Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film 172 Days (IMDb)
Ryan Farizzal

Film 172 Days (2023) merupakan sebuah drama romantis Indonesia yang disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Nadzira Shafa, yang juga menjadi kisah nyata dari kehidupannya sendiri.

Diproduksi oleh Starvision Plus, film ini dibintangi oleh Yasmin Napper sebagai Nadzira Shafa (Zira) dan Bryan Domani sebagai Ameer Azzikra. Durasi film sekitar 103 menit, dengan rating usia 13+, mengusung genre drama dan romance yang kental dengan nuansa religi.

Pesan Moral tentang Pernikahan dan Kesabaran

Salah satu adegan di film 172 Days (IMDb)

Sinopsis film berfokus pada perjalanan hijrah seorang perempuan muda bernama Nadzira Shafa. Zira awalnya menjalani kehidupan yang jauh dari nilai-nilai agama, sering bergaul dalam lingkungan pesta, minuman keras, dan narkoba, serta mengalami konflik dengan keluarga. Setelah mengalami titik terendah, termasuk kehilangan ayah dan upaya bunuh diri yang gagal, Zira memutuskan untuk berhijrah, mendalami ilmu agama melalui majelis pengajian, dan mencari kehidupan yang lebih baik.

Dalam proses perubahan tersebut, Zira bertemu dengan Ameer Azzikra, seorang pemuda saleh dan putra dari seorang ustadz legendaris. Ameer dikenal sebagai sosok yang lembut, penuh pengertian, dan menerima Zira tanpa menilai masa lalunya. Hubungan mereka berkembang menjadi cinta yang murni, berlandaskan iman, hingga berujung pada pernikahan.

Namun, kebahagiaan mereka hanya berlangsung selama 172 hari. Cobaan berat datang ketika Ameer jatuh sakit, menguji kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan iman Zira. Film ini mengeksplorasi tema cinta, iman, kehilangan, serta penerimaan takdir dengan cara yang mendalam dan emosional.

Secara keseluruhan, 172 Days berhasil menyajikan narasi yang sederhana namun menyentuh. Penggambaran hijrah Zira digambarkan secara realistis, tidak berlebihan, menunjukkan perjuangan internal seorang perempuan yang berusaha meninggalkan masa lalunya.

Chemistry antara Yasmin Napper dan Bryan Domani sangat kuat, membuatku mudah terhanyut dalam dinamika pasangan ini. Akting keduanya natural, terutama dalam adegan-adegan emosional yang menuntut kedalaman ekspresi. Bryan Domani berhasil menghadirkan sosok Ameer sebagai teladan suami yang sabar dan penuh kasih sayang, sementara Yasmin Napper menampilkan transformasi Zira dari sosok yang rapuh menjadi perempuan yang tangguh melalui iman.

Ulasan Film 172 Days

Salah satu adegan di film 172 Days (IMDb)

Sinematografi film ini mendukung suasana cerita dengan baik. Penggunaan warna-warna lembut, pencahayaan hangat pada adegan romantis, dan kontras yang tajam pada momen dramatis menciptakan visual yang estetis. Latar belakang rumah tangga Muslim yang sederhana tetapi penuh berkah menjadi salah satu kekuatan visual film.

Musik latar dan soundtrack juga turut memperkuat emosi, dengan lagu-lagu yang menyentuh hati dan relevan dengan tema spiritual. Sutradara Hadrah Daeng Ratu berhasil menyeimbangkan elemen romansa dengan pesan religi tanpa terasa preachy, sehingga cocok untuk penonton dari berbagai kalangan.

Kelebihan utama film ini terletak pada pesan moralnya yang kuat: pentingnya menerima seseorang tanpa menghakimi masa lalu, kekuatan iman dalam menghadapi cobaan, serta nilai kesabaran dan keikhlasan dalam pernikahan. Film ini juga menginspirasi banyak penonton muda untuk mengejar hubungan yang halal dan berlandaskan agama.

Akan tetapi, menurutku alur cerita terasa agak konvensional dan predictable, dengan elemen soap opera yang ringan di beberapa bagian. Meski demikian, karena berbasis kisah nyata, keautentikan emosinya tetap menjadi daya tarik utamanya kok, Sobat Yoursay.

Film 172 Days tersedia untuk streaming di platform Vidio sejak 21 Mei 2026. Berdasarkan informasi terkini, film ini dapat ditonton melalui layanan berbayar atau paket premium Vidio. Kusarankan untuk memeriksa aplikasi atau situs resmi Vidio untuk ketersediaan terkini, karena jadwal streaming dapat berubah sesuai lisensi. Selain Vidio, film ini juga pernah tayang di Netflix pada periode tertentu.

Salah satu adegan paling romantis dalam film ini adalah momen saat Ameer dan Zira menjalani kehidupan rumah tangga sehari-hari dengan penuh kasih sayang. Adegan di mana Ameer mengajarkan Zira tentang ilmu agama sambil memegang tangannya, atau saat mereka berbincang di teras rumah sambil menikmati senja, mencerminkan cinta yang tenang tapi mendalam.

Romansa mereka tidak bergantung pada kemewahan, melainkan pada ketulusan hati dan saling mendukung dalam kebaikan. Adegan pernikahan mereka juga sarat dengan keindahan sederhana, di mana tatapan mata dan senyuman menjadi ungkapan cinta yang paling tulus.

Adegan yang paling diingat dan meninggalkan kesan mendalam adalah bagian akhir film, ketika Zira harus menghadapi kepergian Ameer. Momen keikhlasan Zira yang mengucapkan “Aku ikhlas, tapi aku rindu” menjadi puncak emosional yang membuatku meneteskan air mata. Adegan ini bukan hanya tentang kehilangan, melainkan tentang bagaimana cinta sejati melampaui waktu dan kematian.

Kombinasi antara kesedihan, keteguhan iman, dan kenangan indah selama 172 hari menciptakan dampak yang kuat, membuatku sebagai penonton merenung tentang nilai kehidupan dan pernikahan. Dan adegan ini yang paling memorable sih, karena keasliannya dan kemampuannya menyentuh hati secara universal.

Secara keseluruhan, 172 Days adalah film yang layak ditonton bagi yang mencari cerita inspiratif tentang cinta dan hijrah. Dengan kekuatan emosi dan pesan positifnya, film ini berhasil meninggalkan kesan abadi. Sangat aku rkomendasikan untuk kamu yang menyukai drama romantis berbasis nilai-nilai keagamaan. Rating pribadi: 8/10.