Gak cuma punya cover yang manis dan menggugah selera, novel ini juga punya kisah yang gak kalah seru buat dinikmati. Novel Amo Ravierre karya Alexandra Vanessa mengangkat tema cinta, keluarga, dan proses pendewasaan diri.
Buku ini menyajikan perjalanan seorang gadis yang belajar tentang tanggung jawab, keluarga, dan cinta. Semuanya bermula dari sepiring pasta yang sederhana, namun penuh makna.
Laurette, seorang gadis yang nekat keluar dari zona nyamannya demi mengejar pengalaman baru sebagai au pair di Inggris. Cerita bermula dari momen sederhana namun berkesan. Laurette bersama dua sahabatnya, Hannah dan Sarah, merayakan kelulusan SMA dengan berlibur ke Singapura.
Sinopsis Novel
Pada 18 April 2012, mereka menemukan restoran pasta bernama Ravierre yang menyajikan hidangan Italia autentik dengan harga terjangkau. Laurette memesan Spaghetti Bolognese tanpa banyak pertimbangan karena lapar, dan sejak suapan pertama, ia jatuh cinta pada cita rasanya.
Restoran itu bukan hanya menyisakan kenangan tentang makanan lezat, tetapi juga menjadi awal benang merah kisah cintanya.
Setelah kembali ke Indonesia, Laurette dihadapkan pada pilihan masa depan. Ia sempat melamar beasiswa, tetapi sang ayah menyarankannya untuk mencoba pengalaman kuliah di luar negeri melalui program homestay sebagai au pair.
Awalnya Laurette ragu, membayangkan kerepotan mengurus anak kecil seperti adiknya yang rewel. Namun kesempatan itu datang lebih cepat dari dugaan. Ia diterima oleh keluarga Basilio di Somerset, Inggris. Keluarga berdarah Italia yang membutuhkan pengasuh anak sesegera mungkin.
Luigi Basilio, sang ayah tunggal, digambarkan sebagai sosok ramah dan penuh tanggung jawab. Ia memiliki empat anak: David Severro (18 tahun), Riley (7 tahun), Connor (5 tahun), dan Austin (2 tahun).
Melalui panggilan video pertama, Laurette merasakan kehangatan sekaligus tantangan besar yang akan dihadapinya. Meski sempat terkejut dan belum sepenuhnya yakin, ia akhirnya menerima tawaran tersebut.
Tugas Laurette sebagai au pair meliputi membereskan tempat tidur anak-anak, mengembalikan mainan, membantu PR, memastikan mereka makan cukup, hingga membacakan dongeng sebelum tidur.
Di sinilah pembaca diajak menyelami dinamika keluarga broken home. Luigi yang bercerai berusaha menjaga stabilitas rumah tangganya, sementara anak-anaknya menunjukkan karakter berbeda-beda yang menuntut kesabaran.
Konflik utama muncul melalui hubungan Laurette dengan David, anak sulung Luigi. Pada awalnya David digambarkan dingin dan menyebalkan. Perbedaan pendapat sering terjadi, menciptakan ketegangan yang justru membangun chemistry keduanya.
Seiring waktu, Laurette menyadari bahwa di balik sikap kerasnya, David adalah sosok yang sangat mencintai keluarganya. Hubungan yang semula dipenuhi perdebatan perlahan berubah menjadi perasaan yang lebih dalamdan ternyata cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan.
Menariknya, Laurette kemudian mengetahui bahwa koki pasta terlezat di restoran Ravierre yang dulu ia kunjungi ternyata adalah David. Fakta ini menjadi simpul romantis yang menyatukan awal dan akhir cerita. Rasa, dalam arti harfiah maupun emosional menjadi jembatan yang mempertemukan mereka.
