Produsen minuman raksasa dunia Coca-Cola bekerja sama dengan Komite Olimpiade Internasional (ICO) menciptakan lagu untuk menyelenggarakan sportivitas dalam dunia olahraga berjudul “Hello World”.
Berdasarkan keterangan dari laman resmi Olimpiade, lagu yang rilis pada tanggal 25 Juli 2024 kemarin ini diproduseri oleh Ryan Tedder (anggota band musik One Republic), dan dinyanyikan oleh penyanyi asal Amerika Serikat Gwen Stefani dan rapper Anderson .Paak. Karya ini juga menjadi selebrasi 96 tahun kerja sama antara Coca-Cola dengan ICO, dan menjadi kali pertama dua pihak ini berkolaborasi untuk menciptakan sebuah lagu.
Dalam wawancara eksklusif Billboard dengan pihak Coca-Cola, disebutkan bahwa mereka berusaha agar lagu ini tidak terdengar seperti sebuah jingle iklan. Tedder selaku produser juga menyampaikan bahwa ia mendapatkan banyak inspirasi karena selalu menonton pertandingan Olimpiade sejak kecil. Lahirlah “Hello World”, sebuah lagu yang diharapkan bisa dinikmati oleh para atlet dan pendengar di seluruh dunia untuk merayakan keberagaman yang membuat masing-masing individu terlihat unik.
Lagu berdurasi 2 menit 31 detik ini dibuka dengan alunan rapp dari Anderson. Bagian chorus-nya sederhana dan mudah diikuti. Ketika Gwen Stefani dan Anderson menyanyikan bagian "Let me hear you say," pendengar tinggal menyahuti dengan kata "Yeah, yeah, yeah".
Dengan struktur lagu pada umumnya (verse-pre chorus-chorus), dinamika yang membuat “Hello World” terdengar tidak monoton baru terdengar di bagian hook terakhir sebelum lagu berakhir ketika instrumen lagu diputar dengan tambahan iringan terompet.
Sudah jelas, selain tujuan komersial, lagu ini memang sengaja dibuat dengan menargetkan genre musik yang tergolong ‘aman’ dan bisa disukai oleh publik. Sebagai lagu resmi kegiatan olahraga bergengsi sekelas Olimpiade, “Hello World” rasanya adalah sebuah downgrade dibandingkan dengan lagu-lagu di Olimpiade pendahulu seperti “One Moment in Time”, “Amigos Para Siempre”, dan “The Power of The Dream.”
Tentu, “Hello World” memang lagu yang merdu dan seru untuk dibuat menari, tapi minimnya klimaks dan lirik yang bermakna membuat lagu ini lebih cocok diputar di ruang tunggu atau ketika pertandingan berada dalam bagian istirahat sejenak. Kurang ada efek berkesan yang bisa membuat karya ini membekas dan terngiang-ngiang di benak para pendengar musik.
Bagaimana pendapatmu mengenai lagu ini? Saat ini, antusiasme seluruh warga dunia tertuju kepada acara penutupan Olimpiade yang akan dilaksanakan nanti pada 11 Agustus 2024 waktu Prancis setempat. Siapa saja yang akan tampil dan seperti apa megahnya acara penutupan tersebut? Mari nantikan dan tetap dukung terus seluruh atlet olahraga Indonesia yang bertanding di Olimpiade Paris 2024!
Baca Juga
-
'Di Udara' Efek Rumah Kaca: Seruan Perjuangan yang Tidak Akan Pernah Mati
-
"to: the future you", Hadiah Valentine Manis dari Verenathania
-
Ajakan Anti Gagal Move-On dalam The Loudr 'Takkan Kucari Lagi'
-
Bukti Nyata Kasih Seorang Ibu dalam Seo Moontak 'Ballad of The Witches' Road'
-
'Stuck' 82MAJOR: Berani Nyeleneh dengan Konsep Old-School Hip-Hop
Artikel Terkait
-
Fantasy Boys 'Pitter-Patter-Love': Lagu Cinta Monyet Khas Anak Sekolah
-
Salma Salsabil Gaet Rapper Basboi, Rilis Lagu Kasmaran Berjudul 'affa iyah'
-
Bergenre Pop Tahun 80-an, Ini Detail Lagu Baru NCT Dream 'Rains in Heaven'
-
Gempi Sukses Debut Akting di Musik Video Gala Bunga Matahari Karya Sal Priadi
-
Meski Nyesek, Cinta Searah Juga Bisa Indah seperti di Lagu JKT48 Ini
Ulasan
-
Teach You A Lesson vs Study Group: Drakor Mana yang Paling Recommended?
-
Review Drama Filing For Love: Angkat Isu Fatherless yang Bikin Mewek
-
Review Drama Korea Your Honor: Ketika Keadilan Tak Lagi Hitam Putih
-
Novel Bandung Menjelang Pagi: Sisi Gelap Kota Kembang ala Brian Khrisna
-
Menyusuri Lorong Rindu dalam Antologi Puisi Bertemu di Temaram
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia