Cara Efektif Menumbuhkan Growth Mindset pada Anak-Anak dan Remaja

Candra Kartiko | SYIFA FAUZIA
Cara Efektif Menumbuhkan Growth Mindset pada Anak-Anak dan Remaja
Ilustrasi menemani anak belajar (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sebagai orang tua, kita dituntut untuk mendidik anak kita dengan baik dan benar agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang bahagia, minim trauma, berakhlak baik, juga memiliki mindset bertumbuh. Mindset tumbuh adalah sebuah keyakinan yang kuat bahwa kemampuan dasar yang kita miliki dapat dikembangkan juga ditingkatkan melalui kegigihan dan kerja keras. Growth mindset atau mindset tumbuh inilah yang menjadi modal awal sang anak agar ia mau dan mampu menghadapi semua tantangan yang dihadapinya kelak.

Anak harus diberi pemahaman bahwa setiap kemampuan yang ia miliki sebenarnya dapat ditingkatkan, dengan memelihara sifat keingintahuan terus-menerus dan tetap mencari tantangan baru. Anak yang memiliki mindset tumbuh akan cenderung lebih menikmati proses belajarnya meskipun ia menghadapi banyak kesulitan atau tantangan. Lantas, bagaimana caranya kita sebagai orang tua dapat menumbuhkan mindset tumbuh pada anak-anak kita?

Dalam buku yang berjudul 'Mindset' karya Carol S. Dweck, PH.D. dijelaskan, cara yang efektif untuk menanamkan growth mindset adalah dengan cara meluangkan waktu sambil mengajaknya berdiskusi. Kita dapat menghabiskan waktu di meja makan dengan mulai mendiskusikan hal-hal yang ringan tentang usaha, strategi, kegagalan, dan proses pembelajaran berdasarkan pengalaman kita sendiri maupun orang lain.

Kita juga dapat menceritakan tentang ketrampilan yang baru kita miliki belakangan ini, karena latihan yang rutin kita lakukan setiap harinya. Kita pun diperbolehkan mendramatisasi kesalahan-kesalahan yang kita lakukan yang menjadikannya kunci menuju pemecahan masalah tersebut, dengan gaya cerita kita sendiri tentunya. Jelaskan dengan bahasa yang sesederhana mungkin, melalui hal-hal yang kita sukai dan kita perjuangkan selama ini, serta kemajuan yang berhasil kita capai. 

Selipkan juga motivasi, seperti "Para juara itu adalah orang-orang yang mau bekerja paling keras. Kamu juga bisa jadi seorang juara besok, jika kamu mau bekerja dengan giat". Ketika anak mengerjakan pekerjaan rumahnya dan menyebutnya mudah atau membosankan, kita harus mengajarinya menemukan cara-cara untuk membuatnya jadi lebih menyenangkan dan menantang. Ingat, dalam proses tumbuh kembangnya, yang anak kita butuhkan adalah tantangan, bukan tekanan yang dapat memicu timbulnya stres.  

Anak-anak kita, merupakan sumber daya yang paling berharga. Tidak ada kata terlambat untuk mulai menumbuhkan mindset ini, meski anak kita sudah menjadi remaja. Kita harus berusaha mendorong anak-anak kita untuk membicarakan cara-cara mereka belajar mencari teman atau memahami dan membantu orang lain. Sebagai orang tua, kita harus membicarakan bahwa prestasi intelektual atau kekuatan fisik bukanlah sesuatu yang harus diperhatikan terus-menerus. Yang tidak kalah penting adalah, anak harus menikmati setiap proses belajarnya.

Semoga bermanfaat.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak