Bimo Aria Fundrika | Ryan Farizzal
Poster film Scream 7 (IMDb)
Ryan Farizzal

Scream 7 menandai kembalinya franchise horor ini ke akarnya lewat arahan Kevin Williamson, penulis naskah asli Scream (1996) yang kini duduk di kursi sutradara.

Dirilis oleh Paramount Pictures dengan anggaran sekitar 45 juta dolar dan durasi 114 menit, film ini kembali mengikuti Sidney Prescott, diperankan Neve Campbell.

Sidney kini hidup tenang di Pine Grove, Indiana. Namun saat Ghostface muncul lagi dan menargetkan putrinya, Tatum (Isabel May), ia harus menghadapi trauma masa lalu demi menghentikan teror untuk selamanya.

Naskahnya ditulis Williamson bersama Guy Busick, berdasarkan cerita dari James Vanderbilt dan Busick, dengan tetap mempertahankan elemen meta-horor khas seri ini.

Sinopsis: Pertarungan Terakhir untuk Mengakhiri Kutukan

Salah satu adegan di film Scream 7 (IMDb)

Scream 7 kembali ke formula klasiknya: slasher brutal yang dibalut komentar meta tentang genre horor itu sendiri.

Kali ini, ceritanya menyorot warisan trauma. Sidney Prescott bukan lagi sekadar korban, melainkan pelindung keluarganya. Setting kota kecil di Indiana memberi kontras dari hiruk-pikuk New York di Scream VI, menghadirkan ketegangan lewat isolasi dan rahasia komunitas.

Adegan pembunuhan dijanjikan tampil lebih kreatif dan intens, termasuk penggunaan elemen api yang selaras dengan tagline Burn It All Down. Kevin Williamson juga menyuntikkan humor self-referential, menyinggung horor modern seperti The Conjuring, bahkan kontroversi internal franchise ini—mulai dari pemecatan Melissa Barrera hingga hengkangnya Jenna Ortega.

Dari sisi pemain, film ini memadukan wajah lama dan baru. Neve Campbell kembali sebagai Sidney, membawa kedalaman emosional setelah absen di film sebelumnya. Courteney Cox tetap hadir sebagai Gale Weathers, jurnalis tangguh yang tak pernah mundur.

Nama lama seperti David Arquette (Dewey Riley) dan Matthew Lillard (Stu Macher) juga muncul kembali—meski karakter mereka telah mati, membuka kemungkinan flashback atau twist naratif. Isabel May sebagai Tatum membawa energi generasi baru yang terancam.

Sejumlah pemain dari “Core Four” seperti Jasmin Savoy Brown dan Mason Gooding ikut meramaikan, bersama tambahan nama seperti Mckenna Grace, Joel McHale, hingga Mark Consuelos.

Sementara itu, Roger L. Jackson kembali sebagai suara Ghostface, mempertahankan sapaan ikoniknya: “Hello, Sidney.”

Ulasan Film Scream 7

Salah satu adegan di film Scream 7 (IMDb)

Kalau dari perspektif teknisnya sih, sinematografi oleh Brett Jutkiewicz (dari Scream VI) menangkap nuansa gelap dan claustrophobic, dengan penggunaan IMAX pertama kali di seri ini untuk adegan chase yang intens.

Skor musik oleh Brian Tyler mempertahankan motif asli Marco Beltrami, menambah ketegangan. Efek visual, termasuk practical gore, terasa lebih visceral dibanding CGI berlebih di entri sebelumnya.

Akan tetapi, sayangnya plot terlalu bergantung pada nostalgia, membuatnya kurang inovatif buat kamu sebagai penonton baru. Meski begitu, akting Campbell luar biasa, menunjukkan evolusi Sidney dari survivor remaja menjadi ibu yang gigih.

Kelebihan utama film ini adalah kembalinya ke esensi Scream: campuran ketakutan, tawa, dan kejutan. Twist pembunuhnya cerdas, menghormati aturan genre sambil membaliknya.

Elemen emosional, terutama hubungan ibu-anak, menambah kedalaman di luar jumpscare. Kekurangannya? Beberapa subplot terasa terburu-buru, dan absennya Core Four lengkap mungkin mengecewakan fans baru. Intinya, Scream 7 adalah entri solid yang menghidupkan kembali franchise, dengan rating awal di IMDb sekitar 7.0/10 dari preview screening.

Di Indonesia, Scream 7 tayang di bioskop mulai 25 Februari 2026, dua hari sebelum rilis AS pada 27 Februari. Ini tersedia di jaringan seperti CGV, XXI, dan Cinepolis, dengan rating 21+ karena kekerasan grafis. Tiket bisa dipesan via BookMyShow atau situs mall seperti Mall of Indonesia. Beberapa penonton awal di Indonesia dan Venezuela sudah menontonnya, dengan reaksi positif di media sosial tentang kills kreatif.

Scream 7 adalah surat cinta bagi fans lama, sambil membuka pintu untuk sekuel seperti Scream 8 yang dirumorkan tahun 2027. Kalau kamu pencinta horor slasher, ini wajib tonton—tapi siapkan diri untuk darah dan teriakan. Film ini membuktikan Ghostface tak pernah benar-benar mati.