Memiliki judul dalam Bahasa inggris Monster Incident, Kemono Jihen dibuat berdasarkan seri manga karya Shou Aimoto. Anime satu ini adalah kuda hitam di Winter Anime tahun 2021. Banyak yang memandang remeh anime ini, tapi setelah resmi rilis, tidak sedikit yang terpikat dengan alur ceritanya.
Kisah dalam Kemono Jihen dibuka dengan menampilkan Inugami Kohachi, seorang detektif khusus gaib yang datang ke sebuah desa terpencil. Ia dipanggil oleh seorang pemilik penginapan di desa tersebut untuk membereskan insiden hewan ternak yang mati terkoyak oleh makhluk misterius. Inugami bertemu dengan seorang bocah yang kerap dipanggil “Dorotabou”. Panggilan buruk itu disematkan padanya sebab ia memiliki bau yang sama dengan lumpur.
Insiden matinya ternak secara misterius itu menjadi awal bagi Dorotabou alias Kabane menjadi bagian dari Toko Monster, agensi detektif yang dikelola Inugami. Ia juga mulai memupuk tekad untuk mencari keberadaan ibunya. Plus, ia menyadari ada kekuatan besar yang tersembunyi di dalam dirinya.
Kabane dibawa ke Tokyo oleh Inugami dan bergabung dengan Toko Monster. Di sana ia bertemu dengan Shiki, Akira, Mihai, Inari, Kon dan segala kejadian tidak masuk akal lainnya yang disebabkan oleh makhluk-makhluk gaib.
Dlihat dari segi mana pun, Kemono Jihen adalah anime yang suram. Karakter, visual, alur cerita dan adegan di dalamnya kental dengan hal-hal gelap. Namun, interaksi Kabane yang polos, Shiki yang blak-blakan, dan Akira yang sering merasa inferior tapi sebenarnya kuat membuat unsur komedinya terasa kuat.
Penonton bisa dibuat tertawa atau sedikitnya tersenyum melihat tingkah anak-anak itu. Tapi jika adegan sudah memuat kisah sedih para karakter tak urung bikin mata berkaca-kaca. Kabane adalah karakter yang jago bikin emosi terasa diacak-acak. Melihatnya tidak menitikkan air mata setiap kali membahas ibunya, rasanya hati terasa teriris.
Nah, cerita musim pertama anime satu ini sebagian besar menceritakan latar belakang para karakter. Jadi, masih banyak hal yang perlu kita lihat dari perjalanan Kabane, Shiki, Akira dan lain-lain dalam anime ini. Semoga saja Ajia-Do benar-benar membuat sekuel ceritanya. Rasanya tidak puas hanya satu musim saja. Berita tentang sekuel Kemono Jihen meang sudah santer terdengar, tapi semuanya baru spekulasi. Semoga itu benar-benar terjadi.
Oh, ya Kemono Jihen itu banyak menampilkan adegan gore yang cukup mengganggu. Meski adegan perkelahiannya tidak begitu impresif, tapi tingkat kengerian adegan berdarah-darahnya lebih kental dari pada Tokyo Ghoul. penonton yang tidak tahan dengan hal-hal seperti itu, baiknya bersiap-siap saja menyaksikan anime satu ini.
Baca Juga
-
Krisis Air dan Udara Panas di Cimahi: Cerita dari Lapang Rumput yang Hilang
-
Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar
-
Penutupan TPA Sarimukti dan Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
Artikel Terkait
-
Dikenal Kuat, 5 Karakter Anime Ini Dulunya Pernah Jadi Korban Bully
-
4 Anime Thriller yang Cocok Buat Pecinta Tontonan Menegangkan
-
Episode 5 Anime Uncle From Another World Ditunda
-
4 Cara Belajar Bahasa Jepang yang Efektif, Ingin Mencobanya?
-
Pecinta Anime dan Wibu, Jangan Kelewatan Seru-seruan Cosplay di Finally, Impactnation Japan Festival Besok!
Ulasan
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
-
The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral
-
Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!
Terkini
-
Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki
-
Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa
-
Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien
-
AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan