Bukan sulap dan bukan sihir, kenapa buah bisa tidak memiliki biji pasti masih menjadi pertanyaan banyak orang. Apalagi kita yang sehari-hari mengkonsumsi buah tanpa biji. Beberapa waktu lalu dunia maya heboh dengan munculnya sebuah video yang viral di media sosial, Facebook. Pembuat konten mengatakan bahwa buah tanpa biji yang banyak beredar di pasaran haram dan berbahaya.
Apakah betul buah tanpa biji ini] berbahaya?
Tentu saja tidak. Hal ini seiring dengan pendapat yang disampaikan Prof Dr. Ir. Antonius Suwanto, guru besar FMIPA IPB pada media Tempo. Buah tanpa biji hadir dari proses alamiah maupun rekayasa genetika yang dilakukan dengan mekanisme yang pastinya tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.
Sejarah dari Buah Tanpa Biji
Melansir dari Science ABC, anggur adalah salah satu buah tanpa biji yang pertama kali dikembangkan, tepatnya pada tahun 6000 SM. Di daerah Mediterranean, ditemukan anggur yang tak memiliki biji. Karena masyarakat setempat menyukainya, maka para petani mengembangkannya dengan teknik stek. Penggunaan teknik stek memang diyakini akan mewariskan sifat yang sama persis dengan induknya. Hal ini dikarenakan stek merupakan salah satu perkembangbiakan vegetatif, yang dilakukan tanpa perkawinan. Pasti hasilnya akan sama dengan indukan.
Selain anggur ada jeruk tanpa biji yang ditemukan di Brazil pada tahun 1870. Petani sekitar mengembangkan jeruk tanpa biji menggunakan teknik cangkok. Sama seperti stek, teknik cangkok juga merupakan perkembangbiakan secara vegetative.
Berlanjut hingga zaman sekarang, ada teknologi yang dinamakan rekayasa genetika secara mutasi menggunakan sifat khusus bernama paternokarpi. Melansir dari Jurnal Genes, Parternokarpi merupakan proses pembuahan tanpa penyerbukan sehingga menghasilkan buah tanpa biji. Selain terjadi secara alami, partenokarpi merupakan hasil dari rekayasa genetika. Dengan menggunakan sebuah zat kimia bernama kolkisin.
Di zaman yang maju ini, perkembangan buah tanpa biji juga dipercepat dengan hadirnya teknologi kultur jaringan. Di mana dengan bagian tertentu saja dari tanaman bisa menghasilkan tanaman yang identic dengan indukannya secara cepat dan mudah.
Jadi kesimpulannya, buah tanpa biji dipastikan aman ya! Tidak seperti hoax-hoax yang bertebaran di media sosial.
Baca Juga
-
Sinopsis Don't Touch My Gang: Kisah Anak Kampung Hadapi Kerasnya Bangkok!
-
Profil Nonnie Pitchakorn, Bintang Baru di Only Friends, Adik Nanon Korapat!
-
Angkat Kisah Kehidupan setelah Kematian, Ini Sinopsis Death is All Around!
-
Relate dengan Guru Muda, Ini Sinopsis Drama Thailand "Thank You Teacher"
-
Sinopsis Serial '6ixtynin9', Dus Mie Instan Berisi Uang yang Berakhir Petaka
Artikel Terkait
-
Wajar Saja Buah Ini Dibadikan Dalam Alquran, Kata dr.Zaidul Akbar Punya Segudang Manfaat dan Antikanker
-
Valentino "Jebret" Undur Usai Tragedi Stadion Kanjuruhan, Netizen Tanya Kapan Ketum PSSI Mundur
-
Sejarah Celana Jeans, Dulu Ternyata Termasuk Pakaian Khusus Kelas Pekerja!
-
The Empress: Kisah Sejarah Romantis Kekaisaran Franz Joseph
-
7 Pilihan Sayur untuk Menu Diet, Pasti Menyehatkan!
Ulasan
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!
-
Stalactite & Stalagmite: Kisah Dua Batu Menyaksikan Kepunahan Dinosaurus, Berakhir Mengharukan
Terkini
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II
-
Juminten Edan Nantang Rumus Lama Horor Indonesia yang Bergantung pada Gore
-
Ketika Tumpukan Kardus Paket Menjadi Jejak Perilaku Konsumsi Gen Z
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup