Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk mendapatkan penyegaran. Sebagian mungkin suka dengan bepergian ke pusat keramaian dan tempat-tempat wisata yang banyak pengunjung, namun sebagian ada juga yang justru memilih tempat sunyi untuk bisa mengembalikan ketenangan jiwanya.
Nah, bagi kalian yang bertipikal orang kedua, ada satu spot menarik dan cocok yang bisa kalian kunjungi untuk melepaskan semua penat yang melanda. Adalah Bukit Cendana, sebuah tempat wisata berbasis alam yang menawarkan sejuta pesona bagi kalian yang ingin menikmati keindahan alam, dan kembali menyatu bersama mereka.
Terletak di desa Candimulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, Bukit Cendana ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat kurang lebih 40 menit saja dari pusat kota Rembang. Uniknya, meskipun bisa saja dikembangkan menjadi lebih ramah bagi para pengakses, namun pihak pengelola masih mempertahankan jalan setapak khas perbukitan yang harus ditempuh oleh pengunjung untuk bisa mencapai lokasi.
Hal tersebut tak lepas dari upaya mempertahankan bentuk alami dari Bukit Cendana, agar kondisi alam yang ada tetap lestari dan terjaga. Karena bagaimanapun, kealamiahan tempat tersebut-lah yang dijual oleh pihak pengelola menjadi sebuah daya tarik utama.
BACA JUGA: 8 Drama Korea Penuh Romantisme dan Emosi, Siapkan Tisu sebelum Nonton!
Terletak di ketinggian lebih dari 600 meter di atas permukaan laut, Bukit Cendana memberikan nuansa kesejukan alam yang tentunya tak bisa ditemukan di spot-spot wisata modern. Dengan tiket masuk yang hanya seharga 5 ribu rupiah, pengunjung dapat menikmati setiap sudut objek yang menawarkan beragam keteduhan bagi mereka.
Tak hanya menawarkan suasana yang sejuk dan indah, para pengunjung juga bisa menikmati sebagian wilayah Kabupaten Rembang, khususnya Kecamatan Sedan dari sini. Coba bayangkan terlebih dahulu, bagaimana rasanya menikmati hamparan pemandangan yang luas, dengan diiringi oleh suara-suara alam yang masih asri, dan dihiasi dengan nuansa yang sejuk. Tentu membayangkannya saja sudah membuat ketengan jiwa tergerak ingin ke sana bukan?
Lantas, bagaimana dengan akomodasi atau konsumsi? Tenang saja, meskipun terletak di atas perbukitan, wisata alam Bukit Cendana juga terbilang komplet dalam memberikan servis kepada para pengunjung. Beragam makanan ringan hingga berat sudah disediakan oleh pihak pengelola, sehingga ketika timbul rasa lapar, tinggal memesan apa yang diinginkan. Satu nilai plus lagi adalah, bahan-bahan makanan yang disajikan di sana, sebagian besar diambil dari perkebunan milik warga setempat, yang memang banyak bertebaran di sekitar area bukit.
Apakah hanya itu? Tentu saja tidak. Bukit Cendana ini sendiri memiliki kelebihan lain dalam hal jam operasional. Spot wisata yang satu ini beroperasi sepanjang siang dan malam alias 24 jam, dan menyediakan tempat penginapan bagi para pengunjung yang ingin menikmati kesunyian bersama jiwa tenang mereka. Bagaimana jika tidak kebagian tempat menginap? Tenang saja, para pengunjung juga bisa menyewa tenda dari pengelola, atau bahkan malah membawa tenda sendiri untuk menginap di sana.
Bagaimana? Tertarik untuk datang ke Bukit Cendana ini?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Mengulik Petrova Line, Garis Ancaman Kiamat dalam Film Project Hail Mary
-
Hitung Mundur Mimpi Buruk dalam Something Very Bad is Going to Happen
-
Taman Ngronggo Kediri: Ruang Singgah untuk Tertawa dan Menenangkan Diri
-
Trauma dan Beban Mental yang Ditularkan Lewat Film Grave of the Fireflies
-
Andai Kita Bisa Kembali ke Masa Kecil: Pahitnya Jadi Dewasa di Lima Cerita
Terkini
-
Pendidikan sebagai Hak Universal atau Privilege Terselubung?
-
Suara Siswa Sekolah Rakyat: Sekolah Gratis Beneran Tanpa Biaya Tersembunyi?
-
Sinopsis Doctor on the Edge, Drama Medis Terbaru Lee Jae Wook dan Shin Ye Eun
-
Perpustakaan di Era Digital: Masih Relevan untuk Belajar?
-
Ramai Kritik, Sepi Perubahan: Mengapa Menjatuhkan Kekuasaan Tak Cukup?