Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan menjadi hal istimewa karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan, sehingga banyak umat muslim memanfaatkan momentum tersebut untuk memperbanyak amal shaleh demi menggapai ridha-Nya.
Banyak ayat Al-Quran maupun Hadits yang menjelaskan tentang kemuliaan malam lailatul qadar, salah satunya dalam Al-Quran surat Al Qadr ayat 1-5. Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur'an pada malam lailatul qadar, tahukah engkau apakah malam lailatul qadar itu? Malam lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar." (QS. Al Qadr: 1-5).
Namun, tahukah sobat bahwa malam lailatul qadar memiliki hikmah yang amat besar yang sayang untuk dilewatkan. Seperti yang dikutif dari akun instagram @dompetdhuafaorg, berikut hikmah dari malam lLailatul Qadar, diantaranya:
1. Bulan Ramadan, bulan penuh berkah
Bulan ramadan memiliki banyak hikmah dan keistimewaan pada malam lailatul qadar, malam lailatul qadar itu diceritakan oleh Allah SWT dalam surat Al-Qadr Ayat 1-5. Menurut sejumlah riwayat, Allah SWT akan menurunkan malam lailatul qadar di malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan ramadan, hal itu amatlah penting untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan ramadan.
"Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR. Bukhari & Muslim).
2. Malam mulia, malam diturunkannya Al-Quran
Seperti yang diketahui bahwa Al-Quran adalah kitab suci bagi umat islam yang di dalamnya terdapat ajaran sebagai bekal hidup untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Al-Quran adalah wahyu-wahyu Allah SWT yang diturunkan secara berangsur-angsur dan berkala selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 185. "Bulan ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran..."
3. Malam lailatul qadar, lebih baik dari seribu bulan
"Dan tahukah engkau apakah malam lailatul qadar itu? Malam lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr ayat 2-3).
Malam lailatul qadar diibaratkan lebih baik dari seribu bulan. Kurang lebih sekitar 80 tahun, malam penuh kemuliaan, waktu di mana Al-Quran diturunkan. Oleh karena itu, banyak petunjuk yang bisa didapatkan untuk menggapai kehidupan yang lebih baik.
4. Peristiwa Malaikat turun ke bumi
Ketika malam lailatul qadar, malaikat akan silih berganti turun dan mengajak manusia untuk melakukan kebaikan. Makanya tidak heran saat sepuluh terakhir ramadan, banyak orang-orang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dengan penuh keikhlasan.
5. Malam penuh berkah dan kedamaian
Ketika seorang dapat bertemu malam lailatul qadar, maka akan senantiasa dipenuhi berkah dan kedamaian dalam hidupnya. Sesuai ayat Al-Quran surat Al-Dukhan ayat 3-5, "sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan."
6. Lailatul qadar, malam penuh ampunan
"Barangsiapa menegakkan shalat pada malam lailatul qadar atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu." (H.R Al Bukhari, An Nasa'i, dan Ahmad).
Untuk itu, penting bagi kita memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang dilakukan baik secara sengaja maupun tidak, agar kita dapat kembali menjadi manusia yang bersih di hadapan Allah SWT.
Oleh karena itu, dengan mengetahui hikmah dan keistimewaan malam lailatul qadar, semoga kesempatan itu tidak disia-siakan begitu saja, karena kita tidak tahu apakah tahun depan masih dapat berjumpa bulan ramadan atau tidak, terlebih malam lailatul qadar.
Baca Juga
-
Hari Raya Idul Fitri, Memaknai Lebaran dalam Kebersamaan dan Keberagaman
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
Artikel Terkait
-
Hukum Qadha Puasa Ramadan di Hari Jumat, Boleh atau Tidak?
-
Puasa Sunah Syawal dan Ganti Puasa Ramadan, Mana yang Harus Didahulukan?
-
Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal, Ini Niat dan Waktunya
-
Niat Puasa Qada Ramadan dan Puasa Syawal, Mana yang Harus Didahulukan?
-
Lebaran Duluan! Umat Islam di Jember Salat Ied Hari Ini
Ulasan
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Novel The Good Part: Makna Perjuangan yang Menjadikan Hidup Lebih Sempurna
-
Buku The Psychological of Money: Perspektif Psikologis dalam Mengelola Uang
-
Cafe Hello Sapa, Kombinasi Sempurna antara Kopi dan Pemandangan Danau Sipin
Terkini
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda
-
Lee Jung-eun Siap Jadi Bibi Kim Ji-won dalam Drama Baru 'Doctor X'
-
Jadi Couple di 'The Haunted Palace', Chemistry Yook Sungjae dan Bona Dipuji