Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Pegasus 3 (IMDb)
Ryan Farizzal

Pegasus 3, atau yang dikenal dengan judul asli Fei Chi Ren Sheng 3, merupakan film olahraga komedi asal Tiongkok yang dirilis pada tahun 2026. Disutradarai oleh Han Han, mantan pembalap reli yang kini menjadi sineas ulung, film ini melanjutkan kisah Zhang Chi (diperankan oleh Shen Teng) dari dua installment sebelumnya.

Dengan durasi sekitar 126 menit, Pegasus 3 menggabungkan elemen aksi balap yang mendebarkan, humor khas Shen Teng, serta tema persahabatan, integritas, dan keteguhan hati di usia dewasa. Film ini telah mencatat kesuksesan komersial luar biasa di Tiongkok, meraup lebih dari 600 juta dolar AS dan menjadi salah satu film dengan pendapatan tertinggi sepanjang tahun.

Perjuangan Tim Nasional Lawan Korupsi di dunia Olahraga

Tangkapan layar adegan di film Pegasus 3 (IMDb)

Setelah meraih gelar King of Bayanbulak di etape terakhir reli sebelumnya, Zhang Chi dan rekan-rekannya kembali ke kehidupan sehari-hari. Namun, gairah balap tak pernah padam. Zhang Chi diundang sebagai kapten tim nasional Tiongkok untuk mengikuti Muchen 100 Rally, sebuah kompetisi internasional bergengsi yang melibatkan pembalap dari berbagai negara Asia.

Bersama Sun Yuqiang (Yin Zheng), Ji Xing (Zhang Benyu), serta pembalap muda berbakat seperti Lin Zhendong (Huang Jingyu), ia membentuk tim kuat. Sayangnya, di balik undangan tersebut tersembunyi intrik korupsi dan manipulasi oleh pihak sponsor. Zhang Chi dan kawan-kawannya memilih jalur sulit: bertarung sebagai pembalap independen untuk mempertahankan martabat dan kemurnian olahraga balap.

Tema utama film ini berkisar pada perjuangan melawan ketidakadilan sistemik, nilai persahabatan lintas generasi, serta refleksi mendalam tentang makna kemenangan di usia matang. Berbeda dengan film sebelumnya yang lebih fokus pada comeback pribadi, Pegasus 3 memperluas skala menjadi narasi tim nasional dengan elemen geopolitik ringan dan kritik halus terhadap praktik sponsor yang korup.

Review Film Pegasus 3

Tangkapan layar adegan di film Pegasus 3 (IMDb)

Han Han menunjukkan peningkatan signifikan sebagai sutradara. Sekuens balap klimaks berdurasi panjang (hampir satu jam) menjadi highlight utama, memanfaatkan teknik sinematografi canggih, editing ritmis, dan desain suara yang imersif. Adegan-adegan tersebut diambil di lokasi nyata dengan ketinggian ekstrem, menciptakan sensasi bahaya yang autentik. Kolaborasi dengan kru berpengalaman menghasilkan visual yang memukau, terutama saat mobil melaju di trek berbahaya dengan penggunaan long takes dan split screens.

Akting ensemble juga sangat kuat. Shen Teng menyuguhkan Zhang Chi yang lebih rentan dan reflektif, menjauh dari komedi slapstick semata menuju kedalaman emosional. Chemistry antar aktor, khususnya dengan Yin Zheng, terasa alami dan mengharukan. Pendukung seperti Wei Xiang (Manager Ye) dan Huang Jingyu turut memperkaya dinamika tim.

Film Pegasus 3 resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Mei 2026, dengan rating 13+. Penayangan dilakukan di jaringan seperti XXI, CGV, dan lainnya. Sebagai film Tiongkok populer, distribusinya cepat menyusul kesuksesan globalnya, memberikan kesempatan bagi penonton Indonesia menikmati aksi balap berkualitas tinggi di layar lebar.

Salah satu adegan paling emosional terjadi di paruh kedua, ketika Zhang Chi menghadapi kenyataan manipulasi sponsor. Dalam momen pribadi yang tenang, ia merefleksikan perjalanan karirnya, kegagalan masa lalu, dan tanggung jawab sebagai mentor bagi pembalap muda. Adegan ini diperkuat monolog Shen Teng yang penuh nuansa, disertai latar musik instrumental yang menyentuh.

Aku pun disuguhkan kerapuhan seorang legenda yang masih berjuang mencari makna di tengah tekanan usia dan sistem yang korup. Momen ini bukan hanya tentang balap, melainkan tentang harga integritas dan warisan yang ingin ditinggalkan. Penonton di sebelahku sampai meneteskan air mata dengan haru, karena adegan tersebut menyentuh tema universal tentang keteguhan di tengah kekecewaan.

Adegan klimaks reli Muchen 100 jelas menjadi yang paling melekat di benakku. Sekuens panjang ini penuh ketegangan, dengan aksi pit stop cepat, overtake berisiko tinggi, dan momen pengorbanan antar pembalap (seperti Lin Zhendong yang mengalahkan posisinya demi tim).

Visual mobil melaju di medan ekstrem, dikombinasikan dengan strategi cerdas Zhang Chi melawan teknologi canggih lawan, menciptakan sensasi sinematik luar biasa. Dan kalau kuperhatikan dengan saksama sih, ini mirip banget dengan China’s F1, dengan tepuk tangan meriah di bioskop. Adegan rebuild mobil yang hancur, diikuti Zhang Chi melaju kembali, juga ikonik—simbol ketahanan dan semangat pantang menyerah.

Jadi bisa kusimpulkan, Pegasus 3 merupakan penutup trilogy yang memuaskan. Meski plotnya mengikuti formula klasik underdog, eksekusi visual dan emosionalnya superior. Film ini menghibur, menginspirasi, serta mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya trofi, melainkan mempertahankan nilai-nilai di tengah tantangan. Untuk penggemar genre sports dan aksi, serta penonton yang menyukai cerita persahabatan dewasa, Pegasus 3 sangat aku rekomendasikan. Rating pribadi: 8.5/10. Tayang di bioskop Indonesia sejak 20 Mei 2026—jangan lewatkan pengalaman menonton di layar lebar untuk merasakan adrenalin penuh ya, Sobat Yoursay!