Film dari Korea Selatan selalu berhasil menarik perhatian. Salah satunya adalah film Kids Are Fine. Film ini bertemakan tentang keluarga. Seorang anak kecil bernama Da Yi yang menunjukan rasa kasih sayang ke ibunya.
Berikut ulasan film Kids Are Fine:
Dalam sebuah hubungan keluarga, setiap anggota keluarga memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayangnya kepada anggota yang lain. Pun demikian dengan seorang anak dalam mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya pada sosok ibu.
Cukup dengan hal yang sederhana, namun akan sangat terlihat ketulusan perasaannya kepada sang ibu. Sepertimana yang ditunjukkan oleh Da-yi, seorang anak sekolah berusia 9 tahun yang begitu sayang dengan sang ibu.
Perlu diketahui, Da Yi adalah seorang anak yang memiliki ayah sangat sibuk dan ibu yang sakit sehingga harus dirawat di rumah sakit. Hal itulah yang membuatnya tumbuh dalam sebuah kondisi yang memaksanya harus menjadi mandiri dan menyiapkan segala keperluannya sendiri.
Sampai suatu ketika, Da Yi dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih dekat dengan rumah sakit, sehingga membuatnya bisa mengunjungi sang ibu setiap hari. Bagi Da Yi, dirinya sudah cukup bahagia dan tak merasa kesepian ketika mengunjungi sang ibu dan menghabiskan waktu bersama dengan ibunya. Karena berpindah rumah, mau tak mau dirinya pun harus berpindah sekolah.
Dan di sekolahnya yang baru, Da Yi berkenalan dengan teman-teman sekelasnya, Yu Jin dan Min Ho. Beruntungnya, teman-teman sekelas Da Yi adalah anak-anak yang baik, sehingga membuatnya sering menghabiskan waktu bersama seusai pelajaran sekolah.
Setahap demi setahap, persahabatan Da Yi dan teman-temannya pun semakin erat. Sehingga membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka dan mengurangi waktu Da Yi bersama dengan sang ibu. Dan ketika kondisi sang ibu memburuk, membuatnya harus dirujuk ke rumah sakit lain yang jauh, Da Yi menjadi tersadar tentang waktu-waktunya yang belakangan ini lebih sering dihabiskan bersama dengan teman-temannya.
Karena perasaan takut dan khawatir tak akan pernah melihat sang ibu lagi, Da Yi dan teman-temannya memutuskan untuk pergi mencari rumah sakit tempat sang ibu di rawat. Dan disinilah petualangan Da Yi dimulai. Demi bisa kembali bertemu dengan sang ibu, Da Yi rela menempuh perjalanan panjang yang tentu saja membuat kita semua menjadi terharu. Bisakah Da Yi bertemu dengan sang ibu kembali? Ataukah ada kejadian lain yang membuat mereka tak bisa bertemu? Semua jawabannya dapat teman-teman temukan di film yang rilis pada 2021 lalu ini, ya!
Film ini layak untuk ditonton bersama dengan keluarga, karena menampilkan tentang cinta kasih dan sayang sesama anggota keluarga, dan dibumbui dengan kisah-kisah menyentuh hati dalam adegan yang ditampilkan. Ingin menonton? Boleh, kok, menyediakan tisu untuk menyeka air mata!
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
Terkini
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan