Siapa di sini yang tak pernah membaca karya sastra jenis cerpen? Barangkali kita semua sudah pernah membacanya. Cerpen atau cerita pendek adalah salah satu jenis karangan berbentuk prosa, yang ditulis dengan jumlah kata yang tidak terlalu banyak. Berbeda dengan novel, cerpen dapat dibaca dengan sekali duduk, artinya cerpen dapat dibaca dengan waktu yang singkat saja.
Berbicara soal cerpen, tentu tak asik bila kita tak membahas contoh karya dan juga pengarangnya. Dan pada kesempatan kali ini, saya akan membahas sebuah buku kumpulan cerpen karya salah satu pengarang Indonesia, yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2000, yang berjudul Orang Sakit. Penasaran seperti apa isi bukunya? Mari simak ulasannya.
Orang Sakit adalah buku kumpulan cerpen karya Hudan Hidayat, seorang sastrawan yang produktif menulis karya sastra fiksi. Buku kumpulan cerpen Orang Sakit karya Hudan Hidayat ini merupakan buku kumpulan cerpen yang diambil dari cerpen-cerpen karya Hudan Hidayat dari berbagai media massa, yang dipublikasikan pada rentang tahun 1990-an dan yang pertama kali diterbitkan oleh penerbit IndonesiaTera.
Buku kumpulan cerpen Orang Sakit ini memuat sembilan cerpen karya Hudan Hidayat dengan tema dan gaya kepenulisan yang berbeda satu sama lain, yang di antaranya mencirikan konflik batin sang pengarangnya hingga keresahan sosialnya.
BACA JUGA: Ngeri! Wali Kota Blitar Dan Istri Dirampok Dan Disekap, Duit Rp 400 Juta Digondol Pelaku
Dalam buku ini, yang paling banyak disinggung adalah fenomena-fenomena sosial dan politik di Indonesia, tetapi dengan perumpamaan-perumpaan yang tidak berterus terang. Misalnya saja pada cerpen Tamlikha, yang menceritakan seorang raja bernama Decyanus yang selalu ingin diagungkan sebagai Tuhan dan selalu ingin perintahnya dilaksanakan (yang menyindir pemerintahan Orde Baru).
Selain itu, dalam buku ini terdapat pula gaya kepenulisan yang berbeda-beda, di mana Hudan Hidayat sebagai pengarang meletakkan susunan dialog tidak seperti penulisan dialog pada umumnya, tetapi dengan menggunakan narasi yang tidak menggunakan tanda kutip. Dan dengan cara penulisan dialog yang seperti itulah, cerita yang ditulis oleh Hudan Hidayat terkesan nyata ketika dibaca oleh para pembacanya.
Buku kumpulan cerpen Orang Sakit karya Hudan Hidayat ini sangat bagus untuk dibaca, karena selain gaya kepenulisannya yang tidak membosankan, cerpen-cerpen dalam buku ini juga turut merefleksikan kehidupan manusia pada umumnya, seperti keterasingan, ketidakadilan, kesepian, dan lain sebagainya.
Menurut saya, Hudan Hidayat telah berhasil menyajikan persoalan manusia biasa dengan sudut pandang yang berbeda. Dan dengan diiringi pengantar oleh HB Jassin, Sang Paus Sastra Indonesia, tampaknya buku Orang Sakit ini telah mendapat validasi atau pengakuan sebagai karya sastra yang tidak sembarangan.
Nah, itu tadi merupakan sedikit ulasan mengenai sebuah buku kumpulan cerpen karya Hudan Hidayat yang berjudul Orang Sakit. Adapun ulasan ini merupakan ulasan saya pribadi, berdasarkan buku tersebut. Baik, itu saja yang ingin saya sampaikan, kurang dan lebihnya saya ucapkan permohonan maaf dan terima kasih. Semoga bermanfaat.
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
Ulasan Film Never Back Down: Kisah Remaja yang Mendalami Mix Martial Arts
-
Ulasan Film Warrior: Kisah Kakak-beradik yang Kembali Bertemu di Atas Ring
-
Ulasan Film Unbroken: Kisah Atlet Olimpiade yang Menjadi Tawanan Perang
-
Ulasan Film The Fighter: Kisah Seorang Pria Meraih Gelar Juara Tinju Dunia
-
Ulasan Film Rocky: Kisah Petinju Lokal Meraih Kesuksesan di Dunia Tinju
Artikel Terkait
Ulasan
-
Drama China yang Bikin Susah Skip Episode: Speed and Love
-
Jejak Intelektual Buya Hamka: Menenun Pesan Persatuan Di Lembah Sungai Nil
-
Dalam Film Tumbal Proyek, Nyawa Buruh Lebih Murah dari Beton
-
Enola Holmes and the Mark of the Mongoose: Petualangan di Buku Kesembilan
-
Di Antara Bahasa Isyarat dan Musik: Keindahan Twinkling Watermelon (2023)
Terkini
-
Anti Bingung Pilih Outfit! Intip 4 Gaya Harian ala Ahyeon BABYMONSTER
-
Sinopsis The WONDERfools, Drama Korea Terbaru yang Dibintangi Park Eun-bin dan Cha Eun Woo
-
Glow Up atau Tekanan Sosial? Saat Perempuan Dipaksa Selalu Terlihat Sempurna
-
Honor Win Turbo, HP Gaming Baru dengan Tenaga dan Baterai Tak Masuk Akal
-
Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono