Tempat-tempat bersejarah identik dengan cerita mistis di dalamnya. Konon cerita tersebut seringkali beredar luas secara turun temurun bersumber dari informasi penduduk setempat, tokoh kunci maupun sumber lainnya.
Tak sedikit pula tempat-tempat yang mengandung sejarah mistis dijadikan sebagai destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Salah satu destinasi wisata yang di dalamnya terkandung cerita mistis di Gresik adalah bukit Surowiti. Bukit Surowiti berlokasi di desa Surowiti, kecamatan Panceng, kabupaten Gresik. Selain menawarkan pesona alamnya yang indah, destinasi satu ini juga dikelilingi oleh tempat-tempat sakral nan mistis di dalamnya.
Tempat mistis yang menjadi identitas lokal tentu menyimpan daya tarik sendiri bagi pengunjung. Kebanyakan dari destinasi mistis menyimpan ladang pengetahuan yang luas atas sejarah-sejarah di baliknya.
Bukit Surowiti juga menjadi tempat ziarah untuk para wisatawan karena terdapat petilasan sunan Kalijaga di puncak bukit. Tempat ini menjadi lokasi sunan Kalijaga untuk mengembangkan agama Islam di sekitar desa Surowiti.
Yang tidak kalah menarik dan menyimpan sisi mistis kental adalah sisi timur dari petilasan sunan Kalijaga. Pada sisi timur petilasan sunan Kalijaga terdapat goa yang diyakini sebagai tempat pertemuan atau berkumpulnya Walisongo untuk merundingkan permasalahan yang terjadi pada saat itu. Goa ini dikenal dengan nama goa Langsih.
Akan tetapi destinasi bukit Surowiti tidak hanya menampilkan kesan mistis saja namun juga menawarkan pesona alam yang indah hingga menyajikan pemandangan-pemandangan menakjubkan yang dapat dilihat dari puncak bukit.
Bukit surowiti juga seringkali dijadikan sebagai tempat perkemahan, wall climbing, outbond land maupun penjelajahan. Destinasi ini tentu bisa menjadi pilihan yang tepat untuk para traveller yang suka mengunjungi tempat-tempat anti mainstream.
Sebagai masyarakat Indonesia yang baik tentu pengunjung juga dituntut untuk tetap teguh dan patuh terhadap budaya maupun kepercayaan setempat yang ada di sekitar bukit Surowiti.
Keberagaman yang berbeda-beda juga mengharuskan pengunjung untuk percaya akan suatu pedoman atau keyakinan yang dipegang dalam daerah tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Mengenal Sembayat Bamboo Carnival, Tradisi Kemerdekaan Mirip Ogoh-Ogoh Bali
-
Bongko Kopyor Khas Gresik, Pelengkap Takjil yang Unik dan Paling Diburu
-
Bareng NCT Dream, Super Junior D&E Dikonfirmasi Comeback Bulan Depan
-
Intip Pesona Wisata Pantai Dalegan Gresik, Banyak Spot dan Fasilitas Baru
-
Bentuk-Bentuk Catcalling yang Jarang Disadari dan Masuk Ranah Pelecehan
Artikel Terkait
-
Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Pariwisata Olahraga Punya Dampak Besar Pada Peningkatan Ekonomi
-
Pengalaman Mistis Arya Saloka Syuting Film Lembayung, 'Ditindih' di Siang Bolong
-
Gunung Tangkuban Perahu: Daya Tarik, Fasilitas, dan Harga Tiket Masuk
-
Kebun Raya Bogor: Tempat Wisata yang Tak Boleh Dilewatkan Bersama Keluarga
-
5 Rekomendasi Destinasi Wisata Termegah di Asia Tenggara
Ulasan
-
Gie dan Surat-Surat yang Tersembunyi: Belajar Integritas dari Sang Legenda
-
Malang Dreamland Tawarkan Liburan Mewah Dengan View Instagenic
-
Belajar Tentang Cinta dan Penerimaan Lewat 'Can This Love Be Translated?'
-
Pendidikan Kaum Tertindas: Saat Sekolah Tak Lagi Memanusiakan
-
Seri Kedua Novel Na Willa: Konflik dan Kisah Lama Masa Kanak-Kanak
Terkini
-
Fresh Graduate Jangan Minder! Pelajaran di Balik Fenomena Open To Work Prilly Latuconsina
-
Misi Damai di Luar, Kegelisahan di Dalam: Menggugat Legitiminasi Diplomasi
-
Hadapi Sengketa Pajak Rp230 Miliar, Cha Eun Woo Gandeng Firma Hukum Kondang
-
Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?
-
4 Ide Outfit Simpel ala Ranty Maria, Nyaman dan Tetap Modis