Dalam lautan karya sastra bertema sejarah dan keagamaan, kisah Ratu Bilqis sering kali hanya muncul sepotong-sepotong. Sekadar nama yang disebut dalam kitab suci, atau sosok yang hadir sebagai pelengkap hikmah Nabi Sulaiman.
Namun, novel Bilqis karya Waheeda El-Humayra menghadirkan versi yang berbeda. Narasi yang intim, dekat, penuh detail, dan manusiawi.
Sebuah kisah langka yang menghadirkan perempuan besar dari masa lampau dengan kedalaman jiwa yang utuh. Sosok ratu adil dan bijaksana, yang ternyata telah menggurat sejarah hingga sosoknya abadi dalam Al-Quran.
Identitas Buku
- Judul: Bilqis
- Penulis: Waheeda El-Humayra
- Penerbit: Mizania
- Tahun Terbit: 2016
- Tebal buku: 323 halaman
Novel ini pada mulanya berjudul The Sacred Romance of King Sulaiman & Queen Sheba, sebelum kemudian diterbitkan ulang dengan judul Bilqis. Waheeda El-Humayra sendiri merupakan nama pena dari Erwin Puspitaningtyas Irjayanti.
Jejak Cinta dan Luka Bilqis: Membaca Ulang Tokoh Perempuan dalam Sejarah Kuno
Cerita dibuka dengan kondisi genting di negeri Saba. Bilqis berada di puncak masa kepemimpinannya. Negeri yang begitu kaya dan subur, yang bagaikan penggalan surga di bumi dan yang aman lagi damai tiba-tiba mengalami hal yang membalikkan keadaan.
Sebuah wabah melanda negeri Saba'eyya hingga kehidupan rakyat menjadi mati. Tak ada yang berani keluar rumah karena takut terjangkit wabah. Sedangkan dokter kerajaaan terus melakukan penelitian pagi hingga malam tanpa mengenal waktu.
Di tengah pusaran konflik itu, datanglah surat dari seorang Sulaimain, Raja Muda Ursyalim. Yang terkenal dengan kebijaksanaan dan penguasaannya atas manusia, jin, serta alam.
Surat itu adalah ajakan untuk bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah. Namun bagi rakyat Saba yang turun temurun menyembah almaqah (matahari), surat itu seperti ajakan perang terang-terangan karena mengejek Tuhan yang mereka sembah.
Dari Saba ke Ursyalim: Perjalanan Cinta dan Pertaruhan Takhta Bilqis–Sulaiman
Di tengah konflik politik yang kian memanas, Ratu Saba mengumpulkan para pembesar negeri untuk memutuskan perkara. Namun kondisi rakyat Saba yang tengah diguyur wabah mematikan, membuat perang menjadi sebuah kemustahilan bagi mereka.
Ratu akhirnya memutuskan untuk mengirimkan utusan ke negeri Ursyalim dan mengirimkan hadiah berupa peti-peti harta dan permata berharga yang hanya dimiliki negeri Saba. Namun sekembalinya utusan dari negeri itu, para utusan justru terpukau dan membuat Ratu Saba akhirnya memutuskan untuk menemui Sulaiman di Kerajaan Ursyalim.
Namun pertemuan keduanya telah menumbuhkan benih rasa di hati keduanya. Sulaiman pun menyampaikan pinangan pada Ratu Bilqis. Bilqis tidak langsung menyambut pinangan itu. Sekian lama ia digoyahkan keraguan, antara cinta, tanggung jawab, dan harga diri seorang pemimpin.
Banyak penguasa lain justru menawarkan Bilqis posisi sebagai satu-satunya perempuan di sisi mereka. Tetapi Sulaiman? Ia telah memiliki banyak istri. Di sinilah pergumulan batin Bilqis terasa begitu dekat bagi pembaca perempuan masa kini. Tentang cemburu, tentang takut kehilangan diri sendiri, tentang ketidakpastian.
