Dalam deretan film Korea bertema keluarga, selalu ada judul yang datang diam-diam, tapi meninggalkan jejak mendalam. Salah satu film yang mengesankan itu berjudul Pawn.
Pawn adalah salah satunya film yang tidak menjual tangisan berlebihan, tetapi menghadirkan kehangatan keluarga yang lahir dari situasi paling absurd. Situasi tersebut berasal dari seorang anak kecil yang dijadikan jaminan utang.
Film ini tidak menawarkan glamour, bahkan tidak terlihat seperti drama besar.
Namun justru kesederhanaannya membuat penonton merasakan hubungan yang tumbuh pelan-pelan, dari keterpaksaan menjadi kepedulian, dari utang menjadi ikatan, dari dua rentenir menjadi sosok ayah yang tak pernah mereka bayangkan.
Secara garis besar, Film Pawn ini mengisahkan karakter Doo Seok (yang diperankan oleh Sung Dong Il) dan Jong Bae (yang diperankan oleh Kim Hee Won), dua penagih utang yang hidupnya sudah keras sejak lama.
Suatu hari mereka menerima Seung Yi, anak kecil yang polos, sebagai “jaminan” karena ibunya tidak bisa melunasi utang. Yang awalnya hanya rencana sementara justru berubah menjadi awal dari perjalanan hidup yang baru.
Seung Yi tumbuh bersama dua pria yang bahkan tidak siap menjadi orang dewasa, apalagi menjadi orang tua. Tapi justru dari ketidaksiapan itu lahir hubungan yang hangat, lucu, dan sangat manusiawi.
Riview Film Pawn
Menurut penulis, keunggulan utama film ini terletak pada keberaniannya menampilkan sisi manusiawi dari para rentenir yang harusnya terlihat sangar dan galak.
Kedua tokoh ini mampu memperlihatkan sisi manusiawi mereka dengan menangis, tertawa, marah, semua emosi digambarkan dengan cara yang natural.
Dari segi akting, Seung Yi kecil (yang diperankan oleh Park So Yi) tampil memukau. Matanya menyimpan trauma kehilangan, tapi juga keberanian untuk berharap.
Film ini tidak bertele-tele dalam menampilkan penderitaan anak korban sistem ekonomi yang tidak adil.
Tanpa menyindir secara langsung, Pawn mengingatkan bahwa masih banyak orang (terutama perempuan dan anak) yang terjebak lingkaran utang, kerja kasar, dan sistem hukum yang tidak berpihak pada mereka.
Sementara itu, dalam sisi yang lain meski film ini penuh air mata, Pawn juga berhasil menghasilkan adegan tawa yang menggelitik perut para penontonnya.
Bagaimana, Interaksi Dooseob dan Jong bae dua pria dewasa yang tidak tahu cara mengurus anak dipastikan akan membuat penonton tersenyum di tengah kesedihan.
Humor mereka bukan tempelan, tetapi bagian dari dinamika keluarga baru yang sedang belajar saling sayang.
Dari hal konsep, tema utama film yang diangkat ini pun jelas. Keluarga adalah pilihan, bukan hanya hubungan biologis.
Perjalanan waktu yang membawa Seung Yi dewasa (yang diperankan oleh Ha Ji Won) menunjukkan bahwa ikatan emosional yang dibangun dengan kejujuran jauh lebih kuat daripada garis keturunan.
Menurut penulis, Film Pawn adalah drama keluarga yang hangat, lembut, dan emosional tanpa berusaha terlalu melodramatis.
Ia menawarkan tawa dan tangis dalam takaran pas, serta mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan kita. Sebuah film yang membuat kamu ingin memeluk orang terdekat setelah selesai menonton.
Secara keseluruhan, Film ini layak untuk mendapatkan skor 5/5 untuk rasa kekeluargaan, eksekusi teknis yang rapi, dan pesan kemanusiaan yang tajam.
Film ini cocok bagi penonton yang tidak hanya mencari sensasi, tetapi juga refleksi tentang harga dari sebuah kekerasan.
Jadi, jika kamu ingin menonton film kekeluargaan yang unik bukan hanya penuh tawa tetapi juga meninggalkan makna, Pawn tentu layak dicoba.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?
-
Definisi Korupsi Dikaji Ulang, Kepentingan Rakyat Jangan Terabaikan
-
DPR Usulkan UU Anti Bullying: Apakah UU Khusus Bisa Jadi Jawaban Tepat?
-
Kebebasan Pers Jadi Sorotan, Kritik Seharusnya Tak Berujung Intimidasi
-
Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!
Artikel Terkait
-
Berkolaborasi di Film Verity, Sutradara Layangkan Pujian pada Anne Hathaway
-
3 Hari Tayang, Agak Laen: Menyala Pantiku! Tembus 1 Juta Penonton, Salip Rekor Film Pertama
-
Selamat Jalan Gary Iskak, Ini 7 Film dan Sinetron Legendaris yang Pernah Dibintanginya
-
Review Film Legenda Kelam Malin Kundang: Menarik di Awal, Kendor di Akhir
-
Sinopsis Badut Gendong, Film Horor Terbaru Qodrat Universe
Ulasan
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop
-
Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians
-
Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif