Menunggu jam berbuka puasa atau yang akrab kita sebut ngabuburit, memang paling seru jika diisi dengan kegiatan yang berfaedah. Daripada hanya scrolling media sosial tanpa tujuan sampai jempol pegal, mengapa tidak mencoba menyelami kembali kejayaan masa lalu melalui layar kaca? Berikut adalah lima film sejarah Islam untuk menemani waktu ngabuburit Anda.
1. The Kingdom of Solomon: Kisah Keagungan Nabi Sulaiman a.s.
Jika Anda mencari film sejarah Islam dengan kualitas visual yang megah dan penuh ketegangan, The Kingdom of Solomon adalah jawabannya. Film ini bukan sekadar biografi biasa, melainkan sebuah epik yang menggambarkan masa keemasan sekaligus ujian berat yang dihadapi Nabi Sulaiman a.s.
Film ini mengisahkan masa ketika Nabi Sulaiman a.s. memimpin Bani Israil. Berbeda dengan masa ayahnya, Nabi Daud a.s., Sulaiman dianugerahi kemampuan luar biasa untuk mengendalikan angin dan berkomunikasi dengan makhluk dari dimensi lain. Namun, kedamaian kerajaannya terancam ketika kekuatan gelap berupa jin dan setan mulai merasuki pikiran manusia serta menyebarkan sihir dan kekacauan di tanah Yerusalem.
Nabi Sulaiman harus meyakinkan kaumnya yang skeptis untuk bersiap menghadapi ancaman supranatural ini. Dengan iman yang teguh dan mukjizat yang diberikan Allah, ia memimpin perjuangan untuk membersihkan tanah suci dari pengaruh jahat, sembari membangun fondasi kerajaan yang paling agung dalam sejarah manusia.
2. Omar: Menelusuri Jejak Keadilan Sang Al-Faruq
Cerita dimulai dengan menggambarkan latar belakang masyarakat jahiliah di Mekah, di mana Umar dikenal sebagai sosok yang cerdas dan tegas, namun sangat ditakuti karena kerasnya penentangan beliau terhadap dakwah Nabi Muhammad saw. Penonton akan dibawa melihat konflik batin dan gejolak sosial yang terjadi pada masa awal kenabian.
Momen krusial dalam serial ini digambarkan dengan sangat menyentuh: saat Umar berniat membunuh Rasulullah, namun justru luluh setelah mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an (Surah Thaha) di rumah saudarinya. Sejak titik itulah, sejarah berubah. Umar menyandang gelar "Al-Faruq", sang pembeda antara yang benar dan yang salah.
Serial ini tidak berhenti pada masa keislamannya saja, melainkan berlanjut hingga masa kepemimpinannya sebagai khalifah kedua. Kita akan melihat bagaimana Umar membangun fondasi negara yang adil, strategi militernya yang jenius dalam membebaskan Yerusalem dan Persia, hingga kesederhanaannya yang melegenda.
3. Khalid bin Al-Walid: Sang Pedang Allah yang Tak Terkalahkan
Cerita dimulai saat Khalid masih berada di barisan kaum Quraisy. Penonton akan diajak melihat kecemerlangan taktiknya yang sempat memukul mundur pasukan muslim dalam Pertempuran Uhud. Pada fase ini, Khalid digambarkan sebagai sosok kesatria dengan kebanggaan tinggi dan naluri perang yang tidak tertandingi.
Namun, titik balik film ini terletak pada pencarian batin sang panglima. Setelah menyadari kebenaran risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw., Khalid memutuskan untuk memeluk Islam; sebuah keputusan yang mengubah peta kekuatan di Jazirah Arab selamanya.
Bukan sekadar film aksi, karya ini menonjolkan bagaimana Khalid bin al-Walid mendapatkan julukan "Saifullah" (Pedang Allah). Penonton akan disuguhi visualisasi strategi perang yang jenius, seperti penggunaan kavaleri ringan dan serangan kejutan yang hingga hari ini masih dipelajari di akademi militer dunia.
4. The Message (Ar-Risalah): Awal Mula Risalah Kenabian
Kisah dimulai pada abad ke-7 di Mekah, sebuah kota perdagangan yang didominasi oleh para penyembah berhala dan sistem kasta yang timpang. Fokus cerita berpusat pada awal mula turunnya wahyu kepada Muhammad saw., yang kemudian membawa pesan kesetaraan, keadilan, dan pengesaan Tuhan (tauhid).
