Anime Death Parade memberikan pandangan unik tentang kehidupan dan kematian melalui perspektif para hakim kematian.
Anime Death Parade adalah kisah tentang akhirat yang kita kenal. Dalam dunia ini, seseorang ketika meninggal sampai di Quindecim, sebuah bar misterius yang dikelola oleh orang-orang yang disebut arbiter atau hakim. Di bar ini, arbiter akan menilai jiwa seseorang untuk menentukan apakah mereka akan pergi ke surga atau neraka.
Setiap episode Death Parade menunjukkan bagaimana arbiter menilai para tamunya, dan di atas semua itu, bagaimana para tamu bereaksi terhadap penilaian itu.
Melalui pertarungan, kisah cinta dan pengakuan yang menyentuh hati, Death Parade secara perlahan-lahan membuka tirai tentang berbagai topik, seperti bagaimana kami memandang kehidupan, kematian dan makna dari kehidupan itu sendiri.
Salah satu aspek menarik dari Death Parade adalah cara anime ini memberikan pandangan yang berbeda tentang kehidupan dan kematian.
Dalam dunia ini, kehidupan manusia adalah sesuatu yang sangat berharga dan kematian adalah suatu hal yang pasti.
Para hakim kematian memiliki pandangan yang netral tentang kematian, menempatkan kehidupan individu dalam keseimbangan dan mempertimbangkan setiap tindakan yang telah dilakukan selama hidup mereka sebelum membuat keputusan.
Namun, tanpa memberikan terlalu banyak spoiler, ada momen di mana arbiter mulai bertanya-tanya tentang kebenaran dari penilaian mereka.
Mereka mulai mempertanyakan apakah seseorang benar-benar pantas masuk surga atau neraka, dan apakah kehidupan seseorang harus diukur hanya berdasarkan tindakan mereka dalam hidup ini.
Melalui pertanyaan ini, Death Parade mengajarkan kita bahwa tidak ada yang mutlak dalam hidup dan tidak ada yang bisa diukur dengan sempurna.
Selain itu, Death Parade juga menunjukkan bagaimana kehidupan dan kebahagiaan terkadang terkait dengan pengambilan keputusan.
Dalam anime ini, para tamu dihadapkan dengan pilihan yang sulit dan mereka harus memilih satu dari dua hal buruk. Jika mereka salah memilih, mereka akan ke neraka.
Namun, apa pun yang mereka pilih, mereka akan meninggalkan dunia dengan ketenangan pikiran karena mereka percaya bahwa mereka telah memilih dengan benar.
Death Parade juga menyajikan game dalam cerita. Arbiter menggunakan game untuk menilai tamunya. Meskipun game yang dimainkan adalah game arcade klasik, seperti darts, air hockey, dan bowling, mereka memiliki kriteria penilaian yang spesifik untuk memutuskan kalah atau menang.
Setiap game dapat menjadi simbolis untuk beberapa kualitas atau kekurangan dari tamunya sehingga arbiter dapat dengan mudah memahami yang sebenarnya di dalam hati setiap tamu.
Death Parade adalah anime yang sangat menarik dan tajam dalam menghadirkan tema filosofis seperti kehidupan, kematian dan nilai moral.
Melalui serangkaian pertarungan dan percakapan yang berbobot, Death Parade menunjukkan bahwa hidup bukanlah soal pilihan ya atau tidak, dan kematian yang dipecahkan menjadi benar atau salah.
Kehidupan adalah hal yang rumit dan Death Parade mengajarkan kepada kita untuk hidup dengan sikap terbuka dan tidak menilai sesuatu hanya dari satu sisi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Anime Yama no Susume, Saat Hobi Naik Gunung Jadi Dokumenter
-
Review Film Little Women, Menolak Tunduk pada Zaman
-
Review Yona of the Dawn: Transformasi Epik dari Putri Manja Menjadi Pejuang Tangguh
-
Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail
-
Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!
-
Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir
-
Marah Itu Wajar, I Hate Everything! Mengajarkannya dengan Cara Lucu
-
Absolute Value of Romance: Tentang Seorang Remaja dan Halunya yang Kejauhan
-
Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak
Terkini
-
Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?
-
Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah
-
Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!
-
Mau Bagaimanapun, Mindfulness Tidak Bisa Memperbaiki Dunia yang Membuat Kita Cemas
-
Coba Tanya AI Sebelum ke Dokter: Solusi Praktis atau Bumerang Buat Keselamatan Pasien?