Lorong Waktu ke 3.000 Tahun Lalu: Menelusuri Drama Keluarga Kerajaan Ursyalim
Akhirnya, sebuah pagi menentukan segalanya: Sulaiman datang menjemputnya menuju Ursyalim. Namun perjalanan cinta mereka tidak berjalan mulus. Selain Raja Daud, hampir tidak ada yang menyambut Bilqis dengan hangat. Ia harus menanggung dinginnya tatapan istana, kecemburuan tersembunyi, serta intrik dari Absyalum, abang Sulaiman, yang berambisi menggantikan Daud.
Ketegangan memuncak ketika pemberontakan meletus. Sulaiman harus mengungsi. Bilqis ikut menyingkir bersama suaminya, dan di sanalah cinta mereka diuji sekaligus ditempa. Bukannya hancur, keduanya justru menemukan kekuatan baru di antara kesunyian pengasingan.
Salah satu nilai tersendiri dari novel ini adalah cara Waheeda menulis Bilqis sebagai sosok perempuan yang kuat, muttaqin, sekaligus sangat manusiawi. Ia cemburu, ia sakit hati, ia takut. Namun ia juga selalu kembali kepada Tuhan.
The Sacred Romance of King Sulaiman & Queen Sheba
Selain kisah cinta, Waheeda juga menggambarkan dunia tiga ribu tahun lalu dengan detail yang menyenangkan. Pembaca diajak memasuki suasana Yaman kuno, hiruk-pikuk Judea, dinamika politik istana, hingga kehidupan sosial masyarakatnya.
Novel ini bukan hanya tentang cinta dua insan besar, tetapi juga tentang kepemimpinan, iri hati, kesabaran, dan takdir. Waheeda merajut semuanya dalam bahasa yang mudah dipahami namun tetap puitis.
Tidak heran banyak pembaca merasa bahagia menemukan perspektif yang begitu dekat tentang Bilqis—sosok perempuan yang selama ini lebih sering menjadi mitos daripada manusia.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera
-
Bukit Premium Pasuruan: Negeri di Atas Awan Dekat Bromo yang Bikin Betah
-
Memantik Ide yang Mati Suri di Buku Boom! 8 Dinamit Kreativitas
-
Meminang Pujaan Hati dengan Kesiapan yang Mantap di Buku Aku, Kau dan KUA
-
Bad Hair Day Bikin Hidup Ikut Berantakan: Petualangan Andita di Hair-Quake!
Artikel Terkait
-
Stop Victim Mentality! Insights Akbar Abi dari Buku Berani Tidak Disukai
-
Sophie Kinsella, Penulis Novel Confessions of a Shopaholic Meninggal Dunia
-
Review Buku Walau Jomblo Tetap Produktif: Menjadi Single Berkualitas dan Berprestasi
-
Ulasan Buku "What i Ate in One Year", Kuliner Dunia Yang Menakjubkan
-
Perjuangan Melawan Kemiskinan dan Tradisi Kaku dalam Novel Bertajuk Kemarau
Ulasan
-
Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus
-
Review BukuMelihat Diri Sendiri: Belajar Bercermin Sebelum Sibuk Menilai Orang Lain
-
Review Film Mutiny: Sinema Aksi Cepat Tanpa Basa-Basi yang Penuh Adrenalin!
-
Ulasan Shadow Detective: Misteri Pembunuhan dengan Atmosfer Noir yang Kuat
-
Luntang-Lantung Si Gadis Taat: Saat Iman Diuji Realitas Sosial
Terkini
-
Bye Bekas Jerawat! 4 Night Cream Arbutin Wajah Auto Glowing di Pagi Hari
-
Ongkos Sebuah Kegagalan: Mengapa Orang Dewasa Sulit Mencoba Hal Baru?
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
-
Pecah! Gelar Pertunjukan HIVI! Tutup MOKAKU UPI 2026 di Bumi Siliwangi
-
Wajah Auto Mulus! 5 Dark Spot Correcting Serum Ampuh Samarkan Noda Hitam