A Sad and Beautiful World merupakan film drama romantis Lebanon yang disutradarai oleh Cyril Aris dalam debut feature-nya. Film ini tayang perdana di dunia pada Festival Film Venesia 2025 di seksi Giornate degli Autori, meraih penghargaan People's Choice Award, dan menjadi perwakilan resmi Lebanon untuk Academy Awards 2026 kategori Best International Feature Film.
Dengan durasi sekitar 110 menit, film ini menggabungkan elemen komedi romantis, drama keluarga, dan refleksi sosial-politik yang mendalam, diproduksi secara internasional melibatkan Lebanon, Amerika Serikat, Jerman, Arab Saudi, dan Qatar.
Perjalanan Emosional Nino dan Yasmina yang Kuat
Cerita berpusat pada Nino (Hasan Akil) dan Yasmina (Mounia Akl), dua sosok yang terikat sejak lahir. Mereka dilahirkan hanya berselang beberapa menit di rumah sakit yang sama di Beirut pada saat serangan roket mengguncang kota. Hubungan mereka berlanjut sebagai teman masa kecil, terputus oleh konflik, lalu bersatu kembali sebagai dewasa melalui pertemuan yang penuh kebetulan dramatis.
Sepanjang tiga dekade, kisah cinta mereka diuji oleh krisis ekonomi, gejolak politik, dan pilihan sulit antara bertahan di tanah air atau meninggalkannya demi kelangsungan hidup dan keluarga. Nino digambarkan sebagai sosok optimis abadi yang mewarisi restoran keluarga, sementara Yasmina lebih realistis dan pragmatis, sering dibayangi trauma masa lalu.
Review Film A Sad And Beautiful World
Aris menyajikan narasi dengan gaya visual yang dinamis: editing kolase, lompatan waktu, frame rate rendah untuk adegan emosional intens, dan sinematografi Joe Saade yang intim. Musik latar Anthony Sahyoun memperkuat nuansa harapan sekaligus melankoli.
Film ini tidak hanya romansa biasa, melainkan metafor bagi kondisi Lebanon yang terus berayun antara harapan dan keputusasaan. Elemen magis-realisme, seperti motif pulau surgawi yang diimpikan Nino, menambah kedalaman tanpa meninggalkan realitas keras. Performa Akil dan Akl sangat kuat, dengan chemistry alami yang meyakinkan, didukung aktor pendukung seperti Julia Kassar.
Film ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada pertengahan Mei 2026, tepatnya sekitar 15 Mei 2026 di jaringan seperti CGV, XXI, dan lainnya. Pada saat ini, penayangan masih berlangsung di berbagai lokasi utama seperti Grand Indonesia dan Pacific Place. Kusarankan memeriksa jadwal terkini karena biasanya distribusi film internasional seperti ini sangat bergantung pada respon pasar.
Salah satu kekuatan utama film adalah kemampuannya menyeimbangkan nada ringan di awal dengan kedalaman emosional di bagian akhir. Bagian awal mirip rom-com klasik: pertemuan kembali melalui kecelakaan mobil Nino ke toko keluarga Yasmina, pesta makan malam chaos di restoran Chez Nino, serta momen-momen playful seperti berlarian penuh gairah atau melompat di atas mobil. Adegan-adegan ini penuh energi, humor, dan kehangatan, mencerminkan masa-masa lebih cerah di Lebanon sebelum krisis semakin dalam.
Adegan paling dramatis dan paling kuingat setelah nonton film ini adalah klimaks emosional di fase pernikahan dan kehidupan keluarga mereka, khususnya ketika krisis ekonomi Lebanon mencapai puncak, memaksa keputusan antara bertahan atau emigrasi. Adegan ini menggambarkan keretakan hubungan Nino dan Yasmina secara mendalam: Nino yang tetap berpegang pada optimisme dan akar tanah air bertabrakan dengan kekhawatiran Yasmina akan masa depan anak mereka.
Konfrontasi mereka di restoran yang menjadi simbol segala kenangan—dari tawa hingga air mata—sangat mengharukan. Visual yang semakin suram, diiringi arsip footage gejolak sosial dan suara latar yang intens, membuatku dan penonton yang lain merasakan beban sejarah Lebanon secara pribadi.
Adegan mereka lahir di awal film juga tak terlupakan sih, ketika rumah sakit yang dibom saat proses persalinan. Menciptakan kontras ironis antara kehidupan baru dan kehancuran. Momen intim seperti pandangan mata melalui lubang kunci saat kecil, atau diskusi emosional tentang pulau harapan di tengah konflik, meninggalkan kesan mendalam tentang kekuatan memori dan cinta di tengah ketidakpastian. Kalau dari aku sendiri, jujur ketika keluar bioskop perasaanku campur aduk—sedih karena realisme tragedi, tapi terinspirasi oleh ketahanan manusia.
Secara keseluruhan, A Sad and Beautiful World adalah pencapaian impresif untuk debut feature. Film ini berhasil menjadikan kisah pribadi sebagai cerminan nasional tanpa terasa pretensius. Kelemahannya mungkin terletak pada beberapa trope romansa konvensional yang terasa familiar, tetapi eksekusi visual, akting, dan konteks Lebanon yang autentik mengangkatnya menjadi pengalaman sinematik yang kaya.
Film ini cocok buat kamu yang menyukai drama romantis berlapis seperti The Curious Case of Benjamin Button atau karya-karya Lebanon kontemporer lainnya. Skor IMDb sekitar 7.7 mencerminkan apresiasi yang sangat luas.
Dengan tema universal tentang cinta, keluarga, dan rumah, film ini mengajak kita merenung: apakah kita memilih bertahan di tengah badai atau mencari pelabuhan baru? A Sad and Beautiful World membuktikan bahwa di balik kesedihan selalu ada keindahan, selama ada harapan dan ikatan yang kuat. Sangat direkomendasikan bagi pecinta film festival dan cerita emosional yang mendalam.
Catatan: Untuk menghindari spoiler berat dan kamu tetap dapat menikmati kejutan naratifnya. Saksikan di bioskop segera, yuk. Untuk pengalaman terbaik ya, Sobat Yoursay, selamat menonton!
Baca Juga
-
Ulasan Serial The Palu Family: Sajikan Episodic Horror yang Berbasis Fakta!
-
Review We Are Jeni: Film Dokumenter tentang Disosiatif Identity Disorder
-
Review The Square: Konfrontasi Dramatis antara Seni dan Realitas Primal!
-
Ulasan The WONDERfools: Serial Komedi Aksi dengan Twist Y2K yang Inovatif!
-
Remarkably Bright Creatures: Sajikan Perpaduan Drama dan Komedi yang Ringan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Serial The Palu Family: Sajikan Episodic Horror yang Berbasis Fakta!
-
Mengatur Kembali Arah Hidup dari Buku Tiada Ojek di Paris
-
Membenahi Percaya Diri di Buku Mind Platter: Kenapa Kita Takut Bersinar?
-
Kindergarten For Divine Beasts: Manhwa Siluman Versi Bocil-bocil Kematian
-
The Kings Warden dan Luka Pemimpin yang Disingkirkan
Terkini
-
Paylater dan Gaya Hidup Gen Z: Solusi Praktis atau Jebakan Finansial?
-
Playful ke Elegan Look, Ini 4 Ide Outfit Feminin Kekinian ala Yuna ITZY
-
10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga
-
Ironi Pelemahan Rupiah: Mengapa Masyarakat Desa Menanggung Beban Terberat?
-
Menyaksikan Lake Symphony, Tarian Air Magis dengan Panorama Ikonik KLCC