Menjadi cantik adalah dambaan setiap perempuan. Namun sayangnya, kecantikan kerap identik dengan beberapa standar yang rasanya sulit untuk diraih. Salah satunya adalah cantik yang seringkali dinilai dari postur tubuh yang langsing.
Padahal, nilai dari seorang perempuan itu nggak hanya bergantung pada seberapa ideal penampilannya. Kalau kamu kebetulan punya postur tubuh yang 'big size', buku berjudul Cantik itu Ejaannya Bukan Kurus karya Ririe Bogar bisa menjadi bacaan yang menenangkan.
Sebagaimana judulnya, buku ini membahas tentang kumpulan motivasi agar seorang perempuan tetap percaya diri meskipun memiliki postur tubuh yang gemuk.
Pada dasarnya, cantik itu memang nggak harus kurus. Entah memiliki postur tubuh seperti apapun, yang terpenting itu adalah membangun kepercayaan diri. Sebab, ada banyak orang yang sekilas punya postur tubuh yang body goals, tapi ternyata dia nggak pede dengan dirinya sendiri.
Nah, di buku ini penulis berusaha membangun motivasi buat para perempuan agar selalu merasa percaya diri dengan kondisi fisik apapun yang dimiliki. Karena rasa percaya diri adalah kunci utama dari kenyamanan dan penerimaan diri.
Khususnya bagi perempuan bertubuh gemuk yang seringkali dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Seolah-olah, perempuan yang gemuk itu kelihatan nggak menarik.
Padahal, kalau kita punya value yang tinggi, maka penampilan fisik nggak jadi masalah yang besar.
Kalau merasa nggak percaya diri dengan bentuk fisik, kita bisa mengevaluasi hal apa yang dianggap kurang. Jika sudah tahu dengan kekurangan yang dimiliki, hal tersebut bisa perlahan diperbaiki.
Meskipun memang nggak semua hal bisa kita ubah. Tapi setidaknya, ada beberapa keadaan yang bisa kita pilih secara sadar. Misalnya nih, meski gemuk, kita bisa memilih untuk membiasakan diri berolahraga, mengatur pola makan, dan mengurangi konsumsi junk food.
Inilah bagian penting yang harus diperhatikan. Memiliki postur tubuh yang gemuk jangan sampai membuat kita abai dengan kesehatan diri sendiri.
Secara umum, buku ini cukup menarik. Ada banyak quotes yang bisa menjadi motivasi buat para perempuan agar percaya diri dengan bagaimanapun bentuk tubuhnya.
Namun, saya sedikit menyayangkan karena penulis tidak memberi penekanan secara mendetail tentang pentingnya menjaga kesehatan di atas.
Oleh karena sasaran pembaca untuk buku ini adalah orang-orang yang nggak pede dengan bentuk tubuh gemuk, sebenarnya sah-sah saja untuk memberi penghiburan bahwa perempuan itu nggak bisa dinilai dari bentuk tubuhnya saja. Tapi, saya pikir amat penting juga untuk tidak selalu memberi pembenaran untuk berada di zona nyaman.
Dalam artian, percaya diri dengan ukuran tubuh yang big size itu juga harus dibarengi dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan.
Pada beberapa bagian, penulis memang sempat menyinggung hal ini. Namun saya merasa bagian tersebut kurang dibahas secara mendalam.
Yakni kurang memberi penakanan bahwa percaya diri dengan bentuk tubuh yang gemuk bukan berarti menormalisasi pola hidup yang nggak sehat.
Tapi secara umum, buku ini cukup inspiratif. Sangat cocok untuk dibaca oleh perempuan yang sering merasa insecure dengan penampilan.
Bukunya juga dikemas dalam bentuk motivasi pendek beserta ilustrasi yang penuh warna jadi nggak bakalan ngebosenin saat dibaca.
Kalimat-kalimatnya juga sederhana sehingga mudah dipahami. Bagi yang nggak betah untuk berlama-lama buat baca buku, buku ini bisa menjadi alternatif bacaan yang gampang untuk diselesaikan. Bahkan sebagai bacaan sekali duduk.
Jadi, bagi Sobat Yoursay yang butuh bacaan ringan, buku ini bisa menjadi salah satu rekomendasi buku yang layak untuk disimak!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Teething: Mengurai Luka Keluarga dan Cinta Bersama Puisi
-
Persahabatan Gadis Korea-Jepang di Era Politik dalam Novel Shoko's Smile
-
Ulasan Buku The Correspondent: Antara Fakta dan Kemanusiaan
-
Ulasan Buku Daddy Has a Secret: Rahasia Ayah Pengidap Skizofrenia
-
Ulasan Novel Spiral: Romansa Penuh Emosi Antara Dunia Hoki dan Balet
Ulasan
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
Terkini
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan