Buku Guru Cinta merupakan kumpulan cerita pendek yang dirangkai oleh Helvy Tiana Rosa bersama sejumlah penulis lainnya. Dengan sentuhan khas sastra Indonesia, buku ini mengeksplorasi berbagai dimensi cinta seorang guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap cerita menggali makna cinta yang lebih mendalam, yakni cinta yang penuh nilai kehidupan dan pengabdian.
Melalui tokoh-tokoh yang beragam, pembaca diajak menyelami 13 kisah inspiratif para pendidik di berbagai daerah di Indonesia yang kadang getir, dan kadang juga indah. Kisah-kisah ini ditulis dengan sangat menyentuh perasaan, membawa pembaca ke dalam nuansa kehidupan yang dekat dengan realitas sehari-hari.
Masing-masing guru mempunyai kisah tersendiri tentang suka duka di dunia pendidikan. Ada guru yang berjuang membangun sekolah untuk warga yang tidak mampu, guru yang dengan sabar mengajari murid berkebutuhan khusus, guru yang memilih mendirikan home schooling, guru kreatif yang berhasil menciptakan mesin batik, dosen yang penuh inovasi dalam setiap mengajar, serta kisah-kisah lainnya yang tidak kalah menarik dan menyentuh hati.
Dalam kisah pertama bertajuk Sekolah Plastik yang ditulis oleh Parminah, Kepala SD Fadhilah Jakarta Utara dengan ketulusan dan kepeduliannya kepada nasib pendidikan anak-anak di daerah pinggiran Jakarta Utara, mampu mewujudkan sebuah sekolah bagi mereka.
Parminah mengajari murid-muridnya di sebuah bangunan lusuh yang berdempetan dengan rumah penduduk tanpa penghuni yang bau kotoran hewan. Sebelum pelajaran dimulai, murid-muridnya bergotong-royong membersihkan rumah tersebut. Dengan semangat, murid-murid Parminah menyapu dan membuang sampah-sampah yang menumpuk di setiap sudut rumah. Tidak sedikit juga membersihkan kotoran hewan yang menusuk hidung.
Tempat belajar mereka tidak bisa diduduki. Tak ada bangku dan kursi, serta lantai tanahnya sangat lembap. Tetangga yang menyaksikan kegelisan Parminah akhirnya menyodorkan selembar plastik untuk diduduki para peserta didik.
Selain itu, saat hendak belajar menulis dan membaca, ibu guru Parminah bingung mau menulis di mana. Akhirnya, ia punya ide untuk menulis di pintu ruangan memakai batu apung yang dipungut dari pantai. Sejak itu, papan darurat yang mereka buat menulis itu disebut Pintu Ajaib.
Karena tidak punya uang untuk membeli kapur tulis, Ibu Parminah menggunakan batu apung dalam setiap harinya. Sementara penghapusnya menggunakan pakaian bekas yang lebih dulu diberi sedikit air agar bisa menghapus Pintu Ajaib.
Guru Cinta adalah buku yang menawarkan pengalaman mengajar di dunia pendidikan yang beragam dan kompleks. Cocok bagi siapa saja yang ingin merenungkan arti cinta seorang guru kepada murid. Bertebar pesan moral yang mendalam. Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Guru Cinta
Penulis: Helvy Tiana Rosa, dkk
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, Agustus 2014
Tebal: 266 Halaman
ISBN: 978-602-03-0829-6
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Penyimpanan Internal 256 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Oppo Find X9s Usung Chipset Dimensity 9500s dan Kamera 200 MP, Segera Rilis dalam Waktu Dekat
-
Honor Magic V6 Siap Guncang Mobile World Congress 2026, HP Lipat Fast Charging Tercepat di Kelasnya
-
4 Rekomendasi HP Layar Lengkung Terbaik 2026, RAM Besar Harga Mulai Rp 2 Jutaan
-
Huawei Nova 14i Diluncurkan di Hong Kong, Andalkan Chipset Snapdragon 680 dan Penyimpanan 256 GB
Artikel Terkait
-
Kumpulan Ucapan Hari Guru Aesthetic: Simple Tapi Berkesan!
-
Sarapan Sehat Bergizi Papua Tengah Sasar Murid dan Guru
-
Panduan Peringatan Hari Guru Nasional 2024 Resmi Kemendikbudristek, Ini 4 Acara yang Boleh Digelar
-
Sejarah Singkat Berdirinya PGRI, Diawali dari Perlawanan terhadap Penjajah Belanda
-
Gratis! Ini Kumpulan Logo dan Poster Hari Guru Nasional 2024 Format PNG
Ulasan
-
Bagaimana Islam Memuliakan Perempuan? Ulasan Buku Karya Al-Buthi
-
Selangkah Lebih Dekat dengan Anak di Buku Anak yang Penuh Kecemasan
-
Ulasan Film Dead Poets Society: Robin Williams Ubah Pemikiran Siswa Lewat Puisi
-
Menghempas Energi Buruk di Buku Memaafkan yang Tak Termaafkan
-
Mamoru Hosoda Kembali dengan Scarlet: Adaptasi Hamlet yang Memukau