Kelebihan dan Kekurangan
Dari sisi teknis, novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Pengarang tampak memahami perasaan tiap tokoh, sehingga pembaca dapat mengikuti pergolakan batin Laurette maupun dinamika keluarga Basilio secara utuh. Gaya penulisannya disebut-sebut mirip novel terjemahan, dengan nuansa internasional yang kental.
Kelebihan novel ini terletak pada alur yang menarik dan tidak membosankan. Detail kehidupan di Inggris, budaya keluarga Italia, serta dinamika menjadi au pair memberikan wawasan baru bagi pembaca tentang kehidupan di luar negeri.
Pesan yang disampaikan pun luas: tentang arti cinta sejati, bukan hanya antara remaja, tetapi juga cinta dalam keluarga dan kesetiaan dalam hubungan.
Namun, novel ini juga memiliki kelemahan. Kisah cinta antara David dan Laurette terasa kurang dieksplorasi sehingga terkesan terburu-buru di bagian akhir. Selain itu, penggunaan banyak istilah bahasa asing tanpa penjelasan dapat menyulitkan pembaca. Dari sisi teknis penerbitan, terdapat beberapa kesalahan penulisan dan pilihan font yang kurang nyaman dibaca.
Sebagai saran, pembaca disarankan mencari arti istilah asing agar pemahaman cerita lebih maksimal. Penulis dapat mempertimbangkan penambahan catatan kaki untuk istilah tertentu, sementara penerbit sebaiknya lebih teliti dalam penyuntingan naskah.
Identitas Buku
- Judul: Amo Ravierre : Saat Rasa Menyatukanmu di Ravierre
- Penulis: Alexandra Vanessa
- Penerbit: WahyuMedia
- Tahun Terbit: Juli 2013
- ISBN: 979-795-754-3
- Tebal: vi + 350 Halaman
- Kategori: Teenlit / Novel Indonesia
- Genre: Romansa Remaja, Fiksi
Baca Juga
-
Buku Love Yourself First: Mencintai Diri Secukupnya
-
Gak Usah Sok Paling Tangguh, Setiap Generasi Punya Masalahnya Sendiri!
-
Lika-Liku Hidup Santri di Buku Setegar Batu Karang, Seindah Senja Sore
-
Terjebak Utang Demi Story Estetik? Pelajaran Hidup dari Buku Yang Mahal Gengsi Kita
-
Retak Keluarga oleh Harta, Pantaskah? Membaca Novel Alpha Girls
Artikel Terkait
-
Terjebak Utang Demi Story Estetik? Pelajaran Hidup dari Buku Yang Mahal Gengsi Kita
-
Pergulatan Moral Kolonial dalam Kumpulan Cerpen Teh dan Pengkhianat
-
Lika-Liku Hidup Santri di Buku Setegar Batu Karang, Seindah Senja Sore
-
Rumah Kertas: Ketika Cinta Buku Kelewat Batas Sampai Jadi Tembok Rumah
-
Retak Keluarga oleh Harta, Pantaskah? Membaca Novel Alpha Girls
Ulasan
-
Dari Tanah Wajo ke Belanda: Perjalanan Cinta Lintas Milenium di Novel Lontara
-
Film Titip Bunda di Surga-Mu: Kisah Penyesalan Anak Kepada Ibu
-
Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan
-
Buku Love Yourself First: Mencintai Diri Secukupnya
-
Ketika Cinta Lebih Kuat dari Gravitasi: You Had Me at Hello Karya Ailee
Terkini
-
NgabubuRun: Puasa Lancar, Tubuh Tetap Bugar
-
Sinopsis Filing for Love, Drama Rom-Com Terbaru Shin Hae Sun dan Gong Myoung
-
Campak Bukan Teman Kencan, Jangan Diajak Jalan-Jalan ke Tempat Umum!
-
Overthinking saat Ramadan, Tanda Refleksi atau Kurang Aktivitas?
-
Forza Ferrari! Tifosi Punya Harapan, Tes Bahrain Tunjukkan Potensi SF-26