Ada beberapa buku yang saking page turner-nya membuat para pembaca jadi tidak bisa lepas dari buku tersebut sebelum sampai di halaman terakhir. Biasanya, buku-buku ini memang memiliki cerita dan alur yang super seru, sehingga berhasil menarik pembaca untuk terus membacanya.
Page turner adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan buku-buku yang berhasil menarik perhatian pembaca, sehingga mereka merasa terhanyut dan tidak sadar tahu-tahu sudah membaca sampai hampir mencapai akhir. Kamu pernah mengalaminya?
Dikutip dari Instagram @mizandotcom, berikut ini ada beberapa rekomendasi buku-buku page turner yang bakal bikin kamu susah lepas darinya.
1. Sea Prayer karya Khaled Hosseini
Sea Prayer ditulis oleh Khaled Hosseini sebagai bentuk keprihatinan terhadap krisis pengungsi yang saat ini terjadi di dunia. Ia tergugah oleh foto Alan Kurdi, seorang bocah pengungsi Suriah berusia tiga tahun yang jenazahnya terdampar di pantai Turki.
Khaled seakan ingin memberi penghormatan kepada jutaan keluarga yang tercerai-berai dan terusir dari rumah mereka gara-gara perang.
2. Lady in Disguise karya Georgette Meyer
Novel yang satu ini berkisah tentang Sir Richard Wyndham yang merasa stres karena perjodohan yang dipaksakan keluarganya. Ia pun berjalan pulang dalam keadaan mabuk.
Tidak disangka-sangka, dirinya malah mendapati seorang pemuda yang berusaha kabur dari jendela lantai dua sebuah rumah dan terjatuh dalam pelukannya.
Plot twistnya, rupanya pemuda yang terjatuh dalam pelukannya itu adalah seorang gadis yang tengah menyamar!
3. Lost Child: Permintaan Tolong Si Gadis Pembohong karya Torey Hayden
Bercerita tentang seorang gadis kecil yang berada di sudut Wales yang terlupakan. Ia pandai berbohong dan mendekam di sebuah rumang singgah untuk anak-anak bermasalah. Dengan berbekal kesabaran dan kasih sayang, Hayden mulai menangani anak yang bernama Jessie ini seminggu sekali.
Namun, ketika Jessie menuduh salah satu staf rumah singgah melecehkannya, pekerjaan Heyden jadi berlipat ganda.
4. I Am In Danger karya Zaeem
Rekomendasi yang terakhir ini berasal dari karya penulis Indonesia. Mengisahkan Ocha, seorang gadis miskin yang memiliki IQ di atas rata-rata. Ia beruntung mendapatkan beasiswa akademik di salah satu sekolah terelite di Jakarta.
Demi menjaga beasiswa itu, ia bertekad menjauhi dua orang paling berbahaya setelah guru BK, yakni Sean Aurelliano dan Axel Sharafat Ardiaz.
Buku-buku di atas siap mengajak kamu berpetualang lewat barisan kata-kata dan alur cerita yang menghipnotis sampai-sampai kamu lupa waktu. Selamat membaca!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan
-
Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia
-
Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati
Artikel Terkait
-
4 Rekomendasi Novel Berdasarkan Genre, Mana yang Jadi Favoritmu?
-
Perluas Sudut Pandangmu dengan Membaca 3 Rekomendasi Buku Berikut Ini
-
Mencari Makna Rumah dari Buku "Pulang" Karya Tere Liye
-
4 Rekomendasi Buku untuk Memperbaiki Mindset Keuangan, Gen Z Wajib Baca!
-
5 Rekomendasi Buku untuk Bonding Time Bersama Anak
Ulasan
-
Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982
-
Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental
-
Review The Longest Wait: Melihat Perjuangan Timnas Garuda dari Balik Layar
Terkini
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?
-
Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial
-
Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran