Buku ini membuatku kagum akan keindahan akhlak nabi yang begitu lembut dan penuh kasih. Semua Ada Saatnya karya Mahmud Al Mishri diterbitkan Pustaka Al-Kautsar.
Diterjemahkan oleh Ustaz Abdul Somad dari buku berbahasa Arab berjudul Sa'atan Sa'atan. Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa hidup tidak melulu tentang keseriusan, beban, dan aturan yang kaku.
Dalam Islam sendiri, ada ruang untuk bercanda, bersantai, dan menikmati hidup selama tetap berada dalam batas yang benar. Banyak orang sering membayangkan kehidupan religius sebagai sesuatu yang selalu serius dan penuh larangan. Padahal manusia memiliki fitrah untuk sesekali beristirahat dari tekanan hidup.
Isi Buku
Dalam buku ini, Syaikh Mahmud Al Mishri menjelaskan bahwa bahkan Al-Qur’an pun tidak hanya berisi hukum, perintah, atau ancaman. Ada kisah-kisah yang disisipkan Allah untuk menenangkan hati manusia, memberi pelajaran, sekaligus menghadirkan hiburan yang menyejukkan.
Salah satu contoh yang diangkat adalah kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an. Diceritakan bahwa sebagian sahabat merasa lelah dengan beratnya syariat yang terus turun. Lalu Allah menurunkan Surah Yusuf sebagai kisah panjang yang indah dan menyentuh hati. Ini menunjukkan bahwa manusia memang membutuhkan jeda emosional agar tetap kuat menjalani kehidupan.
Melalui buku Semua Ada Saatnya, pembaca diajak melihat sisi lain kehidupan Rasulullah yang jarang dibahas secara mendalam, yaitu sisi beliau yang hangat, penuh humor, dan dekat dengan manusia. Banyak kisah dalam buku ini memperlihatkan bagaimana Rasulullah bercanda dengan para sahabat tanpa pernah keluar dari kebenaran.
Salah satu kisah yang paling terkenal adalah ketika seorang laki-laki meminta Rasulullah memberinya seekor anak unta untuk kendaraan. Rasulullah menjawab, “Aku akan memberimu anak unta.” Laki-laki itu kebingungan dan bertanya apa yang bisa dilakukan dengan anak unta kecil.
Rasulullah kemudian menjawab dengan lembut bahwa semua unta pasti lahir dari induknya sebagai “anak unta”. Candaan seperti ini terlihat sederhana, tetapi menunjukkan kecerdasan dan kelembutan Rasulullah dalam berinteraksi.
Ada juga kisah hangat antara Rasulullah dan Abu Umair, seorang anak kecil yang sedih karena burung pipit peliharaannya mati. Rasulullah tidak mengabaikan kesedihan anak kecil itu.
Beliau justru bercanda dan berkata, “Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan Nughair?” Candaan ringan itu menjadi bentuk perhatian yang sangat manusiawi. Dari sini terlihat bahwa Rasulullah memahami pentingnya menjaga perasaan orang lain, bahkan kepada anak kecil.
Kelebihan dan Kekurangan
Buku ini juga memuat kisah unik tentang kecemburuan Aisyah. Suatu hari salah satu istri Rasulullah mengirim makanan, tetapi Aisyah yang sedang cemburu malah memecahkan piring tersebut. Rasulullah tidak marah besar ataupun mempermalukannya. Beliau hanya berkata kepada para sahabat, “Ibu kalian sedang cemburu.” Setelah itu beliau mengganti piring yang pecah dengan piring milik Aisyah. Sikap Rasulullah dalam menghadapi masalah rumah tangga terasa begitu bijak dan menenangkan.
Selain kisah-kisah ringan, buku ini juga menyisipkan berbagai peristiwa unik yang mengandung pelajaran mendalam. Salah satunya kisah seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah karena telah berhubungan suami istri di siang hari Ramadan.
Laki-laki itu panik dan merasa dirinya celaka. Rasulullah kemudian memberikan beberapa pilihan kafarat dengan cara yang lembut dan penuh pengertian. Kisah ini memperlihatkan bagaimana Islam mengajarkan solusi tanpa menghilangkan sisi kemanusiaan.
Yang membuat buku ini menarik adalah cara penyampaiannya yang santai dan mudah dipahami. Pembaca tidak merasa sedang digurui, melainkan seperti diajak berbincang ringan sambil mengambil hikmah dari kisah-kisah Rasulullah dan para sahabat. Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, buku seperti ini terasa menenangkan karena mengingatkan bahwa agama bukan hanya tentang kewajiban, tetapi juga tentang keseimbangan hidup.
Pesan Moral
Semua Ada Saatnya juga memberikan pesan penting bahwa segala sesuatu memang memiliki waktunya masing-masing. Ada waktu untuk serius, bekerja, dan beribadah dengan sungguh-sungguh.
Namun ada pula waktu untuk bercanda, beristirahat, dan menikmati kebersamaan dengan orang lain. Kesalahan terbesar adalah ketika manusia tertukar menempatkan keduanya: bercanda di waktu serius atau terlalu serius dalam hal-hal yang seharusnya ringan.
Buku ini menjadi pengingat bahwa Islam adalah agama yang dekat dengan fitrah manusia. Melalui humor, cerita ringan, dan keteladanan Rasulullah, pembaca diajak memahami bahwa hidup akan terasa lebih indah jika dijalani dengan seimbang. Antara ibadah, tanggung jawab, dan kebahagiaan sederhana sehari-hari.
Identitas Buku
- Judul Buku: Semua Ada Saatnya
- Judul Asli: Sa'atan Sa'atan
- Penulis: Syaikh Mahmud Al-Mishri
- Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
- Tanggal Terbit: 23 Desember 2017
- ISBN : 9789795927792
- Tebal : 349 Halaman
Baca Juga
-
Kumpulan Cerpen Stephen King yang Bikin Merinding di Buku Just After Sunset
-
Lebih Sadis dan Kocak dari Final Destination, The Monkey Bikin Ketagihan!
-
Saat SMA Hyosan Menjadi Kuburan Hidup dalam All of Us Are Dead
-
Drama yang Bikin Susah Move On: Snowdrop dan Luka yang Ditinggalkannya
-
Dilan 1990: Novel Romantis yang Manis Sekaligus Problematis
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kumpulan Cerpen Stephen King yang Bikin Merinding di Buku Just After Sunset
-
Lebih Sadis dan Kocak dari Final Destination, The Monkey Bikin Ketagihan!
-
Saat SMA Hyosan Menjadi Kuburan Hidup dalam All of Us Are Dead
-
Drama yang Bikin Susah Move On: Snowdrop dan Luka yang Ditinggalkannya
-
Mencicipi Rendang dan Ikan Bakar Juara di Rumah Makan Ganto Sori Kuala Tungkal
Terkini
-
Dia Tidak Turun dari Bus Itu, Lalu Kenapa Ada di Rumahku?
-
4 Essence Toner Probiotic, Kunci Kulit Auto Lembap dan Skin Barrier Kuat!
-
Samsung dan Google Siapkan Kacamata AI, Canggih tapi Tetap Fashionable
-
Demam Padel: Akankah Bertahan Lama atau Bernasib Sama seperti Tren Olahraga Sebelumnya?
-
Menakar Ego Donald Trump: Tabuhan Genderang Perang Mengancam Dompet Kita