Film "Racun Sangga: Santet Pemisah Rumah Tangga" menjadi salah satu karya horor terbaru dari Rizal Mantovani yang mencuri perhatian publik.
Mengusung tema santet yang kental dengan budaya lokal Kalimantan, film ini tidak hanya menawarkan teror mencekam, tetapi juga mengangkat elemen religi yang jarang ditemukan di film horor Indonesia lainnya.
Diproduksi oleh Soraya Intercine Films dan diadaptasi dari thread viral di Twitter/X, film ini membawa nuansa segar pada genre horor yang cenderung menjual sensasi belaka, mengandalkan darah, dan jumpscare berlebihan.
Cerita berpusat pada pasangan suami istri Maya (Frederika Cull) dan Andi (Fahad Haydra), yang rumah tangganya mulai goyah ketika Andi jatuh sakit tanpa sebab yang jelas.
Gejala aneh yang dialami Andi, mulai dari mimpi buruk hingga penyakit misterius yang tidak terdiagnosis, memaksa Maya mencari pengobatan alternatif.
Di sinilah santet bernama Racun Sangga muncul sebagai ancaman utama, sebuah ilmu hitam legendaris dari Kalimantan yang dikenal tidak akan berhenti hingga sasarannya meninggal dunia.
Film ini dibuka dengan gaya unik yang mengingatkan pada horor klasik era 80-an, lengkap dengan kredit pembuka dan musik latar yang membangun ketegangan.
Rizal Mantovani sukses menyajikan latar belakang cerita secara solid dalam 10 menit pertama tanpa terburu-buru, membuat penonton langsung memahami konteks cerita tanpa kebingungan.
Salah satu kekuatan utama Racun Sangga adalah desain suara yang digarap oleh Aghi Narottama. Suara latar yang eerie berhasil menciptakan suasana tegang tanpa terasa berlebihan.
Setiap efek suara diposisikan dengan tepat untuk mendukung atmosfer horor, membuat penonton merasa terhanyut dalam adegan-adegan menegangkan.
Tak hanya itu, visual dan sinematografinya juga menampilkan eksplorasi kreatif, memperkuat progresivitas cerita yang terus berkembang sepanjang film.
Dari segi akting, Frederika Cull berhasil memerankan Maya sebagai sosok istri yang taat namun penuh kegundahan. Fahad Haydra sebagai Andi tampil meyakinkan dengan karakternya yang misterius.
Dukungan dari pemain lain, termasuk peran figuran yang terlihat totalitas, juga memberikan nilai tambah pada keseluruhan film.
Meski demikian, film ini memiliki beberapa kekurangan. Beberapa momen akhir yang seharusnya memuncak dalam ketegangan malah terasa komikal, mengurangi dampak emosionalnya.
Selain itu, eksplorasi lebih dalam terhadap latar belakang santet Racun Sangga dan mitologi di baliknya mungkin akan membuat film ini semakin kaya.
Secara keseluruhan, "Racun Sangga" menawarkan horor yang solid dengan totalitas produksi yang terlihat dari awal hingga akhir. Meski ada beberapa kelemahan, film ini berhasil memadukan elemen supranatural dengan isu budaya dan religi secara apik.
Sebuah tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan mendalam tentang bahaya fitnah dan pentingnya keimanan dalam menghadapi godaan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Setelah Anime, In the Clear Moonlit Dusk Lanjut ke Adaptasi Live-Action
-
Manga Kuliner Iron Wok Jan Diadaptasi Anime, Siap Bikin Penonton Ngiler!
-
Aktor Jason Clarke Dilaporkan Gabung Film Live Action Gundam Netflix
-
Manga Shojo Terlaris Red River Umumkan Versi Anime, Tayang Musim Panas 2026
-
Terminator Zero Dibatalkan Netflix Usai Season 1, Kreator Beri Penjelasan
Artikel Terkait
-
Ulasan Film Santet Segoro Pitu: Mengangkat Kisah Nyata dari Tanah Jawa
-
Bayu Skak Diserang Netizen soal Penggunaan AI pada Poster Film Baru, Begini Pembelaannya
-
Tangled Resmi Jadi Film Live-Action, Incar Sutradara The Greatest Showman
-
Fedi Nuril Masih Mau Perankan Tokoh Suami Poligami, Tapi Syaratnya...
-
Tayang Desember, 10 Film Bioskop Ini Bisa Jadi Hiburan Akhir Tahunmu
Ulasan
-
Ketika Menjadi Manusia Terasa Begitu Melelahkan, Review Novel 'Ningen Shikkaku' Osamu Dazai
-
Belajar Adaptasi dan Profesionalitas dari Novel Dirty Play Karya Ghyna Amanda
-
Saat Galaksi dan Bintang Membentuk Akal Sehat dalam The Demon-Haunted World
-
Film Waru: Sebuah Perjanjian Pesugihan Berdarah yang Mematikan!
-
Novel Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa, Peta Jawa dan Misteri Samiam
Terkini
-
Cuma 23 Jutaan! Ini Tablet Gaming Paling Worth It Awal 2026
-
Motor Jarang Digunakan Tetap Harus Servis Rutin, Ini Alasannya!
-
Setelah Anime, In the Clear Moonlit Dusk Lanjut ke Adaptasi Live-Action
-
4 Toner Matcha Atasi Jerawat hingga Pori-Pori Besar, Mulai Rp20 Ribuan
-
Lebaran 2026 Makin Spektakuler! Pelangi di Mars Siap Bawa Anak Indonesia Menjelajah Planet Merah