Bagaimana kalau orang yang paling kita cintai tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan? Tidak ada kabar. Tidak ada pesan perpisahan. Tidak ada kepastian apakah dia pergi karena ingin meninggalkan kita, diculik, atau mengalami sesuatu yang lebih buruk.
Pertanyaan "kenapa” perlahan bisa menjadi lebih menyiksa daripada kehilangan itu sendiri. Pertanyaan itulah yang menjadi pintu masuk The Zahir, novel karya Paulo Coelho yang dalam edisi Indonesia diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada 2006.
Novel ini berkisah tentang seorang penulis terkenal asal Prancis yang hidup nyaman dan berkecukupan, tetapi mendadak kehilangan istrinya, Esther.
Sinopsis Novel
Esther bukan perempuan biasa. Ia seorang koresponden perang yang terbiasa bepergian dan berhadapan dengan berbagai situasi berbahaya. Suatu hari, ia menghilang bersama seorang pria bernama Mikhail.
Tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi.
Apakah Esther diculik? Apakah ia dibunuh? Ataukah ia memang sengaja meninggalkan pernikahannya karena sudah tidak bahagia?
Bagi sang penulis, ketidakpastian tersebut justru menjadi awal dari kegelisahan panjang.
Ia bahkan sempat dicurigai dan diperiksa polisi karena hilangnya sang istri. Setelah akhirnya dibebaskan, pencarian Esther tetap berlangsung. Namun semakin lama, pencarian itu berubah bentuk. Ia tidak lagi sekadar ingin mengetahui keberadaan Esther.
Ia ingin mengetahui mengapa Esther pergi.
Dalam bahasa Arab, zahir berkaitan dengan sesuatu yang terlihat atau nyata. Dalam novel ini, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan seseorang atau sesuatu yang setelah masuk ke dalam pikiran kita menjadi begitu dominan sehingga sulit diabaikan.
Kita memikirkannya ketika bangun. Memikirkannya saat bekerja. Memikirkannya sebelum tidur. Lalu tiba-tiba seluruh kehidupan berputar mengelilingi satu pertanyaan yang sama. Bagi sang penulis, Esther telah menjadi Zahir-nya.
Menariknya, pencarian tersebut justru membuat sang penulis menelusuri kembali kehidupannya sendiri. Ia mengingat hubungan mereka, perjalanan spiritualnya, masa ketika ia mencari makna kehidupan, hingga pengalamannya dalam perjalanan menuju Jalan Santiago.
Dengan demikian, The Zahir sebenarnya bukan hanya novel tentang seorang suami yang mencari istrinya.
Ini juga merupakan perjalanan seseorang untuk mencari dirinya sendiri.
Kehadiran Mikhail kemudian menjadi semakin penting. Ia mengatakan bahwa Esther masih hidup dan mengetahui keberadaannya. Namun Mikhail tidak serta-merta memberikan jawabannya. Sang penulis akhirnya mengikuti jejak Mikhail dan bertemu dengan berbagai orang yang pernah mengenal Esther.
Dari sana, misteri berkembang menjadi sesuatu yang lebih spiritual dan filosofis.
Kelebihan dan Kekurangan
Paulo Coelho memang terkenal senang memasukkan pencarian spiritual ke dalam cerita. Tetapi dalam The Zahir, pencarian spiritual tersebut dibungkus melalui sesuatu yang sangat manusiawi: kehilangan.
Kita juga diperkenalkan pada Marie, perempuan yang kemudian hadir dalam kehidupan sang penulis. Hubungan mereka menimbulkan pertanyaan menarik. Jika sang penulis begitu mencintai Esther, mengapa ia masih mampu menjalin hubungan dengan perempuan lain?
Justru di sini novel ini menjadi tidak nyaman sekaligus menarik.