Ketegangan mulai memuncak saat ajaran Islam mulai merongrong tatanan sosial dan keuntungan ekonomi para penguasa Quraisy. Kita akan melihat perjuangan berat para sahabat awal, seperti Hamzah bin Abdul Muthalib yang diperankan secara brilian oleh Anthony Quinn, dan Bilal bin Rabah dalam menghadapi persekusi, boikot, hingga penyiksaan kejam demi mempertahankan keimanan mereka.
Alur cerita akan membawa penonton mengikuti perjalanan emosional umat muslim yang harus meninggalkan tanah kelahiran mereka dalam peristiwa Hijrah menuju Madinah. Puncaknya, film ini menyajikan momen mengharukan saat peristiwa Pembebasan Mekah (Fathul Makkah).
5. Fetih 1453: Penaklukan Legendaris Konstantinopel
Cerita dimulai dengan naiknya Sultan Mehmed II (Muhammad Al-Fatih) ke singgasana Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) untuk kedua kalinya setelah wafatnya sang ayah, Sultan Murad II. Di usianya yang masih sangat muda, yakni 21 tahun, Mehmed II memikul beban besar dan ambisi yang dianggap mustahil oleh banyak orang, termasuk oleh beberapa penasihat kerajaannya sendiri.
Ia bertekad mewujudkan nubuatan Rasulullah saw. untuk membebaskan Konstantinopel, sebuah kota yang dianggap "tak tertembus" karena dilindungi oleh benteng Teodosius yang sangat kokoh dan rantai raksasa yang menutup akses ke Teluk Tanduk Emas. Film ini dengan apik menggambarkan sisi jenius Al-Fatih. Kita tidak hanya disuguhkan adegan perang, tetapi juga persiapan teknis yang luar biasa.
Di balik kecanggihan strategi militernya, Fetih 1453 memperlihatkan sisi spiritualitas sang Sultan. Puncaknya adalah pengepungan besar-besaran yang emosional, di mana pasukan muslim harus menghadapi pertahanan gigih dari Kaisar Konstantinus XI. Film ini ditutup dengan adegan yang sangat menyentuh saat Sultan Mehmed II memasuki Gereja Hagia Sophia dan memberikan perlindungan kepada warga sipil.
Baca Juga
-
Perjuangan Hak Perempuan: 4 Film Sinema Dunia yang Menginspirasi Perubahan Sosial
-
Review Anime Yuru Camp Season 3, Menjelajah Destinasi Baru
-
Wajib Masuk Watchlist! 4 Rekomendasi Anime Rock dengan Musiknya Bikin Candu
-
4 Film Korea Terbaik Tentang Bobroknya Pemerintahan Otoriter
-
Jangan Sampai Ketinggalan! 4 Anime Terbaru yang Rilis di Januari 2026
Artikel Terkait
-
Review Film Sengkolo Malam Satu Suro: Horor Atmosferik Tanpa Jumpscare Berlebih
-
Sinopsis Gak Ada Matinya, Film Terbaru Oki Rengga dengan Premis Absurd
-
Ngabuburit di Ujung Jempol: Kala Menunggu Magrib Berpindah ke Ruang Digital
-
Sinners: Horor Vampir Penuh Makna, Bukan Sekadar Teror
-
Misi Unik Fedi Nuril Main di Film Dark Comedy 'Gak Ada Matinya!'
Ulasan
-
Paradoks Feminisme dan Antipatriarki dalam Novel Kudasai
-
Review Film Sengkolo Malam Satu Suro: Horor Atmosferik Tanpa Jumpscare Berlebih
-
Drama China Shine on Me: Berjalan Beriringan Bersama Orang yang Tepat
-
Sinners: Horor Vampir Penuh Makna, Bukan Sekadar Teror
-
Buku The Women: Perang, Trauma, dan Perempuan yang Dihapus dari Sejarah
Terkini
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
4 Rekomendasi HP Layar Lengkung Harga Rp4 Jutaan 2026, Performa dan Fitur Tetap Kompetitif
-
5 Promo Kuliner Spesial Ramadan 2026, Bukber Makin Hemat Mulai Rp18 Ribuan!
-
Mahalnya Harga Kejujuran
-
Cinta yang Terlambat Dimengerti