M. Reza Sulaiman | Tika Maya Sari
Poster Boys Before Flower (IMDb)
Tika Maya Sari

Percintaan male lead kaya raya dan berkuasa kukira hanya ada di Wattpad, atau drama-drama China sekarang saja. Nyatanya, Korea Selatan pernah meluncurkan drama romansa antara cowok kaya raya dengan cewek biasa, yang berjudul Boys Before Flower.

Melansir IMDb, Boys Before Flower adalah drama yang diadaptasi dari manga Jepang berjudul Hana Yori Dango. Drama ini tayang pada 5 Januari 2009 - 31 Maret 2009 di saluran KBS2TV, dengan total 25 episode.

Tipe Bad Boy Kaya Raya yang Jatuh Cinta

Boys Before Flower mengisahkan Geum Jan Di (Koo Hye Sun) yang mendapatkan beasiswa masuk SMA Shinhwa setelah mencegah salah satu siswanya bunuh diri. Sedari awal, Jan Di adalah anak pemberani yang menentang bullying dan otoriter. Hingga keberadaannya diendus oleh F4, kelompok yang terdiri atas 4 siswa kaya raya yang memimpin piramida kekuasaan di SMA Shinhwa.

Mereka adalah Gu Jun Pyo (Lee Min Ho), putra pewaris Shinhwa Group yang menguasai industri dan pasar negara bahkan dunia; Yoon Ji Hoo (Kim Hyun Joong), cucu mantan presiden, dan dia sendiri adalah pemain biola hebat; So Yi Jung (Kim Bum), putra dari keluarga perajin tembikar yang memiliki galeri seni tertua dan diakui sebagai warisan budaya negara; dan Song Woo Bin (Kim Joo), seorang putra dari keluarga mafia dan pemegang bisnis underground.

F4 selalu membully Jan Di, bahkan sampai ada tingkat parah. Meski yang paling bersemangat adalah Jun Pyo sih. Kalau Ji Hoo terkesan cuek dan lebih netral.

Hingga peribahasa Jawa: witing tresno jalaran soko kulino pun menggerayangi Jun Pyo. Lama-lama dia naksir Jan Di bahkan berjuang mati-matian demi cewek yang selalu dia bully itu. Termasuk pada aksinya membelot pada keluarga, menolak perjodohan dengan putri konglomerat lainnya, hingga berduel dengan Ji Hoo. Jun Pyo itu tipe tsundere yang ketus, cuek, tapi cintanya sangat besar.

Aktor yang Keren dan Penuh Dominasi

Boys Before Flower sudah pasti menonjolkan sisi F4 yang rupawan dan dominan abis. Ada Lee Min Ho, Kim Bum, Kim Hyun Joong, dan Song Woo Bin yang kece badai dan sesuai dengan karakter horkay mereka. Terutama Lee Min Ho yang selalu lekat dengan peran orang kaya.

Akting mereka berempat sangat menawan, ditunjang dengan visual yang menarik. Awalnya, aku kurang suka dengan akting Koo Hye Sun karena terkesan canggung. Namun, kalau balik ke peran Geum Jan Di sebagai putri seorang pengusaha laundry kecil, dan tiba-tiba masuk ke SMA elit yang diisi anak-anak orang kaya, aku jadi mengerti. Sudahlah canggung, cukup minder, dan tentu harus menahan bullyan.

Boys Before Flower juga memiliki backsound yang nyentrik, dan identik, serta candu didengar. Seperti Stand By Me (by Shinee), atau Paradise (by T-MAX).

Drama yang Menampilkan Piramida Kekuasaan dan Perilaku Bullying

Namanya juga orang berduit dan berkuasa, pasti kelakuannya semena-mena. Hal itu mungkin sudah banyak kita temui contohnya ya, termasuk beberapa kasus yang sempat viral. Izin.

Namun, mengeksekusinya dalam drama menurutku justru menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, ada fakta pahit yang mencoba menyembul. Dimana kekuasaan, kekayaan, terkadang lekat dengan aksi pembullyan. Bahkan setingkat SMA pun. Namun di sisi lain, ada ketakutan bahwa fenomena ini diadaptasi oleh orang-orang. Yang mengerikan adalah saat masyarakat berpikir bahwa dengan kekayaan mereka bisa berlaku sewenang-wenang, sehingga melupakan kemanusiaan dan empati.

Termasuk pada sisi sosialnya, di mana Jun Pyo yang kaya raya memilih Jan Di dari kalangan biasa. Kalau di drama atau bacaan fiksi, hal ini sah-sah saja. Namun di kehidupan nyata, hal ini tentu memiliki pertentangan dari pihak-pihak yang terlibat. Hingga pada akhirnya, nasehat yang keluar pastilah: pilihlah pasangan yang sekufu, guna meminimalisir kesenjangan sosial dan ekonomi.

Pentingnya Mengambil Pelajaran

Sekalipun Boys Before Flower adalah drama antara si kaya dan si miskin, masih ada pelajaran yang bisa kita petik lho.

Pertama, pentingnya memilih teman yang bisa dipercaya, dan bukan orang yang bakal menusuk kita dari belakang. Maka wajib hukumnya untuk menelisik kepribadian orang sebelum menjadikan mereka teman atau lawan.

Kedua, pentingnya mencari pasangan yang sekufu atau setara. Ini kunci mati dalam kehidupan nyata ya. Memang ada beberapa contoh yang berhasil, tetapi lebih baik tetap mencari yang setara. Lagipula, konglomerat seperti Jun Pyo sudah pasti dijodohkan dengan konglomerat lain demi menambah relasi kan?

Ketiga, jangan menjadi seperti orang tua Jan Di, yang mendorong putrinya untuk kian menempeli Jun Pyo sebagai cowok kaya raya. Tetap pada pedoman bahwa orang kaya itu berkuasa dan bisa melakukan apapun. Ambil sisi aman. Takutnya, nanti tiba-tiba kita lenyap tanpa jejak, huhu.

Keempat, pentingnya mendidik kesederhanaan hidup pada anak. Siswa SMA seharusnya fokus belajar dan mencari relasi, bukannya adu kekayaan orang tua atau balapan Ferrari. Hal ini demi membentuk karakter sopan, sederhana, dan menunjukkan sudut pandang lain terhadap anak.

Kuakui, aku menyukai Boys Before Flower karena alurnya yang semanis stevia dan akting Lee Min Ho. Termasuk juga ketegaran Jan Di menghadapi sekian bullying. Namun sebatas drama saja ya, kalau di real life aku pribadi adalah penyuka kedamaian. So, nilai dariku adalah 8/10

Identitas Drama

  • Judul: Boys Before Flower
  • Adaptasi: manga Jepang berjudul Hana Yori Dango
  • Tayang: 5 Januari 2009 - 31 Maret 2009
  • Saluran: KBS2TV
  • Genre: drama, romance, komedi
  • Negara Asal: Korea Selatan
  • Bahasa: Bahasa Korea
  • Jumlah Episode: 25