Film Kabut Berduri merupakan film Indonesia garapan Palari Film yang tayang pada 1 Agustus 2024. Mengangkat genre kriminal dan thriller, film ini menceritakan tentang misteri pembunuhan keji yang terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan-Malaysia.
Film Kabut Berduri disutradarai oleh Edwin yang merupakan salah satu sutradara film ternama di Indonesia. Sederet aktor dan aktris ternama Indonesia menjadi pemeran, diantaranya Putri Marino, Yoga Pratama, Lukman Sardi, dan Nicholas Saputra.
Secara singkatnya, seorang polisi sekaligus detektif bernama Sanjaya (Putri Marino) dikirim ke tanah Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia untuk menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang tak wajar.
Bersama dengan Thomas (Yoga Pratama), Sanjaya melakukan sederet proses penyelidikan hingga ditemukan adanya dugaan campur tangan pihak penting dan hubungannya dengan perdagangan manusia.
Sepanjang film Kabut Berduri, nama 'Ambong' seringkali disebut oleh masyarakat setempat dan dipercayai sebagai roh penjaga hutan yang begitu dihormati.
Kepercayaan adat yang masih kental dan perselisihan antara masyarakat dengan polisi, film ini seolah memberikan gambaran tidak percayanya masyarakat dalam dengan hukum negara, dan berpegangan teguh dengan hukum adat.
Kabut Berduri sejujurnya menjadi salah satu film yang wajib banget untuk ditonton. Di menit awal, mungkin penonton akan dibuat kebingungan menebak-nebak dalang dibalik pembunuhan tersebut. Banyak pihak yang dicurigai dan terbukanya kasus lain. Namun, saat mendekati akhir sebuah plot-twist terungkap.
Dari segi pemeran utama dalam film tersebut, sudah tidak perlu diragukan kualitasnya. Putri Marino bak polisi sungguhan dengan karakter yang tegas dan kemampuan beladiri yang keren banget.
Yoga Pratama sebagai Thomas juga sukses bikin penonton greget dan curiga. Namun, sangat disayangkan Nicholas Saputra di film ini tidak memiliki banyak scene, tapi tetap saja karismanya saat menjadi anggota TNI bukan main-main.
Selain alur cerita dan pemilihan cast-nya yang gong banget. Pemilihan tempat dan pengambilan setiap reka adegan benar-benar memanjakan mata. Oleh sebab itu, saat kamu melihat film ini kamu seolah-olah dibawa merasakan betapa mencekamnya suasana disana.
Thriller buatan anak bangsa ini rekomen banget untuk masuk ke daftar tontonan akhir pekanmu. Selain alurnya yang cukup tak tertebak, para cast film yang keren, kamu juga dibawa melihat bagaimana gambaran kehidupan di Kalimantan yang jarang diangkat di dalam film.
Film yang juga berjudul Inggris "Borderless Fog" ini telah dirilis pada 1 Agustus kemarin dan dapat kamu tonton secara resmi di platform streaming film Netflix.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Lee Si Young Umumkan Kehamilan Anak Kedua Tanpa Persetujuan Mantan Suami
-
Lisa BLACKPINK Bintangi Serial Netflix "Hitmakers", Tayang Kapan?
-
Rapper Asal Australia Ancam Tuntutan Hukum pada ALLDAY Project Terkait Trademark
-
5 Drama Korea Sekolah Penuh Aksi yang Mirip Weak Hero Class
-
Isyaratkan Comeback, Momoland Tandatangani Kontrak dengan Agensi Baru
Artikel Terkait
-
Perdana Main Film Horor, Gemi Nastiti Langsung Disambut Pengalaman Mencekam
-
Bukan Gara-Gara Hijrah, Risty Tagor Beberkan Alasan Sempat Berhenti Syuting
-
Usai Dune 2, Rebecca Ferguson Bakal Main di Film The Magic Faraway Tree
-
Review Film Kaka Boss: Bahas Drama Ayah-Anak hingga Stereotip Orang Timur
-
Bintangi Film The Beast, Samuel L. Jackson Akan Berperan sebagai Presiden
Ulasan
-
5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Review Film Mutiny: Ketika Jason Statham Terjebak di Kapal Neraka, Masih Bisa Selamat?
-
Review Drama Beyond Evil, Misteri Hilangnya Warga Munju
-
Monster Hands: Ketika Monster Bawah Tempat Tidur Tak Lagi Menakutkan
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan