Sepanjang sejarahnya, TNI-AD pernah mengoperasikan beberapa pesawat yang digunakan untuk mendukung beragam misi yang dilakukan. Umumnya seluruh kegiatan penerbangan yang dilakukan oleh TNI-AD dilakukan oleh divisi Puspenerbad (Pusat Penerbangan Angakatan Darat). Divisi atau detasemen tersebut memiliki tugas untuk melakukan kegiatan observasi, pengintaian, angkut pasukan dan serangan skala kecil.
BACA JUGA: KPK Geledah Ruangan M Taufik di Gedung DPRD DKI, Tapi Ternyata Sudah Lama Kosong
Salah satu pesawat yang pernah digunakan oleh detasemen Pusbenerbad TNI-AD adalah Cessna O-1 Bird Dog atau yang dikenal juga dengan nama Cessna L-19. Pesawat ini meskipun pernah digunakan oleh TNI-AD namun namanya kurang begitu terdengar di masyarakat awam. Seperti apakah rekam jejak pesawat tersebut ? simak ulasan ringkasnya berikut ini.
1. Pesawat Intai dan ‘CAS’ Amerika Serikat di Perang Vietnam
Pesawat berukuran cukup kecil ini jika dilihat seksama memiliki desain yang cukup klasik seperti pesawat era perang dunia ke-2. Pesawat yang mulai dikembangkan pada akhir dekade 1940-an ini menjadi pesawat yang cukup berperan penting bagi angkatan darat Amerika Serikat semasa awal perang Vietnam. Pesawat ini digunakan sebagai pesawat pengintai oleh Angkatan darat Amerika Serikat untuk mengumpulkan beragam informasi semasa perang.
Uniknya, pesawat ini juga dapat melakukan serangan darat skala terbatas saat itu. Dilansir dari wikipedia.com, pesawat yang dianggap dapat mengemban beragam tugas tersebut seringkali melakukan operasi serangan udara atau CAS (Close Air Support) guna mendukung pergerakan infantri darat. Meskipun demikian, karena pesawat ini tidak terlindungi secara baik diketahui sekitar 400 unit pesawat tersebut hilang atau ditembak jatuh selama perang Vietnam.
2. Datang Ke Indonesia Pada Dekade 1960-an
Pesawat ini juga diketahui pernah digunakan oleh Angkatan bersenjata Republik Indonesia sejak dekade 60-an. Dilansir dari situs indomiliter.com, pesawat ini diketahui mulai diterima oleh angkatan darat Republik Indonesia (ADRI) pada tahun 1963. Pesawat tersebut diketahui diterima dari Amerika Serikat melalui program U.S Military Assistant Program. Saat itu Indonesia menerima 2 unit pesawat Cessna L-19 atau O-1 Bird Dog.
BACA JUGA: Miris! Yogyakarta Jadi Daerah Termiskin di Pulau Jawa
Pesawat ini digunakan oleh detasemen Puspenerbad TNI sebagai pesawat observer dan pengintai. Pesawat ini ditenagai oleh mesin Continental O-470-11 air-cooled flat-six yang mampu membuat pesawat ini terbang dengan kecepatan 185 km/jam dan memiliki jarak jelajah sekitar 850 km. Meskipun tergolong lamban, akan tetapi hal inilah yang diperlukan dari pesawat yang memiliki kemampuan intai dan serang darat secara terbatas.
3. Pernah Digunakan Untuk Menumpas Gerakan Separatis di Indonesia
Pesawat yang diterima pada tahun 1963 tersebut langsung mendapatkan status ‘battle proven’ di Indonesia pada tahun 1964. Dilansir dari situs indomiliter.com, pesawat ini digunakan untuk menumpas gerakan separatis yang dilakukan oleh Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan saat itu. Akan tetapi, jika pada perang Vietnam pesawat ini melakukan serangan darat dengan membawa 2 pod roket tanpa berpemandu, maka di Indonesia pesawat ini melakukan serangan darat dengan cara yang sangat sederhana.
Salah satu pilot akan melakukan tembakan melalui udara menggunakan senapan serbu sejenis AK-47 atau senapan mesin ringan. Beberapa juga menggunakan cara dengan menjatuhkan amunisi mortir, granat atau bom berdaya ledak ringan dari atas pesawat secara langsung.
Kedua pesawat tersebut kini telah dipensiunkan dalam dinas aktif. Tidak diketahui kapan pesawat tersebut mulai dipensiunkan, ada yang berpendapat pada dekade 70-an adapula yang berpendapat pada dekade 80-an. Kedua pesawat tersebut kini dapat dilihat sebagai monumen di Pusdiklat Penerbad TNI-AD di Semarang dan satu unit berada di SMK Penerbangan, Semarang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
Artikel Terkait
Ulasan
-
5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Review Film Mutiny: Ketika Jason Statham Terjebak di Kapal Neraka, Masih Bisa Selamat?
-
Review Drama Beyond Evil, Misteri Hilangnya Warga Munju
-
Monster Hands: Ketika Monster Bawah Tempat Tidur Tak Lagi Menakutkan
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan