"Castle" adalah sebuah karya manhwa atau Webtoon yang digarap oleh Jeong Yoon yang berjumlah 118 episode. Manhwa ini menceritakan tentang Amur Tigro, seorang pembunuh bayaran terkemuka di Iskra, yang memutuskan untuk pensiun setelah menyelesaikan tugas terakhirnya.
Saat Tigro kembali ke tanah airnya di Korea, Tigro memiliki satu tujuan besar yaitu, menghadapi Castle, sebuah sindikat kriminal yang menguasai dunia bawah Korea.
Alur cerita yang diusung tidak hanya mengikuti rencananya yang telah dipersiapkan bertahun-tahun, tetapi juga memperlihatkan sudut pandang semua pihak yang terlibat dalam cerita ini.
Gaya seni "Castle" sangat garang, sejalan dengan atmosfer keseluruhan dan karakter-karakternya yang begitu kuat. Kim Shin menjadi karakter yang sangat dibutuhkan, yang memberikan sentuhan aksi yang serius dan kejam.
Kim Shin memenuhi harapan sebagai pribadi yang mencari pembalasan dan merentangkan perjalanannya dengan penuh kepahlawanan.
Manhwa ini berhasil menghindari jebakan umum di mana karakter aksi terlihat keren pada awalnya, tetapi akhirnya melunak dan jatuh cinta pada tokoh utama yang lebih suka menolong.
"Castle" mengambil pendekatan yang berbeda, mempertahankan kekerasan dan serius karakter aksi, yang menjaga cerita dari aliran yang umum dan klise.
Apa yang membedakan "Castle" adalah adegan perkelahian yang luar biasa. Penggambaran aksi dalam manhwa ini diakui sebagai yang terbaik, yang memberikan dimensi visual yang mendalam dan memukau bagi pembaca. Kelebihan ini memberikan daya tarik tambahan pada kisah ini.
Selain itu, "Castle" secara realistis memerlihatkan dunia pembunuh bayaran, mafia, dan kejahatan dunia bawah dalam konteks kehidupan nyata.
Ini bukan sekadar memberi label pada cerita sebagai mafia, melainkan memberikan pandangan mendalam dan menyeluruh ke dalam situasi kehidupan yang kompleks.
Meskipun awalnya alur cerita mungkin terasa lambat dan kurang menarik, cerita ini mulai berkembang setelah beberapa waktu dengan diperkenalkannya karakter-karakter dari berbagai organisasi.
Latar belakang yang ditulis dengan baik dan dinamika yang unik, terutama yang berkaitan dengan Korea, Jepang, Cina, dan Rusia, menambahkan lapisan mendalam pada manhwa ini.
Salah satu poin kelebihan "Castle" adalah adegan perkelahian yang diilustrasikan dengan sangat baik. Kemampuan seniman atau studio untuk menyajikan perkelahian, terutama dengan penggambaran pisau, diakui sebagai salah satu keunggulan manhwa ini yang dapat memukau para pembaca.
Meskipun mungkin sulit untuk mengingat nama-nama karakter terutama yang berasal dari Korea, seiring dengan perkembangan cerita, pembaca akan semakin familiar dengan hubungan dan peran masing-masing karakter.
Meski begitu, penting untuk mencatat bahwa awalnya beberapa bab mungkin terasa memerlukan kesabaran, tetapi hasil akhirnya dapat memuaskan.
Sebagai pribadi yang telah mengeksplorasi manhwa ini, saya merekomendasikannya. Sejauh pengalaman membaca saya, saya tidak dapat menahan diri dan berhasil menghabiskan 30 bab dalam sekali duduk.
"Castle" berhasil menggabungkan elemen-elemen cerita yang kompleks dengan ilustrasi yang memukau, yang menciptakan pengalaman membaca yang mendalam dan juga menghibur.
Baca Juga
-
Warung Mekar Jaya, Menikmati Gurihnya Nasi Genjes Khas Kota Malang
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism, Misi Pencarian Makna tentang Kehidupan
-
Fenomena Job Hugging, Tanda Loyalitas atau Karier Stagnan?
-
Mengubah Hobi Jadi Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga Futsal
-
Futsal dan Tren Urbanisasi: Solusi Ruang Terbatas di Lingkup Perkotaan
Artikel Terkait
-
Spoiler The Story of Parks Marriage Contract Episode 5: Bae In Hyuk Cemburu
-
Review Manhwa The Star Seekers, Grup Idola K-pop yang Hidup di Dunia Sihir
-
Review Manhwa Dark Moon: The Blood Altar, Kehidupan Murid di Sekolah Vampir
-
Selain My Demon, Ini 4 Drama Korea Song Kang yang Diadaptasi Webtoon
-
Review Webtoon Save Me, Kisah Persahabatan yang Terinspirasi dari Lagu BTS
Ulasan
-
Film Ahlan Singapore: Kisah Cinta di Negeri Singa yang Menyentuh Hati
-
Jejak Majapahit dan Aroma yang Menjerat Keserakahan dalam Aroma Karsa
-
Ulasan Buku Julid Fi Sabilillah: Strategi Warganet Indonesia Membongkar Propaganda Israel
-
Perempuan, Perlawanan, dan Palestina: Memahami Leila Khaled Lewat Biografi Karya Sarah Irving
-
Memaklumi Manusia Tak Harus Selalu Kuat di Novel Bibi Gill Karya Tere Liye
Terkini
-
Pesan Suara dari Nomor Asing
-
9 Jadi 10! Promo Bukber Unik di Ibis Styles Malang Yang Wajib Dicoba
-
Mengenal Fenomena Happy Burnout di Dunia Kerja Indonesia
-
4 Parfum Aroma Manis Unisex untuk Hadiah Valentine, Romantis dan Berkesan!
-
FOMO yang Menggerakkan: Mulai dari Ikut Tren Jadi Rutinitas Hidup Sehat Anak Muda