Tentunya kita tidak asing dengan tempat yang kerap kali bertebaran di media sosial ini. Menjadi spot ikonik para jamaah umroh dan haji terutama yang berasal dari Indonesia, Jabal Khandamah memang menawarkan panorama indah. Jabal Khandamah adalah salah satu bukit bersejarah di Makkah, Arab Saudi.
Menjadi viral akan keelokan pemandangan Kota Makkah dari ketinggian dan spot berburu sunset, siapa yang akan menyangka jika Jabal Khandamah punya jejak historis yang tak kalah keren. Jabal Khandamah dipercaya merupakan tempat yang menjadi saksi bisu perjalanan dakwah Rasulullah dan peristiwa penting hijrahnya para sahabat dari Makkah ke Madinah.
Jejak Sejarah di Balik Jabal Khandamah
Secara historis, Jabal Khandamah memiliki kaitan erat dengan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam di masa awal dakwah. Bukit ini diyakini menjadi salah satu tempat yang dilalui atau disinggahi Rasulullah saat hendak berhijrah menuju Madinah. Sebuah perjalanan monumental yang menandai awal kalender Hijriah bagi umat Islam.
Dari titik ini pula, umat Islam dapat merenungkan betapa berat perjuangan dakwah Rasulullah dalam mempertahankan dan menyebarkan agama tauhid di tengah tekanan dan penindasan kaum Quraisy.
Bukit ini menyimpan jejak spiritual yang mendalam sekaligus menawarkan panorama alam yang memesona. Tak heran, banyak jamaah umrah dan wisatawan religi yang menempatkan Jabal Khandamah dalam daftar kunjungan mereka selama berada di Tanah Suci.
Pemandangan Spektakuler Kota Makkah
Selain nilai sejarahnya, Jabal Khandamah juga dikenal karena pemandangannya yang luar biasa indah. Dari puncaknya, pengunjung dapat menyaksikan panorama Kota Makkah secara utuh, termasuk kemegahan Masjidil Haram yang tampak megah di antara deretan gedung-gedung modern.
Saat matahari terbit, warna keemasan yang membias di langit gurun menciptakan suasana damai yang menenangkan hati. Sementara menjelang malam, langit bertabur bintang di atas Jabal Khandamah menjadikan tempat ini ideal untuk merenung dan berzikir, menikmati keheningan di tengah hiruk pikuk kota suci.
Aksesibilitas Menuju ke Jabal Khandamah
Lokasi Jabal Khandamah sebenarnya cukup dekat dari Masjidil Haram. Sehingga bisa dijangkau dalam waktu sekitar 20–30 menit menggunakan kendaraan. Ada beberapa opsi transportasi yang bisa dipilih:
- Taksi atau Careem: Biaya pulang-pergi berkisar antara 100–120 SAR dan dapat ditanggung bersama empat orang penumpang dalam satu kendaraan.
- Mini van atau rombongan travel: Biasanya menjadi pilihan bagi jamaah yang berangkat secara kolektif untuk efisiensi biaya. Biasanya mini van memuat 8-12 orang tergantung tipe dan jenisnya. Nah, harganya juga bervariasi. Namun biasanya perorang akan ditarik tarif sekitar 20 SAR
Jika hanya berencana menempuh perjalanan satu arah, tarif taksi sekitar 30 SAR, tetapi perlu diperhatikan bahwa mencari taksi untuk kembali dari area perbukitan cukup sulit. Oleh karena itu, disarankan untuk menyewa kendaraan sekaligus untuk pulang-pergi agar lebih nyaman.
Destinasi Spiritual dan Reflektif
Mengunjungi Jabal Khandamah bukan sekadar kegiatan wisata, tetapi juga pengalaman spiritual yang menggetarkan jiwa. Banyak jamaah merasa lebih dekat dengan sejarah Islam ketika menapakkan kaki di sana, seolah menyusuri kembali jejak perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya. Bukit ini menjadi tempat ideal untuk berdoa, bermuhasabah, serta memperkuat rasa syukur atas kesempatan mengunjungi Tanah Suci.
Dengan kombinasi antara nilai sejarah, keindahan alam, dan kedekatan spiritual, Jabal Khandamah layak disebut sebagai salah satu destinasi ziarah yang paling berkesan di Makkah. Bagi kamu yang tengah merencanakan perjalanan umrah, sempatkanlah waktu untuk singgah ke bukit ini. Tempat di mana jejak perjuangan Rasulullah masih terasa hingga hari ini.
Baca Juga
-
Menggugat Kolonialisme di Kursi Terdakwa: Soekarno dalam Pledoi 1930
-
Bukan 350 Tahun Dijajah: Membongkar Mitos Besar dalam Sejarah Indonesia
-
Ketika Seorang Pastor Jatuh Cinta: Daya Pikat Hilda Hurricane
-
Di Balik Kesuksesan The Glory: Potret Kelam Korban Bullying
-
Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik
Artikel Terkait
-
Stop Menunda! 6 Alasan Umrah di Usia Muda Lebih Menguntungkan!
-
Inara Rusli Jalani Co-Parenting dengan Virgoun, Pesannya Simpel tapi Ngena!
-
Dari Lulusan SMA, Bisa Kuliah Gratis dan Umrah: PNM Apresiasi Garda Terdepan Pemberdayaan Masyarakat
-
Berapa Perbedaan Biaya Umrah Mandiri vs Travel? Kini Dilegalkan Negara
-
Biaya Haji Tahun 2026 Ditetapkan Rp87 Juta, Wamenhaj: Harusnya Naik Rp2,7 Juta
Ulasan
-
Suka Kusuriya no Hitorigoto? Wajib Nonton Raven of the Inner Palace!
-
Menggugat Kolonialisme di Kursi Terdakwa: Soekarno dalam Pledoi 1930
-
Ulasan Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Ritual Kuno Pengundang Petaka!
-
Mengenal Dimensi Liminal, Sumber Teror Utama Film Backrooms
-
Metamorfosis Karya Franz Kafka: Ketika Cinta Berubah Jadi Keterasingan
Terkini
-
Pelatihan Militer untuk Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Apa Urgensinya?
-
Anime ONE PIECE HEROINES Ungkap Lagu Tema oleh AiNA THE END, Tayang 5 Juli
-
Samsung Galaxy M47 5G Coming Soon: Snapdragon Baru, Kamera OIS, dan Baterai Jumbo
-
Demo adalah Aksi Menyuarakan Ketidakpuasan, Bukan Pamer Dukungan
-
Bosan Parfum Cepat Hilang? Ini 5 Rekomendasinya yang Tahan 24 Jam