Tidak hanya di Jogja, Blitar juga memiliki kawasan yang mirip Malioboro Jogja bernama Blitar City Walk. Kawasan Malioboro Blitar ini terletak di Jl. Ir. Soekarno, Sentul, Blitar. Lebih tepatnya, kawasan ini berada di jalan depan area Makam Bung Karno.
Suasana kawasan Blitar City Walk ini sangat ramai. Tak heran karena jalan ini menjadi jalan utama yang dilewati wisatawan saat berkunjung ke Makam Bung Karno.
Di sisi kanan dan kiri jalan banyak penjual makanan, minuman, serta oleh-oleh khas Blitar. Jalan di kawasan ini berupa paving block. Di tepi jalan juga tersedia tempat duduk estetik, cocok untuk bersantai sambil berfoto atau membuat konten.
Untuk suasana di siang hari tidak begitu banyak orang berlalu-lalang, karena cuacanya yang panas. Meski begitu, warung serta toko-toko di area ini tetap buka dari siang.
Saat memasuki sore hingga malam hari, barulah suasana di kawasan Malioboro Blitar ini mulai ramai. Jika beruntung, kalian bisa melihat pertunjukan seni yang biasanya ditampilkan di tempat pertunjukan seni area Makam Bung Karno pada malam hari. Hal ini juga menambah keramaian dan menarik pengunjung datang ke sini.
Bagi kalian yang ingin ngopi di malam minggu, bisa datang ke angkringan di daerah ini. Banyak tersedia menu sate khas angkringan yang murah. Kalian juga bisa sekadar berjalan-jalan di daerah ini sambil mencari jajanan yang bisa dinikmati di tepi jalan.
Di area Malioboro versi Blitar ini juga terdapat salah satu warung makan legendaris yaitu Pecel Mbok Bari. Warung ini sangat terkenal hingga ke luar daerah. Bahkan banyak wisatawan yang disempatkan untuk mampir ke Warung Pecel Mbok Bari setelah ziarah ke Makam Bung Karno.
Selain pecel Mbok Bari, tersedia juga banyak makanan khas Blitar serta hidangan lezat yang disajikan oleh warung di sepanjang jalan. Wisatawan yang juga bisa membeli oleh-oleh khas Blitar berupa baju, aksesoris, pernak-pernik, ataupun gerabah.
Dengan banyaknya wisatawan atau pengunjung di daerah ini, maka bisa meningkatkan ekonomi serta menjadikannya pusat pariwisata di Kota Blitar.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Ulasan 'Monster Manners A to Z', 26 Monster yang Ternyata Jago Tata Krama
-
Bad Days Aren't Forever, Pelukan Kecil untuk Hari-hari yang Tidak Baik
-
Kisah Pip, Burung Kecil yang Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Bukan Sekadar Cerita, Ini Petualangan Search and Find di Kota Tikus
Artikel Terkait
-
Terjunkan 400 Petugas, Puluhan Bangunan Liar Bong Suwung di Kota Jogja Dirobohkan
-
SIM Habis Masa Berlaku? Tenang, Ini Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Kota Jogja
-
Merayakan Hari Raya Patah Hati di Veteran Cup Festival 2024
-
Pemain Keturunan Jogja Ditolak STY Masuk Timnas Indonesia, Padahal Predator Muda Paling Mengerikan
-
Surga Aglaonema! Inilah Taman di Jogja yang Wajib Dikunjungi Kolektor Tanaman Hias
Ulasan
-
Di Luar Ada Zombie, di Dalam Ada Pembunuh! Review Novel Murder at Shijinso
-
Museum Blambangan dan Artefak Tanah Liat yang Harus Dijaga
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Mampukah Indonesia Bangkit? Mencari Jalan Keluar dari Krisis
-
Indonesia Tidak Lagi Dijajah Belanda, Lalu Mengapa Gerpolek Masih Relevan?
Terkini
-
Jalur Migrasi Terputus Akibat Kebun, Bencana Besar Mengintai Populasi Gajah Kita
-
Sinopsis The Soulmate Rings, Drama Romantis Mook Worranit dan Euro Yotsawat
-
Memilih Turun Level Demi Stabilitas: Apakah Downgrade Career Sebuah Kemunduran?
-
Diet Informasi: Cara Merebut Kembali Kedamaian Pikiran di Era Digital
-
Demi Target Piala Asia 2027, Indonesia Siap Tambah Naturalisasi Pemain Baru