Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Dhamaal 4 (IMDb)
Ryan Farizzal

Dhamaal 4, yang dirilis pada 10 Juli 2026 di bioskop Indonesia dan seluruh dunia, merupakan kelanjutan dari franchise komedi India yang telah menjadi ikon sejak film pertama pada 2007. Disutradarai oleh Indra Kumar, film ini menghadirkan kembali ensemble cast utama seperti Ajay Devgn sebagai Guddu, Arshad Warsi sebagai Adi, Riteish Deshmukh sebagai Roy/Lallan, Jaaved Jaaferi sebagai Manav, serta Sanjay Mishra sebagai Johnny.

Mereka bergabung dengan aktor pendukung seperti Ravi Kishan (sebagai bajak laut Adhoora yang mirip Jack Sparrow), Esha Gupta, Sanjeeda Shaikh, Anjali Anand, Upendra Limaye, dan lainnya. Dengan durasi sekitar 143 menit, film bergenre adventure comedy ini diproduksi dengan anggaran besar sekitar 200 crore dan menawarkan formula khas Dhamaal: kekacauan, kejar-kejaran harta karun, serta slapstick humor yang berlebihan.

Kisah Pemburuan Harta Karun yang Semakin Gila-gilaan

Tangkapan layar adegan di film Dhamaal 4 (IMDb)

Cerita Dhamaal 4 berpusat pada sekelompok orang serakah yang saling bersaing mencari Treasure of Life atau harta karun kehidupan milik Shaitaan Singh, yang tersembunyi di sebuah pulau terpencil. Peta harta karun jatuh ke tangan yang salah, memicu kekacauan di laut, hutan, dan tebing-tebing berbahaya. Karakter-karakter utama menghadapi bajak laut modern, hewan liar, serta situasi absurd yang saling bertabrakan.

Plot mengikuti pola klasik franchise ini: perburuan harta yang penuh kesalahpahaman, pengkhianatan kecil-kecilan, dan akhirnya pesan moral tentang pentingnya keluarga di atas kekayaan. Meski formula ini sudah familiar, film berhasil menyuntikkan elemen baru seperti referensi Pirates of the Caribbean dan Indiana Jones, meskipun eksekusinya sering kali bergantung pada CGI yang terasa murah dan berlebihan.

Review Film Dhamaal 4

Tangkapan layar adegan di film Dhamaal 4 (IMDb)

Overall, Dhamaal 4 adalah hiburan ringan yang ditujukan untuk keluarga dan penonton yang mencari tawa tanpa memikirkan logika mendalam. Kekuatan utamanya terletak pada chemistry antar aktor lama, terutama duo Adi-Manav (Arshad Warsi dan Jaaved Jaaferi) yang tetap menjadi pendorong komedi fisik terbaik. Riteish Deshmukh memberikan nuansa romantis-komikal yang mengharukan, sementara Ajay Devgn berperan sebagai anchor aksi dengan ekspresi deadpan yang khas.

Ravi Kishan mencuri perhatian dengan penampilan bajak lautnya yang karismatik dan kocak. Akan tetapi, film ini juga menuai kritik karena humor yang dated, body-shaming berulang terhadap karakter Anjali Anand, serta visual efek yang kurang meyakinkan, terutama adegan hewan liar dan tebing CGI. Aku menyebut film ini lebih ke mindless entertainer yang mengandalkan nostalgia franchise daripada inovasi. Di sisi lain, penonton keluarga dan anak-anak cenderung menikmatinya sebagai tontonan akhir pekan yang cepat dan menghibur.

Film ini tayang perdana di bioskop Indonesia pada 10 Juli 2026, bersamaan dengan rilis global. Di jaringan seperti XXI, CGV, dan lainnya, film tersedia dengan subtitle Indonesia atau dubbing terbatas. Karena merupakan rilis besar Bollywood, sesi tayang cukup banyak di minggu pertama, termasuk malam hari. Kusarankan memeriksa aplikasi bioskop untuk jadwal terkini, mengingat potensi popularitas awal yang tinggi di kalangan penggemar komedi India.

Salah satu adegan paling kocak yang kuingat setelah menonton adalah urutan kekacauan Adi dan Manav di hutan bersama kelompok lainnya. Mereka terjebak dalam situasi di mana Manav (Jaaved Jaaferi) secara tidak sengaja memicu serangkaian reaksi berantai: mulai dari jatuh ke lubang, bertabrakan dengan hewan CGI, hingga adegan slapstick klasik di mana ia meregangkan tubuhnya seperti karet untuk menyelamatkan Adi.

Ekspresi wajah Jaaved yang elastis, dikombinasikan dengan teriakan Arshad Warsi yang frustrasi, membuat seluruh bioskop tertawa terbahak-bahak. Adegan ini diperpanjang dengan timing komedi sempurna, termasuk punchline berulang yang khas Dhamaal, dan berhasil menjadi puncak humor fisik film. Sanjay Mishra juga berkontribusi besar dengan dialog Bro yang deadpan di tengah kekacauan, menambah lapisan absurdity yang sulit dilupakan. Adegan ini murni representasi mengapa franchise ini dicintai: kekonyolan tanpa batas yang tidak perlu dianalisis.

Di tengah lautan komedi, adegan paling dramatis muncul menjelang klimaks ketika karakter-karakter utama menghadapi bahaya nyata di tebing curam dan badai laut. Guddu (Ajay Devgn) harus menyelamatkan anggota kelompoknya, termasuk momen emosional di mana ia berhadapan dengan anak-anaknya dan Esha Gupta dalam konteks keluarga. Adegan ini dikemas dengan musik latar yang menyentuh, diikuti oleh pengakuan Riteish Deshmukh terhadap Anjali Anand tentang penerimaan dan cinta sejati, di luar lelucon body-shaming sebelumnya. Meski agak melodramatis dan agak mendadak, momen ini memberikan kontras yang diperlukan, mengingatkanku bahwa di balik kekacauan ada nilai keluarga. Klimaks dengan penemuan M (atau W terbalik) dan twist mid-credit yang menggoda Dhamaal 5 juga menambah sentuhan emosional sekaligus menghibur.

Dhamaal 4 bukanlah film yang ambisius atau inovatif, tetapi ia sukses sebagai hiburan massal yang cepat dan penuh energi. Bagi yang menyukai komedi slapstick khas Bollywood lama, film ini memberikan kepuasan nostalgia. Namun, bagi penonton yang mencari cerita mendalam atau visual modern, mungkin terasa kurang memuaskan. Dengan box office awal yang menjanjikan, film ini kemungkinan akan menjadi sukses komersial di kalangan keluarga Indonesia. Sangat aku rekomendasikan ditonton bersama teman atau keluarga untuk pengalaman maksimal. Selamat menonton dan bersiaplah untuk dhamaal yang tak terlupakan! Rating pribadi: 7/10.