Awalnya aku ambil buku ini karena covernya mirip buku yang kukenal yaitu Kedai Bunga Kopi karya Rere. Tapi ternyata bukan. Karena covernya familiar, kukira kisahnya juga akan mirip. Tapi ternyata beda jauh.
Novel Cinta. alias Cinta Dengan Titik karya Bernard Batubara terbit pada September 2013 oleh Bukune. Novel ini merupakan karya kedua Bernard Batubara dan ini adalah kali pertama Bara menulis menggunakan POV perempuan.
Di novel ini dinamika hubungan manusianya kerasa banget. Sejak judulnya Cinta. dengan titik di akhir. Novel ini seolah sudah memberi isyarat bahwa cinta tidak selalu berakhir indah seperti dongeng.
Ada titik, ada jeda, bahkan ada luka yang harus diterima.
Sinopsis Novel
Nessa, Demas, dan Endru, yang terjebak dalam hubungan rumit penuh tarik ulur perasaan. Kisah dimulai dari pertemuan tidak terduga antara Nessa dan Demas di dalam pesawat.
Dari percakapan ringan hingga kedekatan yang tumbuh perlahan, keduanya tanpa sadar mulai saling menyukai. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Nessa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Demas sudah bertunangan dengan perempuan lain bernama Ivon.
Di sinilah konflik utama mulai berkembang. Demas digambarkan sebagai sosok laki-laki yang plin-plan. Ia mencintai Nessa, tetapi tidak berani melepaskan tunangannya. Karakter ini merepresentasikan tipe orang yang ingin memiliki segalanya tanpa kehilangan apa pun.
Dalam banyak kasus di kehidupan nyata, sosok seperti Demas bukanlah hal asing: ragu mengambil keputusan, tetapi tetap mempertahankan hubungan yang tidak sehat.
Di sisi lain, Nessa adalah potret perempuan yang terjebak dalam paradoks. Ia membenci ibunya karena berselingkuh demi cinta, tetapi justru mengulangi pola yang sama dengan menjadi “orang ketiga” dalam hubungan Demas.
Di titik ini, novel ini terasa tajam. Ia tidak hanya bercerita tentang cinta, tetapi juga tentang bagaimana manusia sering kali mengkhianati prinsipnya sendiri ketika dilanda perasaan.
Kehadiran Endru menambah kompleksitas cerita. Ia adalah pria yang dijodohkan dengan Nessa oleh ayahnya, sosok yang sebenarnya tidak sepenuhnya diinginkan namun selalu ada ketika Nessa terluka. Endru menjadi semacam “pelarian emosional”, tempat Nessa mencari kenyamanan ketika hubungannya dengan Demas bermasalah. Dinamika ini memperlihatkan realitas pahit: bahwa dalam cinta, tidak semua orang bersikap adil, bahkan terhadap orang yang tulus.
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu kekuatan novel ini terletak pada eksplorasi emosi yang jujur. Bernard Batubara tidak berusaha mempercantik cinta. Ia justru menunjukkan bahwa cinta bisa membingungkan, melelahkan, bahkan menyakitkan.
Selain itu, novel ini juga diperkaya dengan kutipan puisi, termasuk karya Pablo Neruda, yang memperdalam suasana melankolis dan reflektif. Puisi-puisi ini tidak hanya menjadi hiasan, tetapi juga cerminan perasaan tokoh-tokohnya.
Namun, novel ini bukan tanpa kekurangan. Alur cerita yang cenderung berputar pada konflik yang sama bisa terasa melelahkan bagi sebagian pembaca. Beberapa bagian juga terkesan bertele-tele, dengan dialog yang terlalu puitis untuk situasi yang sebenarnya sederhana. Selain itu, perkembangan karakter, terutama dalam penyelesaian konflik, terasa agak terburu-buru menjelang akhir cerita.
Meski demikian, Cinta. tetap memiliki daya tarik kuat, terutama bagi pembaca yang pernah mengalami hubungan rumit. Novel ini tidak menawarkan solusi instan, tetapi mengajak pembaca untuk merenung: tentang batas antara cinta dan harga diri, tentang pilihan yang harus diambil, dan tentang keberanian untuk melepaskan.
Pada akhirnya, Cinta. adalah cerita tentang belajar. Belajar mencintai dengan benar, belajar memahami diri sendiri, dan yang paling sulit, belajar mengakhiri sesuatu yang tidak sehat. Karena tidak semua cinta harus diperjuangkan sampai akhir. Kadang, cinta justru menemukan maknanya ketika kita berani memberi titik.
Identitas Buku
- Judul: Cinta. (baca: Cinta Dengan Titik)
- Penulis: Bernard Batubara
- Penerbit: Bukune
- Tahun Terbit: September 2013
- ISBN: 978-602-220-109-0
- Tebal: 318 halaman
- Genre: Romance, Fiksi
Baca Juga
-
Warga Sibuk Memilah Sampah, di TPA Berbaur Jadi Satu
-
Efek Domino Plastik yang Menyentuh Semua Sektor, Pertanian Juga Kena lho!
-
Harga Plastik Melonjak: Saatnya Konsumen Berperan, Bukan Sekadar Mengeluh
-
Winter in Tokyo: Cinta, Ingatan, dan Takdir di Tengah Musim Dingin
-
Maryamah Karpov: Penutup Epik Perjalanan Ikal dari Laskar Pelangi
Artikel Terkait
Ulasan
-
Novel Pasta Kacang Merah: Menebus Luka Masa Lalu
-
Emosional, Menyentuh, dan Relatable! Film Ini Bakal Bikin Kamu Ingin Langsung Peluk Orang Tua
-
Review Lovely Runner: Ketika Cinta Memaksa Seseorang Melawan Takdir
-
Godlob Karya Danarto: Menjelajah Dunia Tak Masuk Akal yang Terasa Nyata
-
Saat Hukum Tak Lagi Dipercaya, Film The Verdict 2025 Soroti Krisis Keadilan
Terkini
-
Guru: Kompas Peradaban atau Sekadar Buruh Kurikulum?
-
AI di Balik Lampu Merah: Solusi Cerdas atau Sekadar Jargon Estetik Penambal Macet?
-
Nasib Pekerja UMR: Kerja Keras untuk Bertahan Bukan Berkembang
-
4 Cleansing Balm Size 100-550 Gram, Bersihkan Makeup Waterproof tanpa Iritasi
-
Gaji Minimum, Beban Maksimum: Krisis Mental Health Para Pekerja UMR