Experience is the best teacher. Dulu saya kerapkali mendengar ungkapan bahasa Inggris ini dari beberapa guru semasa duduk di bangku SD, yang artinya pengalaman adalah guru terbaik. Sepanjang pengetahuan saya, pengalaman memang guru terbaik. Saya tahu rasa perihnya luka saat mengendarai sepeda dengan kecepatan tinggi lalu terjatuh.
Andai saya tidak terjatuh saat kelas V SD itu, barangkali saya tetap ugal-ugalan mengendarai sepeda. Namun, sebab mendapat pengalaman terjatuh, luka dan perih di lutut, telapak tangan dan lengan, saya lalu dapat mengantisipasinya dengan lebih berhati-hati saat naik sepeda.
Kaitannya dengan buku berjudul Aku dan Kambing Kesayanganku ini adalah sama-sama mengungkapkan pengalaman. Kisah mereka bukan angan-angan, tetapi sebuah pengalaman keseharian. Kisah yang diangkat dalam buku ini berasal dari daerah pinggiran yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Salah satu pelajaran penting yang bisa diambil dari kisah-kisah di dalam buku terbitan Raja Grafindo Persada ini, bahwa mereka mendapatkan pendidikan tidak hanya di bangku sekolah, namun di mana saja, di antaranya ada di kandang saat memberi makan kambing.
Dika mempunyai enam kambing yang gemuk dan sehat. Ia merawat kambing-kambingnya dengan sangat baik. Tapi, ketika musim kemarau melanda, rumput segar di sekitar rumah Dika sulit dicari.
Hal ini kemudian membuat Dika beserta bapaknya bersedih hati. Dika ingin tetap menemani bapaknya untuk mencari rumput, sementara si bapak melarangnya, agar Dika konsentrasi belajar di sekolah saja. Tapi, Dika memaksa ikut, sebab tidak tega membiarkan bapaknya seorang diri mencari rumput di tempat yang jauh.
Selain Dika, ada juga kisah Septi dan teman-temanya yang asyik memanjat pohon kersen. Mereka memetik buah kersen yang sudah matang di pohonnya yang tinggi. Sampai di puncak pohon kersen yang tinggi, Septi tidak bisa turun dan kakinya tersangkut ranting.
Septi akhirnya jatuh dari pohon kersen. Ia memegangi bokongnya sambil merasa kesakitan. Sedangkan teman-teman Septi kompak menertawakan, bukan sibuk menolongnya.
Ya, inilah sebagian kisah seru yang termuat di dalam buku yang ditulis oleh siswa-siswi SDN 03 Logandu, Kebumen itu. Selain dua kisah tersebut, juga terdapat kisah-kisah lain yang tak kalah seru. Salah satunya berjudul Cita-cita Agung, Memancing Ikan di Sungai, Bapakku Petani Kencur, Lomba Balap Sepeda, Kecurangan Olif, Indahnya Saling Menolong, Indahnya Kebersamaan, Berbagi Umpan Cacing, Ponsel Kak Selomita, Tugas Mengamati dari Bu Guru, dan lain sebagainya.
Demikian ulasan dari buku antologi cerita anak yang ditulis oleh Siswa SDN 03 Logandu, Kebumen. Semoga dapat menginspirasi siswa-siswa lain di Indonesia untuk semangat berkarya.
Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Aku dan Kambing Kesayanganku
Penulis: Nanang Martono, dkk
Penerbit: Raja Grafindo Persada
Cetakan: I, 2022
Tebal: 100 halaman
ISBN: 978-623-5450-01-8
BACA ARTIKEL DAN BERITA LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Novel Kemben Emas: Sejarah Kejayaan Majapahit dan Bangkitnya Kerajaan Demak
-
Ketika Galvalum Menang, Petani Kayu Tumbang
-
UMK Jember Tembus 3 Juta, Sudahkah Memenuhi Realitas Hidup Buruh?
-
6 HP Harga Rp2 Jutaan dengan Kamera 108MP dan Stabilizer, Hasil Foto Memukau Setara iPhone
-
Bungkus Sendiri Lebih Asyik: Tips Jajan Es Teh Kekinian di Tengah Kenaikan Harga Plastik
Artikel Terkait
Ulasan
-
Novel Kemben Emas: Sejarah Kejayaan Majapahit dan Bangkitnya Kerajaan Demak
-
Refleksi Lagu Runtuh: Ketika "Baik-baik Saja" Jadi Kebohongan Paling Melelahkan
-
Pesan Kuat di Balik Film 'David': Mengalahkan 'Raksasa' dalam Hidup Kita Sehari-hari
-
Kisah Desi dan Aini: Saat Idealisme Guru Bertemu Tekad Baja Sang Murid
-
Peran Terbaik Laura Basuki! Menguak Sisi Gelap Sumba di Balik Film Yohanna
Terkini
-
Hyeop-sama Is Back! Chae Jong Hyeop Dikonfirmasi Bintangi Drama Jepang Baru
-
Drama Perfect Crown Debut dengan Rating Tertinggi ke-3 dalam Sejarah MBC
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural
-
Teruntuk Kamu! Lampu Kendaraanmu Terang Banget Kayak Mau Jemput Ajal Saya
-
Hunian di Balik Geligi Elara