Menulis karya fiksi merupakan suatu kegiatan yang amat menyenangkan sekaligus amat menantang. Sebab bagaimana tidak? Ketika kita menulis karya fiksi, kita akan ditantang untuk mempertajam imajinasi dan ketangkasan kita dalam menulis.
Namun, di samping itu semua, bukankah kegiatan menulis karya fiksi merupakan kegiatan yang amat menyenangkan?
Berbicara soal penulisan karya fiksi, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas sebuah buku yang membahas tentang tip dan strategi menulis karya fiksi, khususnya prosa. Penasaran dengan buku yang akan saya ulas? Silakan baca artikel ini sampai tuntas.
Buku tentang tip dan strategi menulis karya fiksi yang akan saya ulas pada kesempatan kai ini ialah sebuah buku karangan A.S. Laksana yang berjudul Creative Writing: Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel. Adapun buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2013 oleh Penerbit GagasMedia.
Pada buku ini, terdapat berbagai tip dan strategi menulis karya fiksi, khususnya cerpen dan novel, yang terbagi ke dalam beberapa bagian, yaitu: Rahasia Kreativitas; Action!; Draf Pertama; Menulis Cepat; Strategi Tiga Kata; Menulis dan Mengedit; Show, Don't Tell; Mengonkretkan Konsep Abstrak; dan sebagainya.
Selain itu, pada buku ini, juga diuraikan mengenai berbagai persoalan atau kendala yang sering kita alami ketika sedang menulis karya fiksi, seperti kendala mood; kendala tidak adanya waktu; kendala writer's block; kendala menulis bagus; dan lain sebagainya. Barang pasti pada setiap kendala tersebut, diuraikan juga mengenai tip untuk memecahkan berbagai kendala tersebut beserta penjelasan contohnya.
Salah satu aspek yang menarik dalam buku ini, menurut saya, ialah isinya yang rinci dan unik. Dalam menjelaskan tip dan strategi menulis cerpen dan novel, sang pengarang tidak menjelaskannya secara monoton atau klise seperti kebanyakan buku tip dan strategi menulis karya fiksi lainnya. Salah satu bagian yang menarik dalam buku ini, menurut saya, ialah ketika sang pengarang menyarankan agar pembaca yang hendak menulis karya fiksi sebaiknya menulis secara buruk.
Tentu saja, hal semacam itu bertentangan dengan tujuan diciptakannya buku ini, yaitu untuk membimbing pembaca agar bisa menulis secara bagus. Akan tetapi, bila kita membaca penjelasan dalam bagian tersebut secara menyeluruh, menulis secara buruk dapat berguna bagi kita karena kita dapat memperbaiki tulisan tersebut suatu saat nanti. Hal seperti itu akan lebih bermanfaat bagi kita daripada kita hanya mengharapkan tulisan yang sempurna tetapi tidak pernah kita realisasikan.
Menurut saya, buku ini sangat cocok untuk kalian baca, apalagi bagi kalian yang memiliki minat terhadap penulisan kreatif, karena isinya yang lengkap dan jelas. Selain itu, pada awal setiap bab buku ini, terdapat ilustrasi dan kutipan tentang penulisan kreatif dari para penulis hebat dunia, yang akan sangat memotivasi kalian untuk berani menulis kreatif.
Nah, itu tadi merupakan sedikit ulasan mengenai sebuah buku karya A.S. Laksana yang berjudul Creative Writing: Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel. Adapun ulasan ini merupakan ulasan saya pribadi, berdasarkan buku tersebut. Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik membaca buku ini?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Film Never Back Down: Kisah Remaja yang Mendalami Mix Martial Arts
-
Ulasan Film Warrior: Kisah Kakak-beradik yang Kembali Bertemu di Atas Ring
-
Ulasan Film Unbroken: Kisah Atlet Olimpiade yang Menjadi Tawanan Perang
-
Ulasan Film The Fighter: Kisah Seorang Pria Meraih Gelar Juara Tinju Dunia
-
Ulasan Film Rocky: Kisah Petinju Lokal Meraih Kesuksesan di Dunia Tinju
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Hokum, Minim Jumpscare tapi Bikin Tegang Sampai Akhir
-
The Amazing Digital Circus: The Last Act, Memahami Penjara Berkedok Hiburan
-
Ketika Hati Gelisah, Memburu Jiwa Tenang Menawarkan Jawabannya
-
Queen of Divorce: Drama Hukum Unik dengan Konsep Divorce Troubleshooter
-
Scary Movie 6 Resmi Kembali! Reuni Core Four yang Siap Mengocok Perut Sampai Kram
Terkini
-
Sinopsis My Fiction, Drama Thriller Jepang yang Dibintangi Yuta Tamamori
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
4 Mix and Match Daily OOTD ala Giselle aespa untuk Hangout dan Ngopi Cantik
-
The Motherhood Penalty: Dosa Karier yang Harus Dibayar Mahal oleh Perempuan
-
Piala Dunia 2026, Timnas Qatar dan Kelayakan Semu The Maroon Tampil di Putaran Final Gelaran