Membaca novel karya E. S. Ito itu selalu terasa seperti diajak naik roller coaster sejarah. Setelah sukses mengocok isi kepala pembaca lewat Negara Kelima dan Rahasia Meede, ia kembali menyuguhkan sebuah mahakarya berjudul "Komsi Komsa".
Kalau kamu membayangkan novel sejarah adalah bacaan yang bikin mengantuk, penuh dengan tahun-tahun yang harus dihafal, atau bahasa yang kaku seperti buku paket sekolah, buang jauh-jauh pikiran itu. E. S. Ito punya cara magis untuk menjahit fakta sejarah, konspirasi global, petualangan, dan drama kemanusiaan menjadi sebuah cerita yang sangat mengalir dan seru untuk diikuti.
Sinopsis Novel Komsi Komsa
Cerita berpusat pada karakter unik bernama Sam. Ia bukan seorang pahlawan super yang punya kekuatan ajaib, melainkan hanya seorang pengembara sejati yang tak sengaja selalu berada di pusaran peristiwa-peristiwa penting dunia. Sam adalah personifikasi dari istilah comme ci, comme ça—frasa Prancis yang berarti "begini-begitu" atau "biasa saja" yang kemudian diplesetkan menjadi judul novel ini "Komsi Komsa".
Latar waktu novel ini bergerak dari paruh awal abad ke-20, sebuah masa di mana dunia sedang bergolak hebat. Kita akan diajak mengikuti perjalanan hidup Sam yang berpindah-pindah dari satu belahan dunia ke belahan dunia lain. Sam bukan cuma sekadar turis, ia terlibat langsung dalam dinamika sosial dan politik di tempat yang ia tinggali.
Bayangkan saja, Sam merasakan dinginnya sel penjara di Siberia, menyaksikan ketegangan politik di Eropa pra-Perang Dunia II, berinteraksi dengan komunitas Tionghoa, hingga akhirnya terdampar di tengah gejolak revolusi kemandirian Indonesia. Melalui mata Sam, kita melihat bagaimana sejarah dunia saling bertautan satu sama lain melalui benang merah yang tak kasatmata.
Sam adalah tokoh utama yang sangat menarik karena ia tidak digambarkan sebagai sosok yang sempurna. Ia punya ketakutan, kebingungan, dan ego layaknya manusia biasa. Kelebihannya adalah kemampuan adaptasinya yang luar biasa tinggi. Di mana pun ia dilempar, ia selalu bisa bertahan hidup, membaur dengan warga lokal, dan membaca situasi politik di sekitarnya.
Selain Sam, tokoh-tokoh pendukung di novel ini juga diberikan porsi dan latar belakang yang kuat. Tidak ada karakter yang benar-benar hitam atau putih. Semua bergerak demi bertahan hidup, membela ideologi yang mereka yakini benar, atau sekadar menjalankan tugas dari atasan mereka. Kompleksitas moral inilah yang membuat interaksi antar-tokoh di sepanjang cerita terasa sangat menegangkan dan sulit ditebak arahnya.
Kelebihan
Salah satu kekuatan utama E. S. Ito yang selalu bikin takjub adalah kemampuannya melakukan riset yang luar biasa mendalam. Di novel Komsi Komsa, ia tidak hanya fokus pada apa yang terjadi di Nusantara atau Indonesia saja. Ia melompat jauh ke luar negeri, memperlihatkan bahwa apa yang terjadi di tanah air kita sebenarnya dipengaruhi oleh riak-riak politik internasional.
Kalimat-kalimat yang digunakan cenderung lugas, tidak bertele-tele, dan mengalir dengan ritme yang pas. Dialog antar-tokohnya pun terasa hidup, kadang diselipi humor satir dan sinisme khas orang-orang yang sudah kenyang makan asam garam kehidupan.
Meskipun novel ini membahas konspirasi tingkat tinggi, spionase (dunia mata-mata), dan teori ekonomi-politik, penulis berhasil menerjemahkannya ke dalam bahasa yang membumi. Kita seperti sedang mendengarkan seorang teman yang sangat pintar bercerita di warung kopi sambil menyeruput teh hangat, seru, dan santai, tapi isinya daging semua.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, "Komsi Komsa" karya E. S. Ito adalah sebuah pencapaian literatur fiksi sejarah yang luar biasa di Indonesia. Penulis berhasil membuktikan bahwa sejarah tidak selamanya kaku dan membosankan. Lewat karakter Sam, kita diajak bertualang melintasi batas negara, waktu, dan ideologi untuk memahami bahwa dunia ini begitu luas, namun nasib manusianya sering kali diikat oleh benang merah yang sama.
Bagi kamu yang menyukai genre fiksi sejarah, dengan bumbu spionase ala James Bond namun dengan kedalaman lokalitas yang kuat, "Komsi Komsa" adalah buku yang wajib masuk daftar bacaanmu.
Identitas Buku
Judul: Komsi Komsa
Penulis: E.S. Ito
Penerbit: Falcon
Tanggal Terbit: 1 Januari 2021
Tebal: 364 Halaman
Baca Juga
-
Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan
-
Novel Three Sisters, Dinamika Kehidupan Tiga Saudara dengan Status Berbeda
-
Drama Strangers From Hell, Misteri Kos-Kosan Murah yang Mengikis Mental
-
Drama The Fiery Priest, Membongkar Misteri di Balik Kematian Pastor Lee
-
Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi
Artikel Terkait
Ulasan
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
The Dragon Republic: Dari Pejuang Menjadi Bidak dalam Permainan Kekuasaan
-
The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati
-
Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan
-
Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan
Terkini
-
Bye Ketombe! 5 Pilihan Shampoo Bar Ramah Lingkungan yang Bikin Rambut Segar
-
Ketika Energi Hijau Mengusik Ruang Hidup Warga
-
Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika
-
Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?
-
Karya Pakai Jiwa Kalah Cepat dengan AI yang Tak Punya Nyawa