Perkembangan sastra di Indonesia berkembang semakin cepat. Hal ini berhubungan juga dengan perkembangan teknologi serta informasi yang pesat. Semua orang, bisa berkarya dan menerbitkan karya sastra atau hasil pemikirannya di media sosial. Fenomena ini terjadi karena adanya Cyber Sastra.
Apa itu Cyber Sastra?
Bagi yang belum mengetahui pengertian cyber sastra, saya akan menjelaskan dengan lebih ringkas. Secara garis besar, cyber sastra diartikan sebagai sastra yang dapat disampaikan dengan memanfaatkan media komputer ataupun internet. Cyber sastra ini tidak terbatas hanya dari satu genre sastra saja, tapi bisa dari berbagai genre serta jenis-jenis sastra. Seperti puisi, novel, cerpen, dan karya sastra lainnya. Cyber sastra ini dengan mudah dipublikasikan hanya dengan memanfaatkan teknologi yaitu media internet. Banyak orang yang sudah menerbitkan karya-karya sastranya di berbagai platform internet yang ada. Karena hal ini, dapat disimpulkan bahwa semua orang bisa membuat suatu karya dan yang lain dapat membaca karya tersebut dengan akses yang sangat mudah.
Kapan Cyber Sastra Muncul?
Tentunya cyber sastra muncul seiring dengan perkembangan teknologi. Ketika Indonesia mulai mengenal yang namanya komputer dan internet, dari sanalah cyber sastra mulai berkembang. Cyber sastra muncul dan mulai berkembang di Indonesia sekitar periode tahun 2000an. Di Indonesia sendiri, banyak media yang sebelumnya menerbitkan karya sastra seperti media koran, majalah, dan lain sebagainya. Namun, karena sulitnya mempublikasikan karya sastra dalam bentuk koran atau majalah, mengirim lewat internet inilah yang menjadikannya solusi tercepat dan termudah. Walaupun cyber sastra ini masih baru dalam dunia kesusastraan Indonesia, tapi peminatnya sangat banyak bahkan lebih banyak penulis baru yang memulai berkarya melalui cyber sastra.
Pengaruh Cyber Sastra pada Kesusastraan Indonesia
Lalu bagaimanakah pengaruh cyber sastra dalam kesusastraan Indonesia? Apakah membawa pengaruh yang baik atau malah sebaliknya. Hal ini sebenarnya memiliki jawaban yang subjektif berdasarkan sudut pandang. Setiap orang menyikapi masalah ini dengan sudut pandang yang berbeda. Ada yang berpendapat bahwa Cyber sastra memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Adapula yang berpendapat sebaliknya. Menganggap Cyber sastra malah membawa pengaruh yang negatif. Jawaban dari pertanyaan ini hanya bisa dijawab dari sudut pandang masing-masing orang dalam melihat cyber sastra.
Namun, mari kita coba melihat dari kedua sudut pandang. Dari sudut pandang positif, cyber sastra ini memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan kesusastraan Indonesia. Dengan berkembangnya cyber sastra semakin banyak penulis-penulis muda yang menuangkan ide dan pemikirannya yang luar biasa ke sebuah media sosial. Hal ini memiliki pengaruh yang sangat positif dikarenakan tidak terbatasnya genre serta jenis karya sastra. Semua orang mempunyai hak yang sama untuk berkarya di media sosial ini. Semua orang makin kreatif dan berlomba-lomba menciptakan sebuah karya yang menarik perhatian pembaca. Dengan begitu, kesusastraan Indonesia makin berkembang pula dengan tidak terbatasnya ide serta kreativitas masing-masing penulis.
Sedangkan, jika kita melihat dari sudut pandang yang satunya, cyber sastra dianggap sebagai sesuatu yang keluar dari normatif sastra itu sendiri. Semakin banyak orang yang menulis sebuah karya, semakin berkurang pula nilai karya-karya sastra tersebut. Tidak ada lagi sastra yang dibuat dengan memikirkan konsep yang benar-benar matang. Semakin mudah menerbitkan suatu karya, orang jadi asal-asalan dalam menulis karya tersebut. Bahkan sekarang sangat sulit menemukan mana yang benar-benar bisa disebut sebuah karya sastra seperti pada masa-masa dahulu. Kita tidak bisa menyebut seorang sebagai sastrawan Indonesia karena terlalu banyak jenis karya sastra yang beredar. Terlalu banyaknya sebuah karya yang beredar, mengurangi arti dari sastra itu sendiri. Itulah yang menjadi poin negatif jika melihat dari sudut pandang ini.
Kembali lagi bagaimana kita menyikapi mengenai cyber sastra. Menurut saya sendiri, cyber sastra memiliki lebih banyak pengaruh positifnya bagi kesusastraan Indonesia. Walaupun memang belum maksimal, namun dengan adanya cyber sastra ini tiap orang memiliki hak yang sama dalam berkarya. Tidak dibatasi oleh apapun untuk mengungkapkan pikiran serta isi hatinya ke dalam bentuh sebuah tulisan. Sekarang juga sudah banyak media yang bisa digunakan untuk mempublikasikan hasil karya tulis, yaitu seperti media wattpad. Dengan mudahnya akses ini, kita tidak akan merasa kesulitan dalam menulis ataupun membaca karya-karya sastra.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Level Baru Kuliner Jambi, Kopitiam Tetangga Hadirkan Rasa di Atas Rata-Rata
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember
-
Menelusuri Lorong Gelap Larung: Dari Hasrat hingga Sejarah yang Berdarah
-
Di Balik Thanksgiving Berdarah: Misteri Kelam Keluarga Sam Holland
-
Episode 5 dan 6 The Scarecrow Bikin Penonton Ikut Mikir Keras
Terkini
-
Jungkook BTS Ukir Sejarah jadi Penyanyi Korea Pertama Masuk Buku Edukasi AS
-
Tren Sujud Freestyle Berujung Petaka: Alarm Keras Dunia Pendidikan
-
Drakor Love Virus Gaet Jo Yu Ri dan Kim Dong Hwi Jadi Pemeran Utama
-
Penantang Baru MacBook? Redmi Book 14 2026 Resmi Meluncur dengan Spesifikasi Gahar!
-
Drakor The Scarecrow Pecahkan Rekor ENA, Kepala Produksi Ungkap Alasannya