Netflix kembali menyuguhkan film bergenre crime-investigative thriller, yang kali ini dari Indonesia berjudul: “Kabut Berduri”. Film ini nggak cuma film thriller yang mengaduk-aduk adrenalin ketegangan dengan misteri pembunuhan berantai, tapi juga mengajak penonton menyelami Ambong.
Sutradara Edwin kali ini mengarahkan film dengan tema yang sangat menarik. Di dalam film ini, kita akan melihat bintang-bintang top Indonesia, di antaranya: Putri Marino, Yoga Pratama, Lukman Sardi, Nicholas Saputra, dan masih banyak bintang pendukung lainnya. Jujurly, mereka membawakan peran mereka dengan kuat di dalam cerita yang kompleks.
Film berlatar pedalaman Kalimantan dengan segala keragaman budaya dan kepercayaan yang kuat, jadi latar yang pas banget dalam menggali tema yang berat ini.
Merujuk dari filmnya yang tayang sejak 1 Agustus 2024, rupanya ada bagian dari kepercayaan yang sudah ada sejak lama, jauh sebelum pengaruh hukum negara muncul. Dalam film ini, kita diperkenalkan dengan ‘Ambong’. ‘Ambong’ ini sebenarnya terinspirasi dari ‘Umbong’. Nah, Ambong rupanya bukan cuma cerita rakyat, tapi merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari mereka.
Kepercayaan terhadap ‘Ambong’ dalam Film Kabut Berduri menjadi salah satu elemen yang begitu menarik perhatian. ‘Ambong’ digambarkan sebagai sosok yang memiliki kekuatan untuk melindungi atau menghukum, mencerminkan seberapa dalam masyarakat setempat terikat dengan tradisi mereka. Dan itu menjadi bagian konflik ketika Ipda Sanja, yang diperankan oleh Putri Marino, datang untuk menyelidiki kasus pembunuhan.
Dalam Film Kabut Berduri, Ipda Sanja, tampaknya juga seperti menjembatani kesenjangan antara dua sistem. Masalahnya bukan hanya tentang hukum, tapi juga tentang kepercayaan dan legitimasi setempat.
Begini, banyak orang dalam Film Kabut Berduri, merasa bahwa hukum negara nggak memahami Ambong, sementara hukum negara juga merasa perlu menegakkan keadilan tanpa memperhitungkan kepercayaan lokal. Sejujurnya hal demikian menambah lapisan kompleksitas pada cerita, dan bikin film ini jadi lebih dari sekadar thriller kriminal.
Begitulah, Film Kabut Berduri seakan-akan nggak cuma menggunakan konteks budaya sebagai latar belakang, tapi juga sebagai bagian penting dari cerita. ‘Ambong’ yang disebut-sebut menjadi bagian dari misteri yang sedang diselidiki, ini seolah-olah menunjukkan bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari hukum manusia yang memengaruhi peristiwa dalam film. Menarik banget sih!
Maka dari itu, film ini memberikan pandangan khusus tentang bagaimana masyarakat adat beroperasi di luar norma-norma hukum negara dan bagaimana konflik ini bisa berkembang jadi sesuatu yang lebih besar.
Jadi, menurutku, Film Kabut Berduri bukan cuma film thriller misteri yang bikin penasaran, tapi juga mengandung komentar sosial. Melalui kisahnya yang memikat dan penuh misteri, ditambah dengan bintang-bintang top, film ini jelas layak untuk ditonton dan dipikirkan lebih dalam. Selamat nonton ya.
Baca Juga
-
Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak
-
Review Cold Storage: Ketika Ruang Penyimpanan Berubah Jadi Perangkap
-
Simbolisme Angel dan Lucifer, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway
-
Review Hope: Ketika Ketidaktahuan Manusia Jadi Kekacauan yang Mematikan
-
Review Chronovisor: Saat Kebenaran dan Teori Konspirasi Sulit Dibedakan
Artikel Terkait
-
Chase Sui Wonders Diincar Main di Reboot I Know What You Did Last Summer
-
Laris Manis Main di Film Horor, Yasamin Jasem Pernah Jenuh?
-
Ulasan Film Korea Mission Cross, Suguhkan Laga Komedi Legit dan Menggigit!
-
Film Kemah Terlarang: Kesurupan Massal Kisah Nyata Teror Gaib Perkemahan
-
Selamat! Animasi Blue Eye Samurai Menang di Emmy Awards untuk ke-4 Kalinya
Ulasan
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
-
Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati
-
Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan
Terkini
-
Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?
-
Kuda Menari dan Pohon Telur: Cara Unik Orang Mandar Rayakan Maulid Nabi
-
Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan
-
Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!