Lintang Siltya Utami | aisyah khurin
Drama Live Up to Your Youth (mydramalist.com)
aisyah khurin

Bagi para pencinta drama China, nama sutradara Zheng Xiaolong dan penulis skenario Gao Mantang merupakan jaminan mutu yang selalu dinanti. Kolaborasi emas keduanya kembali terwujud lewat sebuah drama bertema slice of life sejarah kontemporer berjudul Live Up to Your Youth. Ditayangkan perdana pada 22 Maret 2026 di CCTV-8 dan platform iQIYI, drama sepanjang 32 episode ini langsung menyedot perhatian besar hingga melampaui angka dua juta reservasi sebelum penayangan perdananya.

Berbeda dengan drama romansa pemuda yang kerap menampilkan keindahan kota metropolitan secara instan, Live Up to Your Youth mengajak penonton menyelami perjuangan kasar, berdebu, namun sarat akan kehangatan emosional dari para perantau di Beijing (biasa disebut Bei-Piao) pada era 1990-an hingga awal milenium baru. 

Sinopsis Drama Live Up to Your Youth

Berlatar belakang kota Beijing pada awal tahun 1990-an, sebuah era transisi besar di mana Tiongkok sedang berada di ambang modernisasi masif. Cerita berfokus pada sebuah penginapan sederhana bernama Penginapan Dongqu Chunlai. Tempat ini menjadi rumah sekaligus saksi bisu bagi sekelompok anak muda dari berbagai penjuru daerah yang nekat merantau ke ibu kota demi mengejar mimpi di bidang seni dan industri kreatif.

Mereka terpaksa hidup berhimpitan di kamar-kamar sempit bawah tanah (basement), berbagi fasilitas seadanya, dan berjuang melawan kerasnya cuaca dingin kota Beijing. Ada Xu Shengli (Bai Yu), seorang pemuda asal Shandong yang sangat terobsesi untuk menjadi penulis skenario film profesional.

Shengli adalah tipe idealis sejati, meski naskahnya terus-menerus ditolak oleh produser dan diejek oleh ayahnya sendiri, ia tetap bertahan hidup dengan mengandalkan mi instan demi bisa terus menulis. Di penginapan yang sama, tinggal Zhuang Zhuang (Zhang Ruonan), seorang penyanyi berbakat dari Wenzhou dengan suara emas yang memendam mimpi besar untuk berdiri di panggung opera yang megah.

Kenyataan hidup yang mencekik memaksa Zhuang Zhuang berkompromi dengan bernyanyi dari satu panggung komersial kecil ke panggung lainnya, mulai dari acara pembukaan toko hingga pesta pernikahan, demi mengumpulkan uang sewa kamar. 

Keluarga kecil di penginapan ini semakin lengkap dengan kehadiran Shen Ranran (Jelly Lin), seorang aktris pemula berwatak tsundere menggemaskan yang mulai muncul di episode kedua. Ranran harus jatuh bangun mengikuti berbagai audisi di tengah kerasnya persaingan industri hiburan.

Ada pula Tao Liangliang (Wang Yanlin), seorang pemain saksofon dan selo berbakat yang terpaksa mengamen di bawah jembatan penyeberangan demi menyambung hidup. Perjuangan mereka dikelilingi oleh karakter pendukung yang tak kalah tangguh, seperti Guo Zongbao (Tian Yu), seorang aktor figuran paruh baya yang rela mengambil pekerjaan sampingan kasar apa saja demi membiayai pengobatan istri dan anaknya yang sakit.

Ada juga Cao Ye (Cao Zheng), seorang pelukis beraliran avant-garde yang idealis namun frustrasi karena karya-karyanya dianggap terlalu aneh oleh masyarakat umum. Seiring waktu berjalan menuju abad ke-21, lingkaran persahabatan ini harus menyaksikan bagaimana idealisme mereka bertabrakan secara brutal dengan realitas ekonomi dan pilihan hidup yang memaksa mereka untuk bertahan atau menyerah. 

Kelebihan

Kekuatan utama dari Live Up to Your Youth terletak pada kemampuannya menyajikan realisme hangat yang tidak terkesan dibuat-buat. Pengalaman nyata sang penulis membuat setiap detail perjuangan karakter terasa sangat membumi. Sutradara Zheng Xiaolong juga dengan cerdik menyisipkan unsur komedi dan humor situasi yang natural, sehingga atmosfer drama yang menggambarkan kemiskinan tidak terasa terlalu muram atau depresif bagi penonton. 

Dari segi estetika visual, tim produksi berhasil melakukan rekonstruksi sejarah secara luar biasa. Penonton akan dimanjakan dengan visual Beijing era 90-an yang sangat otentik, lengkap dengan gang-gang sempit (hutong) berdebu, kompor batu bara, telepon putar jadul, hingga sepeda merk Yongjiu. Bahkan atmosfer udara berdebu khas musim dingin Beijing utara berhasil disajikan dengan sangat bertekstur melalui teknik visual yang matang.

Bai Yu menunjukkan dedikasi luar biasa dengan tampil tanpa riasan wajah dan rela memangkas berat badannya agar terlihat meyakinkan sebagai pemuda kelaparan yang terobsesi menulis. Aktris Zhang Ruonan juga tampil sangat memukau dengan pembawaan karakternya yang hangat, membuat penonton langsung jatuh hati.

Kekurangan

Kekurangan paling mencolok adalah keputusan penulis skenario untuk menumpuk penderitaan ekstrem yang terkesan eksploitatif pada beberapa karakter pendukung. Hal ini diperparah dengan akhir cerita yang dinilai kurang memuaskan, meskipun Xu Shengli akhirnya sukses menjadi sutradara dan penulis naskah besar, entah mengapa ia tidak pernah memberikan peran kepada Ranran di filmnya, meskipun ia telah berjanji berkali-kali untuk melakukannya di masa lalu. 

Karakter dalam drama ini jarang sekali diberikan momen kemenangan yang manis, karena setiap kali mereka mendapatkan sedikit harapan, nasib buruk akan langsung merampasnya kembali demi memperpanjang konflik. 

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Live Up to Your Youth (2026) bukanlah sebuah drama hiburan ringan yang dirancang untuk memberikan pelarian manis dari kenyataan sehari-hari. Keberhasilan tim produksi dalam menghadirkan visual nostalgia tahun 1990-an yang presisi berpadu apik dengan kualitas akting kelas atas dari Bai Yu dan Zhang Ruonan.

Bagi penonton yang menyukai drama penuh kedalaman makna, detail sejarah yang kaya, serta tidak keberatan dengan jalan cerita yang sedikit menantang ketahanan mental, Live Up to Your Youth adalah tontonan wajib yang akan meninggalkan kesan mendalam dan diskusi panjang bahkan setelah episode terakhirnya usai.