Teh talua, minuman tradisional yang berasal dari Sumatera Barat ini menjadi sangat populer dan digandrungi berbagai kalangan. Teh talua jika diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu teh telur yang juga sebagai komposisi utama minuman ini.
Sangat mudah untuk menjumpai minuman teh talua jika melancong ke negeri ranah minang ini. Lapau-lapau atau warung-warung miliki warga rata-rata menyediakan menu ini. Seolah menjadi minuman wajib jika duduk di lapau sembari bercengkrama dengan warga lainnya.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Palembang, Bikin Ramadhan Kamu Jadi Menyenangkan
Komposisi Teh Talua
Meskipun terlihat mudah membuatnya, namun tidak semua orang dapat menyajikannya dengan nikmat. Segelas teh talua, biasanya terdiri dari 1 butir kuning telur ayam kampung atau telur bebek, gula pasir secukupnya, teh serta susu kental manis secukupnya.
Pertama-tama, kuning telur dikocok terlebih dahulu dengan menggunakan whisk atau pengocok telur tradisional namun ada juga pedagang yang menggunakan mixer elektrik. Konon, bagi pecinta teh talua, akan lebih nikmat jika telur dikocok dengan cara tradisional.
Setelah telur dikocok merata, masukkan air teh yang telah mendidih gelas, kemudian tambahkan gula secukupnya, aduk bersamaan dengan telur tadi. Setelah selesai mengaduknya, kemudian beri susu kental manis secukupnya dan minuman teh talua siap untuk dinikmati.
Biasanya, penyajian teh talua ini diberikan juga sepotong jeruk nipis untuk dimasukkan kedalam gelas dengan tujuan menghilangkan bau amis. Namun, tak sedikit pengunjung mengabaikan jeruk nipis tersebut.
Masyarakat mempercayai jika mengkonsumsi teh talua ini dapat meningkatkan stamina dan menambah vitamin jika dikonsumsi secara normal dan tidak berlebihan.
Ada di Penjuru Nusantara
BACA JUGA: Selain Nastar, Ini 5 Daftar Kue Kering Lebaran yang Bisa Jadi Sajian Tamu
Keberadaan teh talua kini sudah dapat ditemui berbagai daerah nusantara. Jika pengunjung melancong ke Pekanbaru, dapat menikmati teh talua di kuliner malam sepanjang jalan Panam dan biasanya sembari berjualan nasi goreng. Selain itu, pengunjung juga dapat mencicipi teh talua di café-cafe wilayah Jalan. Arifin Ahmad di antaranya RR Café maupun di Zaki Café.
Pelancong yang berada di Kota Jambi juga dapat menikmati teh talua yang berlokasi di angkringan persis samping area bundaran tugu juang. Uniknya, teh talua di sini dikombinasikan dengan beberapa komposisi lain salah satunya yaitu teh talua kopi.
Bagi pelancong yang berada di Jogja pun juga dapat menikmati teh talua yaitu warung makan Munggur Minang yang berada di Jalan Munggur, utara rel Brimob Yogyakarta.
Penasaran dengan rasa teh talua? Kunjungilah gerai minang di sekitar wilayah Kamu dan rasakan sensasi suguhan minuman tradisional yang populer ini.
Baca Juga
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Menjemput Kelezatan Rendang Kuah Hitam Autentik di RM Pak Haji Munir Jambi
-
Level Baru Kuliner Jambi, Kopitiam Tetangga Hadirkan Rasa di Atas Rata-Rata
-
Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi
-
Menyemai Adat di Muaro Jambi, Rahasia Ulur Antar Serah Menuang Lembago
Artikel Terkait
-
Gempa Guncang Padang Sidempuan, Terasa Hingga Pekanbaru
-
BREAKING NEWS: Gempa M6,4 Guncang Padang Sidempuan
-
Gempa Padang Sidempuan Bermagnitudo 6,4 Dipicu Subduksi Lempeng Indo-Australia
-
Gempa Magnitudo 6,4 Padang Sidempuan Terasa Sampai Nias hingga Kota Padang
-
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Padang Sidempuan Sumut
Ulasan
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
Terkini
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun