Sebagai orang tua, kita dituntut untuk mendidik anak kita dengan baik dan benar agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang bahagia, minim trauma, berakhlak baik, juga memiliki mindset bertumbuh. Mindset tumbuh adalah sebuah keyakinan yang kuat bahwa kemampuan dasar yang kita miliki dapat dikembangkan juga ditingkatkan melalui kegigihan dan kerja keras. Growth mindset atau mindset tumbuh inilah yang menjadi modal awal sang anak agar ia mau dan mampu menghadapi semua tantangan yang dihadapinya kelak.
Anak harus diberi pemahaman bahwa setiap kemampuan yang ia miliki sebenarnya dapat ditingkatkan, dengan memelihara sifat keingintahuan terus-menerus dan tetap mencari tantangan baru. Anak yang memiliki mindset tumbuh akan cenderung lebih menikmati proses belajarnya meskipun ia menghadapi banyak kesulitan atau tantangan. Lantas, bagaimana caranya kita sebagai orang tua dapat menumbuhkan mindset tumbuh pada anak-anak kita?
Dalam buku yang berjudul 'Mindset' karya Carol S. Dweck, PH.D. dijelaskan, cara yang efektif untuk menanamkan growth mindset adalah dengan cara meluangkan waktu sambil mengajaknya berdiskusi. Kita dapat menghabiskan waktu di meja makan dengan mulai mendiskusikan hal-hal yang ringan tentang usaha, strategi, kegagalan, dan proses pembelajaran berdasarkan pengalaman kita sendiri maupun orang lain.
Kita juga dapat menceritakan tentang ketrampilan yang baru kita miliki belakangan ini, karena latihan yang rutin kita lakukan setiap harinya. Kita pun diperbolehkan mendramatisasi kesalahan-kesalahan yang kita lakukan yang menjadikannya kunci menuju pemecahan masalah tersebut, dengan gaya cerita kita sendiri tentunya. Jelaskan dengan bahasa yang sesederhana mungkin, melalui hal-hal yang kita sukai dan kita perjuangkan selama ini, serta kemajuan yang berhasil kita capai.
Selipkan juga motivasi, seperti "Para juara itu adalah orang-orang yang mau bekerja paling keras. Kamu juga bisa jadi seorang juara besok, jika kamu mau bekerja dengan giat". Ketika anak mengerjakan pekerjaan rumahnya dan menyebutnya mudah atau membosankan, kita harus mengajarinya menemukan cara-cara untuk membuatnya jadi lebih menyenangkan dan menantang. Ingat, dalam proses tumbuh kembangnya, yang anak kita butuhkan adalah tantangan, bukan tekanan yang dapat memicu timbulnya stres.
Anak-anak kita, merupakan sumber daya yang paling berharga. Tidak ada kata terlambat untuk mulai menumbuhkan mindset ini, meski anak kita sudah menjadi remaja. Kita harus berusaha mendorong anak-anak kita untuk membicarakan cara-cara mereka belajar mencari teman atau memahami dan membantu orang lain. Sebagai orang tua, kita harus membicarakan bahwa prestasi intelektual atau kekuatan fisik bukanlah sesuatu yang harus diperhatikan terus-menerus. Yang tidak kalah penting adalah, anak harus menikmati setiap proses belajarnya.
Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
4 Bank yang Menawarkan Keuntungan dengan Produk Paylater
-
7 Pelajaran Berharga untuk Hindari Jeratan Pinjol, Belajar dari Kasus Bedu
-
8 Cara Menghindari Penghapusan Akun Gmail oleh Google
-
Ulasan Buku Effortless, Karena Tak Semua Harus Sesulit Itu: Tetap Produktif Tanpa Stres
-
Trik Jitu Mahasiswa: Kuasai Statistik dengan 6 Metode Efektif!
Artikel Terkait
-
Seorang Pria Paruh Baya Diciduk Polisi Usai Lalukan Rudapaksa Terhadap Anak SMP
-
Dewi Yull Akan Hadir di Pemakaman Ray Sahetapy
-
Masih Ada Saldo Dana Gratis Hari Ini, Klaim Segera Siapa Tahu Beruntung
-
Ray Sahetapy Mualaf di Masjid Istiqlal, Anak Ingin Perjalanan Islam Ayahnya Ditutup di Sana
-
Masih Bisa Dipakai, Ini Link Saldo DANA Gratis Buat Nabung Pasca Lebaran
Ulasan
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
Terkini
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga