Novel The Fountains of Silence pertama kali dipublikasikan dalam terjemahan bahasa Indonesia pada Desember 2019.
Karya lain dari Ruta Sepetys ini berlatar tempat di Madrid pada tahun 1957. Novel ini menceritakan kisah kondisi di bawah kepemimpinan diktator fasis bernama Jenderal Francisco Franco.
Kisah bermula ketika Spanyol membangun kerja sama dengan Amerika untuk mendirikan Hotel Amerika yang megah agar meningkatkan tempat wisata dan perekonomian Spanyol.
Lalu, seorang pemuda asal Amerika yang bernama Daniel Matheson memutuskan datang ke Madrid untuk mengetahui lebih dalam tentang negara sang Ibu lewat lensa kamera.
Selama pencahariannya itu, Daniel tak menyadari bahwa dirinya menjadi penghubung cerita di balik sejarah bayi-bayi yang dicuri, peti mati kosong, hingga ancaman para Gada Sipil.
Bergenre fiksi sejarah, Rute Sepetys berhasil memasukkan unsur sejarah melalui pengetahuan dan fakta-fakta baru yang jarang diketahui banyak orang.
Pembaca seolah digiring untuk mendalami bagian lain dari Spanyol tentang Perang Saudara yang terjadi di Spanyol dan bagaimana kepemimpinan diktator dari GeneralĂsimo Francisco Franco.
Tak seperti buku bergenre sejarah lainnya yang penuh perseteruan dan kekerasan, The Fountains of Silence lebih menonjolkan pada kisah yang memengaruhi sisi mental dan psikis masyarakat Spanyol pada saat itu.
Novel ini lebih menceritakan pada ketakutan masyarakat akan teror dan reaksi terhadap kebijakan Franco yang berbeda dengan prinsip yang selama ini dianut masyarakat Spanyol.
Novel yang menggunakan sudut pandang orang ketiga ini turut menyelipkan kisah romansa yang manis dan mengalir natural.
Namun, kekurangan pada novel ini berada pada alur cerita yang terkesan lambat. Hal itu cenderung membuat pembaca cepat bosan, termasuk karena halaman novel yang terdiri dari 500 halaman.
Melalui novel The Fountains of Silence ini, Ruta Sepetys mengajak pembaca untuk belajar bahwa semua pilihan hidup pasti akan melibatkan pengorbanan. Selain itu, pesan moral yang terkandung juga mengajarkan bahwa setiap informasi mengalami perkembangan.
Apa yang kita selama ini tahu belum tentu sesuai dengan kebenaran yang terjadi. Oleh karena itu, kita juga harus menyebarkan kebenaran yang mutlak agar tidak termakan berita atau informasi yang salah.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
War Tiket Konser Day 3 BTS Capai 900 Ribu Antrean, Kurang dari 1 Jam!
-
Ditanya Penerus, Tom Holland Tegas Tunjuk Owen Copper Jadi Spider-Man
-
Kejutkan Media! Tom Holland Isyaratkan Sudah Menikah dengan Zendaya
-
Tayang Tahun Depan! Pixar Kenalkan Gangster Kucing Jalanan di Film Gatto
-
Live Action Lilo & Stitch 2 Akan Digarap Langsung Kreator Asli
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review The Gangster, The Cop, The Devil: Adu Brutal Polisi Nekat dan Bos Mafia Melawan Sang Iblis
-
The Traveling Cat Chronicles: Jejak Kesetiaan Nana Menembus Batas Waktu
-
The Furious, Bukti Film Aksi Asia Masih Sulit Dikalahkan Hollywood
-
Review Cerita Lila: Horor Psikologis yang Lebih Menakutkan dari Sekadar Penampakan
-
Sisi Protektif Victor Ma Pada Zhao Lusi yang Relate dalam Drama Hidden Love
Terkini
-
100 Tahun Naar de Republiek Indonesia: Menelanjangi Neokolonialisme 2026, Republik untuk Siapa?
-
Tanpa Jeda
-
Bertajuk 'The Sin: Bliss,' ENHYPEN Umumkan Comeback pada Bulan Agustus
-
It Girl Vibes! 4 Ide OOTD Kasual ala Roh Yoon Seo yang Cocok Buat Gen Z
-
Sinopsis Daikuko: GATE24, Drama Jepang Terbaru Shuri dan Maeda Gordon