Kalau berkunjung ke Kota Madinah, jangan lupa untuk menyempatkan diri berkunjung ke tempat satu ini. Jabal Magnet, atau yang juga dikenal dengan nama Wadi Al-Baida dan Wadi Al-Jinn. Merupakan salah satu destinasi alam yang paling menarik di sekitar Kota Madinah, Arab Saudi. Lokasinya berada sekitar 50 kilometer dari pusat kota, dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit perjalanan.
Meski hanya berupa bukit tandus di tengah padang pasir, tempat ini menyimpan fenomena alam yang menakjubkan dan bermacam hal menarik yang sayang banget kalau dilewatkan!
Untuk ke tempat ini juga tidak ada biaya tiket masuk. Jadi cukup membayar biaya transportasi saja. Namun, biasanya rombongan umrah menggunakan travel sudah termasuk city tour ke tempat ini.
Asal-usul dan Sejarah Penemuan
Fenomena di Jabal Magnet pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh sekelompok orang Arab Badui. Mereka terkejut ketika kendaraan yang sedang berhenti tiba-tiba bergerak sendiri ke arah berlawanan dari kemiringan jalan. Peristiwa tersebut kemudian menarik perhatian banyak orang, dan lokasi ini pun mulai dikenal luas.
Nama “Jabal Magnet” sendiri berasal dari penggabungan kata “Jabal” yang berarti bukit dalam bahasa Arab, dan “magnet” yang mengacu pada daya tarik misterius yang dulu dipercaya masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat lokal juga menyebut kawasan ini sebagai Wadi Al-Jinn atau Lembah Jin, karena dulu mereka meyakini bahwa kendaraan yang bergerak tanpa sebab itu adalah ulah makhluk gaib.
Sebutan lain untuk daerah ini adalah Wadi Al-Baida, yang berarti lembah putih, karena warna bebatuannya yang lebih cerah dan kontras dengan padang pasir di sekitarnya. Walau tidak bisa disebut putih juga sih. Jadi semacam kiasan atau merujuk pada musim tertentu seperti salju.
Fenomena Magnetis yang Misterius
Jabal Magnet adalah sebuah bukit di dekat Kota Madinah yang terkenal karena keunikannya "kendaraan tampak bisa bergerak sendiri tanpa digas". Padahal sebenarnya tidak ada kekuatan magnet misterius di sana.
Fenomena ini disebabkan oleh ilusi optik yang membuat permukaan jalan yang menurun terlihat seperti menanjak. Jadi, ketika mobil dalam posisi netral, kendaraan akan meluncur “naik”, padahal sebenarnya sedang bergerak ke arah yang lebih rendah sesuai hukum gravitasi bumi.
Fenomena menarik ini disebut slope illusion atau ilusi kemiringan. Biasanya, ilusi ini muncul di daerah berbukit atau bergelombang di mana cakrawala tidak terlihat jelas, sehingga otak manusia salah menafsirkan arah kemiringan jalan.
Akibatnya, jalan yang sebenarnya menurun tampak seperti menanjak. Fenomena serupa juga bisa ditemukan di beberapa negara lain, seperti “Magnetic Hill” di Kanada dan “Gravity Hill” di Amerika Serikat.
Penjelasan Ilmiah: Warisan Geologi Purba atau Saintifik?
Banyak pengunjung yang datang ke Jabal Magnet awalnya percaya bahwa fenomena ini terjadi karena tarikan magnet yang kuat, sesuai dengan namanya. Namun, sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tidak ada bukti adanya mineral feromagnetik dalam jumlah besar yang mampu menghasilkan daya tarik magnet kuat di kawasan tersebut.
Dengan kata lain, mobil yang terlihat “ditarik” ke atas itu hanyalah efek visual semata. Nah, kalau diamati penelitian ini lebih masuk akal karena bukan hanya benda mengandung besi yang bergerak saat di letakkan di jalan. Tapi ada juga botol plastik yang kalau ditelaah tentu tidak memenuhi kriteria barang yang ditarik magnet.