Cinta dalam buku ini tidak digambarkan sebagai sesuatu yang selalu bersih, sederhana, dan konsisten. Manusia bisa mencintai seseorang sekaligus tetap memiliki kebutuhan, kesepian, keinginan, dan kelemahan. Karena itu, karakter sang penulis tidak selalu mudah disukai.
Ia bisa membuat pembaca bertanya-tanya. Apakah ia benar-benar sedang mencari Esther, atau sebenarnya sedang mencari jawaban untuk kegelisahan dirinya sendiri?
Salah satu gagasan yang menarik dalam novel ini adalah konsep “Bank Budi”. Cinta digambarkan sebagai sesuatu yang tidak mudah dikendalikan. Semakin keras manusia berusaha menguasainya, semakin besar kemungkinan cinta justru berubah menjadi sumber penderitaan.
Pesan Moral
Kita sering mengira bahwa mencintai seseorang berarti memilikinya. Padahal, cinta dan kepemilikan adalah dua hal berbeda. Kehilangan juga tidak selalu berarti kita harus mendapatkan kembali sesuatu yang hilang.
Terkadang, kehilangan memaksa kita melihat hubungan dari sudut yang sebelumnya tidak pernah berani kita gunakan.
Perjalanan sang penulis bukan hanya tentang menemukan Esther. Ia harus menemukan jawaban terhadap pertanyaan yang jauh lebih sulit: apakah ia mencintai Esther sebagai seseorang yang bebas, atau mencintai Esther karena ia takut kehilangan sesuatu yang selama ini membuat hidupnya terasa lengkap?
Ia adalah cerita tentang obsesi, kehilangan, kebebasan, dan perjalanan panjang untuk memahami bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti mampu memilikinya.
Kadang-kadang, untuk benar-benar mencintai hidup, kita justru harus belajar melepaskan sesuatu yang paling ingin kita genggam.
Identitas Buku
- Judul: The Zahir
- Penulis: Paulo Coelho
- Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 2006
- Tebal: 440 halaman
- ISBN: 978-602-03-0117-4
Baca Juga
-
Jurnal Jo: Sulitnya Jadi Remaja, Kebelet Dewasa tapi Daya Tak Mampu!
-
Membiayai Anak Bukan Lisensi untuk Menghapus Privasinya
-
GIIAS Ramai, Mobil Laris: Ekonomi Baik-baik Saja atau Kita Makin Timpang?
-
Untukmu yang Akan Menikah: Pernikahan Ternyata Bukan Cuma Soal Jatuh Cinta
-
Usaha Mencintai Hidup: Belajar Bangkit Ketika Hidup Tak Lagi Seperti Dulu
Artikel Terkait
-
Pemerintah Bakal Rombak Buku Pelajaran: Seberapa Mendesak bagi Pendidikan?
-
Untukmu yang Akan Menikah: Pernikahan Ternyata Bukan Cuma Soal Jatuh Cinta
-
Ulasan Jakarta Sebelum Pagi: Menelusuri Misteri di Balik Kiriman Bunga
-
Usaha Mencintai Hidup: Belajar Bangkit Ketika Hidup Tak Lagi Seperti Dulu
-
Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan
Ulasan
-
Ulasan The Atypical Family, Fantasi Superhero dengan Pendekatan Psikologis
-
Lusi Lindri: Perempuan yang Menolak Tubuhnya Menjadi Milik Takhta Mataram
-
Spider-Man: Brand New Day dan Konsekuensi Sebuah Pilihan
-
Membaca Patiwangi: Merenungi Suara Perempuan Bali Lewat Goresan Puisi Oka Rusmini
-
The Traveling Cat Chronicles: Kisah Persahabatan Manusia dan Kucing yang Mengharukan
Terkini
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?
-
Catat Tanggalnya! D.O. EXO Bakal Sapa Fans Indonesia Lewat Tur Asia Terbaru
-
Bebas tapi Cemas: Jebakan Hampa Usia 20-an setelah Lepas Almamater
-
Mengenang Keigo Higashino, 5 Film Adapatasi Ini Suguhkan Premis Unik