Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Dalil-dalil Agama Gus Dur (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Buku Dalil-Dalil Agama Gus Dur karya Nur Khalik Ridwan diterbitkan oleh IRCiSoD pada tahun 2021. Buku ini menghadirkan perspektif yang unik. Mengupas dalil sebagai kunci memahami pergumulan Islam di Indonesia melalui lensa Gus Dur.

Sebagai tokoh yang dikenal luas karena gagasan pluralisme, demokrasi, dan Islam yang ramah, Gus Dur sering kali mengutip ayat Al-Qur’an, hadits, hikmah, hingga kaidah fiqh dalam berbagai kesempatan. Namun, yang menarik, ia tidak selalu menyebutkan sumber secara eksplisit.

Ia kerap menggunakan ungkapan seperti “ada adagium yang mengatakan” atau “ada kaidah yang menyebut”. Bagi sebagian orang, ini bisa membingungkan. Di sinilah buku ini mengambil peran penting. Menelusuri, mengumpulkan, dan menjelaskan sumber-sumber dalil yang sering digunakan Gus Dur.

Isi Buku

Fokus utama buku ini adalah pada sekitar 45 dalil kunci yang dianggap merepresentasikan cara berpikir Gus Dur. Dalil-dalil tersebut mencakup berbagai tema, mulai dari konsep ummatan wahidah (umat yang satu), hingga prinsip komunikasi seperti khatibin naas ‘ala qadri ‘uqulihim atau berbicara kepada manusia sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

Dengan pendekatan ini, pembaca diajak melihat bahwa pemikiran Gus Dur bukan sekadar opini, melainkan memiliki akar kuat dalam tradisi keilmuan Islam.

Salah satu kekuatan buku ini adalah kemampuannya mengontekstualisasikan dalil. Penulis tidak hanya berhenti pada penjelasan teks, tetapi juga menunjukkan bagaimana Gus Dur menggunakan dalil tersebut dalam realitas sosial-politik Indonesia.

Misalnya, kaidah tasharruf al-imam ‘ala ar-ra’iyyah manuthun bil mashlahah yang artinya kebijakan pemimpin harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat. Kutipan ini sering digunakan Gus Dur untuk menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berpihak pada publik, bukan pada kepentingan kelompok tertentu.

Kaidah lain seperti dar’ul mafasid muqaddam ‘ala jalbil mashalih (mencegah kerusakan didahulukan daripada meraih kemaslahatan) juga menjadi dasar argumentasi Gus Dur dalam banyak isu. Terutama ketika menghadapi konflik sosial dan keagamaan.

Dari sini terlihat bahwa pendekatan Gus Dur sangat pragmatis sekaligus humanis. Agama tidak dipahami secara kaku, tetapi sebagai alat untuk menjaga kemaslahatan bersama.

Selain itu, buku ini juga menyoroti konsep al-muhafazhah ‘alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah yang artinya memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.

Prinsip ini menjadi fondasi dari apa yang sering disebut sebagai Islam Wasathiyah (moderat) ala Gus Dur. Ia tidak menolak tradisi, tetapi juga tidak menutup diri terhadap perubahan. Sikap inilah yang membuat pemikirannya relevan dalam konteks Indonesia yang plural dan dinamis.

Kelebihan dan Kekurangan

Secara metodologis, buku ini cukup menarik karena penulis berusaha meminimalkan interpretasi subjektif. Ia lebih banyak menghadirkan penjelasan berdasarkan konteks penggunaan dalil oleh Gus Dur. Hal ini memberikan ruang bagi pembaca untuk memahami langsung logika berpikir Gus Dur tanpa terlalu banyak “campur tangan” penulis.

Namun demikian, buku ini juga memiliki beberapa keterbatasan. Salah satunya adalah tidak adanya pemisahan yang tegas antara jenis-jenis dalil—apakah berasal dari Al-Qur’an, hadits, hikmah, atau kaidah fiqh. Bagi pembaca awam, hal ini bisa menimbulkan kebingungan dalam mengidentifikasi sumber dalil. Meski demikian, kekurangan ini tidak mengurangi nilai utama buku sebagai referensi penting dalam memahami pemikiran Gus Dur.

Secara keseluruhan, Dalil-Dalil Agama Gus Dur adalah buku yang sangat relevan, terutama di tengah meningkatnya perdebatan keagamaan di Indonesia. Buku ini tidak hanya membantu meluruskan pemahaman terhadap pemikiran Gus Dur, tetapi juga menunjukkan bahwa Islam yang moderat, inklusif, dan kontekstual memiliki dasar yang kuat dalam tradisi keilmuan.

Lebih dari sekadar kajian dalil, buku ini adalah jembatan untuk memahami bagaimana agama bisa hadir sebagai solusi, bukan sumber konflik. Dan dalam konteks Indonesia hari ini, warisan pemikiran Gus Dur seperti yang diuraikan dalam buku ini terasa semakin penting untuk terus dipelajari dan dihidupkan.

Identitas Buku

  • Judul: Dalil-Dalil Agama Gus Dur
  • Penulis: Nur Khalik Ridwan
  • Penerbit: IRCiSoD (Yogyakarta)
  • Tahun Terbit: 2021
  • Tebal: 378 Halaman
  • ISBN: 978-623-6166-60-4
  • Kategori: Agama Islam/Biografi