Penelitian geospasial oleh Rehan Jamil dari Department of Building Engineering, Imam Abdulrahman Bin Faisal University, menjadi salah satu studi yang mencoba menjelaskan fenomena ini secara ilmiah.
Dalam penelitiannya, Jamil menggunakan pemetaan topografi digital dan simulasi kemiringan tanah untuk membuktikan bahwa kendaraan sebenarnya bergerak ke arah yang lebih rendah secara gravitasi. Medan di sekitar lembah memang menciptakan perspektif yang menipu mata, sehingga jalan yang menurun tampak menanjak.
Daya Tarik Wisata dan Pengalaman Pengunjung
Kini, Jabal Magnet menjadi destinasi wisata populer bagi peziarah dan wisatawan yang berkunjung ke Madinah. Banyak tur operator yang menawarkan paket perjalanan singkat menuju lokasi ini.
Pengunjung bisa mencoba langsung sensasi mobil atau botol yang “bergerak sendiri” di jalan menanjak, sambil menikmati pemandangan padang pasir dan pegunungan batu yang eksotis.
Jabal Magnet bukan hanya menyajikan pengalaman unik, tetapi juga mengingatkan kita bahwa tidak semua hal yang terlihat aneh harus berhubungan dengan hal gaib atau supranatural. Kadang, alam memiliki cara tersendiri untuk mengelabui persepsi manusia.
Di balik misterinya, bukit ini menjadi contoh menarik bagaimana fenomena ilmiah, keindahan alam, dan kisah budaya dapat berpadu hingga menjadi keunikan tersendiri.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Krisis Etika Komunikasi Pejabat: Negara Asbun dan Rakyat yang Kian Letih
-
Gerakan Antirokok: Tanda Peduli Kesehatan atau Gagalnya Pendidikan Publik?
-
ASN Baru dari Program MBG: Konsekuensi Panjang dan Nasib Keberlanjutan
-
Novel Jangan Bercerai, Bunda: Sebuah Cermin Retak Rumah Tangga
-
Tips Jitu Membuat Keputusan Bijak di Buku Clear Thinking
Artikel Terkait
-
Umrah Mandiri: Kabar Baik atau Ancaman? Ini Kata Wamenhaj Soal Regulasi Baru
-
Keajaiban Tersembunyi: Menelusuri Pantai-Pantai Eksotis di Gunungkidul
-
Wajib Tahu! Ini 6 Tips Umrah untuk Pertama Kali
-
Terpopuler: Penghasilan YouTube KDM yang Sidak Pabrik AQUA hingga Aturan Umrah Mandiri
-
Kini Legal, Apa Saja Syarat Umrah Mandiri? Ini Aturan Terbarunya
Ulasan
-
Dilema dan Konflik Batin Tokoh Kolonial dalam Buku Semua untuk Hindia
-
Mengenal Filsafat dengan Cara yang Menyenangkan lewat Novel Dunia Sophie
-
Di Antara Tembang dan Perang: Membaca Cerita Panji Nusantara
-
Almarhum: Teror Kematian yang Tak Pernah Benar-benar Pergi
-
Menguliti Film THE RIP 2026: Loyalitas, Kriminal dan Aksi Tak Biasa
Terkini
-
4 Toner Korea Arbutin yang Mampu Berikan Efek Wajah Auto Cerah, Bebas Noda Hitam
-
Kejutan! TREASURE Rayakan 2000 Hari Debut Lewat Better Than Me Special Film
-
7 Drama Korea Bertema Pertukaran Jiwa, Terbaru To My Beloved Thief
-
Bunga Matahari dan Lebah yang Bernama Putput
-
Tak Pakai Hijab Lagi, Jule Ngaku Salah dan Minta Maaf ke Na Daehoon