungan
-
Bosan Parfum Cepat Hilang? Ini 5 Rekomendasinya yang Tahan 24 Jam
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?