Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Dao De Jing (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Filsafat China memiliki daya tarik tersendiri karena tidak hanya berbicara tentang teori hidup, tetapi juga tentang cara manusia memahami alam, diri sendiri, dan keseimbangan kehidupan.

Banyak orang Indonesia sebenarnya sudah akrab dengan nuansa filsafat China sejak kecil melalui tayangan seperti Boboho, Sun Go Kong, film vampir China, hingga novel-novel modern yang mengangkat budaya wuxia dan kungfu.

Dalam dunia literasi Indonesia, unsur filosofi Timur juga sering muncul dalam karya-karya Tere Liye, terutama ketika membahas seni bela diri, ketenangan batin, dan kebijaksanaan hidup.

Salah satu kitab filsafat China paling berpengaruh adalah Dao De Jing karya Lao Zi. Buku klasik ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia dan menjadi fondasi utama ajaran Taoisme.

Di Indonesia, salah satu versi yang cukup populer adalah Dao De Jing: The Wisdom of Lao Zi karya Andri Wang, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020.

Isi Buku

Buku ini istimewa karena diterjemahkan langsung dari manuskrip kuno Han Ma Wang Dui yang ditemukan pada tahun 1973, sehingga dianggap lebih lengkap dan mendekati naskah asli.

Lao Zi sendiri diperkirakan hidup sekitar abad ke-6 sebelum Masehi, sezaman dengan Konfusius dan Buddha Gautama. Ia dikenal sebagai filsuf besar yang mengajarkan tentang Dao atau “jalan kehidupan”, sebuah prinsip alam semesta yang berjalan secara alami dan seimbang. Inti ajarannya bukan tentang kekuasaan atau ambisi, melainkan tentang kesederhanaan, kerendahan hati, dan hidup selaras dengan alam.

Salah satu konsep paling terkenal dalam Dao De Jing adalah “wu wei” atau bertindak tanpa paksaan. Banyak orang salah memahami istilah ini sebagai “tidak melakukan apa-apa”. Padahal, wu wei berarti melakukan sesuatu dengan alami, tanpa ambisi berlebihan dan tanpa memaksakan kehendak. Lao Zi mengibaratkan manusia bijak seperti air: lembut, rendah hati, tetapi mampu mengikis batu paling keras.

Filosofi air menjadi simbol penting dalam Taoisme. Air tidak pernah melawan, tetapi selalu menemukan jalannya sendiri. Ia mengalir ke tempat paling rendah, memberi kehidupan bagi semua tanpa meminta balasan. Dalam kehidupan modern yang penuh persaingan, konsep ini terasa sangat relevan.

Banyak orang hidup dengan tekanan untuk selalu unggul, selalu terlihat sukses, dan selalu mendapat pengakuan. Lao Zi justru mengajarkan kebalikannya: kekuatan sejati lahir dari ketenangan dan kerendahan hati.

Salah satu kutipan paling terkenal dalam buku ini berbunyi, “Perjalanan ribuan mil dimulai dari langkah pertama.” Kalimat sederhana ini mengandung makna mendalam tentang proses hidup. Tidak ada keberhasilan besar yang datang secara instan.

Semua dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Filosofi ini mengajarkan kesabaran dan ketekunan, sesuatu yang sering hilang di era serba cepat saat ini.

Selain itu, Dao De Jing juga banyak membahas bahaya keserakahan. Lao Zi percaya bahwa manusia menderita karena tidak pernah merasa cukup. Dalam salah satu ajarannya, ia mengatakan bahwa orang terkaya adalah mereka yang tahu cara bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Pesan ini terasa sangat kuat di zaman modern ketika media sosial sering membuat manusia terus membandingkan hidupnya dengan orang lain.

Kelebihan dan Kekurangan

Menariknya, filsafat Lao Zi tidak hanya berbicara tentang individu, tetapi juga tentang kepemimpinan. Menurutnya, pemimpin terbaik adalah mereka yang bekerja tanpa haus pujian. Pemimpin sejati tidak menonjolkan diri, tidak memaksakan kehendak, dan tidak merasa paling berjasa.

Ia membiarkan rakyat berkembang secara alami tanpa tekanan berlebihan. Filosofi ini terasa kontras dengan banyak fenomena modern, ketika kebaikan sering dilakukan demi pencitraan dan pengakuan publik.

Bahasa dalam Dao De Jing memang sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Banyak kalimatnya bersifat paradoks, seperti “yang lemah mampu mengalahkan yang kuat” atau “kelembutan menaklukkan kekerasan”. Namun justru di situlah keindahan filsafat Taoisme. Lao Zi mengajak manusia melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih tenang dan tidak hitam-putih.

Pada akhirnya, Dao De Jing bukan sekadar kitab filsafat kuno, melainkan refleksi tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani hidup. Di tengah dunia yang penuh ambisi, persaingan, dan kegaduhan, ajaran Lao Zi mengingatkan bahwa ketenangan, kesederhanaan, dan kemampuan menerima hidup apa adanya justru merupakan bentuk kebijaksanaan tertinggi.

Seperti air yang terus mengalir tanpa memaksa, manusia pun diajak untuk menjalani hidup dengan lebih lembut, namun tetap kuat menghadapi segala perubahan zaman.

Identitas Buku

  • Judul: Dao De Jing: The Wisdom of Lao Zi
  • Penulis: Andri Wang
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tanggal Terbit: 13 Januari 2020
  • Tebal: 326 halaman 
  • ISBN: 9786020637860 
  • Kategori: Filsafat, China, Non Fiksi