"Siapapun kita, hidup tak akan pernah mudah. Namun, alam semesta selalu membuka celah bagi mereka yang menolak menyerah." (Halaman 247)
Novel The Privileged Ones karya Mutiarini banyak membahas tentang pengembangan diri dan realitas kehidupan yang dibungkus dengan cerita menarik. Novel terbitan Gramedia Pustaka Utama ini banyak memberikan pelajaran tentang arti penting dari sebuah privilese (hak istimewa) dan isu kesehatan mental yang kasusnya seringkali terjadi di negara kita sendiri, Indonesia.
Sinopsis Novel The Privileged Ones
Cerita berfokus pada tokoh utama bernama Rara yang memutuskan untuk menyambung pendidikannya ke bangku universitas meskipun ditentang oleh kedua orang tuanya. Kondisi ekonomi keluarga Rara yang tidak mendukung untuk dapat membiayai gadis itu membuat kedua orang tuanya menyuruh anaknya untuk menikah dibandingkan menempuh pendidikan lanjut. Namun berkat bantuan Indah, kakak perempuan Rara, akhirnya Rara bisa tetap kuliah di ibu kota dengan mendapatkan beasiswa prestasi dan bekerja paruh waktu untuk menambah kebutuhannya.
Ketika tiba waktunya untuk pengambilan nilai tugas akhir mata kuliah publisitas, universitas Rara bekerja sama dengan Change TV dan mengimbau para mahasiswa di kelas Rara untuk menciptakan konten yang bermanfaat di tengah gempuran konten sampah di media sosial. Hadiah yang diberikan atas kolaborasi keduanya juga berupa uang dalam jumlah yang sangat besar, membuat Rara dan kedua temannya berambisi tidak hanya mendapatkan nilai bagus, tetapi juga menang untuk mendapatkan hadiah yang dijanjikan.
Dalam mewujudkan tekadnya, Rara bertemu dengan seorang psikolog muda bernama Mahesa Girindra atau Giri. Bersama Giri, Rara dan teman-teman menciptakan konten yang membahas tentang pentingnya isu kesehatan mental.
Semula, Rara merasa optimis dengan ide dan isi konten mereka yang memenuhi syarat, tapi melihat konten Diva dan teman-temannya yang sudah diberikan banyak privilese sejak mereka lahir membuat Rara tanpa sadar merasa pesimis. Tanpa Rara sadari, ia telah mengalami rasa insecurity tentang kemiskinan dialami dengan terus membandingkan kehidupannya dengan Diva.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Novel ini ibarat seporsi makanan bergizi yang di dalamnya terdapat beberapa poin penting yang diangkat. Pertama, isu privilese atau hak istimewa. Penulis mampu menjabarkan dengan baik mengenai apa arti privilese sebenarnya, yang sering diketahui sebatas ketersediaan materi dan sumber daya yang dimiliki.
Namun, sebenarnya privilese tidak hanya sebatas hal itu, karena setiap orang terlahir dengan privilese atau hak istimewa masing-masing. Kedua, isu kesehatan mental yang tidak hanya dimiliki oleh tokoh utama saja, tetapi ada banyak kasus isu kesehatan mental lain yang dijabarkan di dalam novel ini.
Gaya narasi dan bahasa yang mudah dipahami membuat bacaan yang mengangkat isu berat ini menjadi lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan pembaca. Meskipun unsur romansa di dalam novel ini terbilang sangat sedikit, tapi ada banyak hal lain yang dapat dipelajari dalam novel ini tanpa harus melibatkan romansa yang berlebihan.
Sementara itu, novel ini banyak mencantumkan dialog bahasa daerah yang sayangnya tidak dicantumkan artinya di catatan kaki, sehingga membuat sebagian pembaca lain yang tidak mengerti saat membacanya akan merasa bingung.
Selain itu, bagi para pembaca yang menyukai alur lambat mungkin akan merasa penyelesaian konflik di novel ini terasa cepat, baik dari penyelesaian konflik Rara dan keluarganya, permasalahan kakak Rara, dan kesalahpahaman Rara dan Diva dikarenakan format novelnya yang terbilang lebih tipis dibandingkan novel fiksi pada umumnya.
Secara keseluruhan, novel ini sangat direkomendasikan bagi para pembaca yang ingin membaca tema atau topik yang cukup berat dan emosional, tidak masalah dengan minimnya romansa, dan penyelesaian konflik yang cukup ringkas.
Namun, bagi para pembaca yang ingin mencari novel dengan topik ringan, romansa yang banyak, dan penyelesaian konflik yang tidak terlalu cepat, novel ini dapat dipertimbangkan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: The Privileged Ones
- Penulis: Mutiarini
- Penerbit: Penerbit Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 30 Maret 2022
- Tebal Halaman: 248 Halaman
- ISBN: 9786020659855
- Genre: Young Adult Fiction
Baca Juga
-
Drakor The East Palace Tayang 17 Juli, Nam Joo Hyuk Jadi Pemburu Hantu
-
Kini Jadi Rival, Lee Kwan Hee dan Choi Hye Sun Reuni di Game of Blood X
-
Tayang Paruh Kedua, Rediscovery of Love Ungkap Jajaran Pemeran Utamanya
-
Drakor A Bona Fide Killer Tayang Juli, Intip Jajaran Pemain Utamanya!
-
Tayang 6 Juli, Park Se Young Jadi Seniman Muda di Drakor Family Resister
Artikel Terkait
Ulasan
-
Film Disclosure Day Mengguncang Iman dan Keyakinan Manusia, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni
-
Teach You A Lesson vs Study Group: Drakor Mana yang Paling Recommended?
-
Review Drama Filing For Love: Angkat Isu Fatherless yang Bikin Mewek
-
Review Drama Korea Your Honor: Ketika Keadilan Tak Lagi Hitam Putih
Terkini
-
Mengapa Revolusi Tidak Lahir dari Tagar
-
Elegi Hujan Bulan Juni: Merawat Tabah di Tengah Badai Rupiah yang Tiarap
-
Laut Bercerita Akhirnya Difilmkan: Sebuah Pengingat Akan Luka yang Belum Usai
-
Harga BBM Sudah Mau Negara Maju, Pendapatan Masih Negara Berkembang
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste