Melalui duet karakter ikonisnya, Detektif Sugi dan Laura, sang penulis kembali menyapa pembaca lewat novel berjudul The Infinite Quest. Buku ini merupakan sekuel langsung sekaligus kasus kedua yang harus dihadapi oleh duo detektif tersebut setelah sebelumnya mereka sukses mengungkap ancaman konspirasi virus mematikan di stasiun MRT Jakarta dalam novel Silent Demon.
Melalui penerbit Elex Media Komputindo, Fino Y.K. menyuguhkan sebuah petualangan baru yang tidak hanya mengandalkan ketegangan investigasi kepolisian, tetapi juga berani menyentuh tema fiksi ilmiah yang cukup provokatif.
Sebagai jembatan naratif dalam trilogi Sugi dan Laura, The Infinite Quest memainkan peran penting dalam mematangkan dinamika kerja sama kedua tokoh utama sebelum mereka nantinya menghadapi titik jenuh dan keputusan besar di buku ketiga, The Shadow of Sakura.
Sinopsis The Infinite Quest
The Infinite Quest digulirkan melalui keresahan personal Detektif Laura. Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya yang didelegasikan langsung oleh institusi kepolisian, kali ini Laura harus bergerak demi mencari sepupunya sendiri yang dilaporkan menghilang secara misterius.
Meskipun sang sepupu memang dikenal memiliki rekam jejak sering berulah dan kerap pergi meninggalkan rumah tanpa pamit, Laura merasakan ada sesuatu yang ganjil dan berbahaya pada kepergiannya kali ini. Mengingat sifat penyelidikan ini yang bersifat sangat personal dan sensitif, Laura memilih untuk menempuh jalur investigasi rahasia di luar jalur birokrasi resmi kepolisian.
Dalam misi senyap ini, Laura tidak melangkah sendirian. Ia menggalang kekuatan bersama Jordan, seorang polisi muda berbakat yang juga merupakan anak buah kepercayaannya di kepolisian, serta mengajak kembali Sugi, rekan detektif tangguh yang membantunya menyelesaikan teror biologis pada kasus Silent Demon.
Berbekal petunjuk-petunjuk awal yang minim, penyelidikan rahasia mereka bertiga secara mengejutkan mulai mengarah pada satu nama besar di ibu kota, yaitu Artawan Narpati. Artawan bukanlah orang sembarangan, ia adalah seorang pengusaha muda yang sangat kaya, tampan, menguasai jagat media sosial, dan dikenal memiliki citra publik yang bersih tanpa celah.
Namun, di balik kehidupan glamor dan reputasi emasnya sebagai taipan media digital, Artawan menyimpan sebuah obsesi mengerikan yang melanggar batas kemanusiaan. Ia mendanai sebuah proyek eksperimental medis ilegal berskala besar yang bertujuan untuk menciptakan teknologi antipenuaan demi memperoleh kemudaan abadi.
Untuk menyokong eksperimen gila ini, jaringan anak buah Artawan secara sistematis menculik anak-anak jalanan dan kaum tunawisma yang tidak memiliki keluarga dekat untuk dijadikan sebagai donor darah paksa. Mengetahui bahwa lawan yang mereka hadapi memiliki kekuasaan finansial yang tak terbatas dan pengaruh media yang mampu memanipulasi opini publik, Sugi, Laura, dan Jordan pun harus membagi tugas dengan sangat rapi dan ekstra waspada.
Mereka sadar satu kesalahan kecil saja tidak hanya akan menggagalkan misi penyelidikan, tetapi juga bisa melenyapkan nyawa mereka sendiri. Di tengah intrik kejar-kejaran yang menegangkan ini, Laura pun dihadapkan pada dilema moral yang berat, di mana ia harus mengorbankan hal-hal berharga dalam hidupnya demi bisa menghentikan kejahatan kemanusiaan yang terorganisasi tersebut.
Kelebihan
The Infinite Quest terasa begitu memikat adalah keberanian penulis dalam menyilangkan genre thriller kriminal dengan elemen fiksi ilmiah ringan secara proporsional. Konsep cerita yang menyoroti obsesi kaum elit terhadap teknologi antipenuaan melalui eksploitasi darah manusia terasa sangat segar di tengah menjamurnya novel-novel misteri lokal yang kerap kali hanya berputar pada motif balas dendam konvensional.
Gaya penulisan Fino Y.K. dalam buku ini juga patut diacungi jempol karena eksekusi alurnya yang bertempo cepat dan langsung pada sasaran. Pembaca disuguhkan narasi yang bergerak tangkas tanpa ada bab-bab pengisi yang terasa sia-sia.
Pembagian sudut pandang karakter yang dinamis pada tiap bab pendeknya berhasil menjaga rasa penasaran pembaca, memaksa mereka untuk terus membalik halaman demi mengetahui kelanjutan investigasi rahasia tersebut.
Penulis secara sadar mencoba memanusiakan kaum tunawisma dan anak jalanan. Mereka tidak digambarkan sebagai sekadar pelengkap latar belakang perkotaan yang kumuh, melainkan sebagai manusia seutuhnya yang memiliki ikatan kekeluargaan yang erat serta rasa cinta yang mendalam terhadap sesama.
Kekurangan
Di balik berbagai kelebihan yang ditawarkannya, The Infinite Quest memiliki kelemahan yang cukup terasa pada aspek kedalaman narasinya. Pembaca tidak diberikan porsi yang cukup untuk memahami latar belakang kehidupannya, dinamika hubungannya dengan karakter Sigit, hingga proses degradasi mentalnya yang berujung pada kegilaan obsesif. Bahkan detail-detail kecil seperti kehadiran kucing peliharaannya yang bernama Mola hanya lewat begitu saja tanpa memberikan signifikansi yang berarti bagi jalannya cerita.
Penggunaan dialog antarkarakter yang terkadang dinilai terlalu sopan atau kaku untuk ukuran situasi thriller kepolisian yang sedang terdesak. Terakhir, kemunculan beberapa kebetulan yang terlalu pas di paruh kedua cerita serta penyebutan referensi kasus Silent Demon yang berulang-ulang dirasa agak mengganggu kenyamanan membaca.
Kesimpulan
The Infinite Quest karya Fino Y.K. merupakan sebuah novel thriller investigasi lokal yang sangat menghibur dan layak mendapatkan tempat di rak buku para pencinta fiksi misteri. Kepiawaian penulis dalam merajut isu sosial perkotaan dengan fantasi gelap mengenai pencarian keabadian medis berhasil menciptakan atmosfer ketegangan yang berbeda dari buku fiksi detektif kebanyakan.
Bagi siapa pun yang mencari bacaan thriller lokal dengan gaya bahasa yang santai, mudah dimengerti, namun tetap menyimpan misteri yang menantang akal sehat, kisah perburuan tanpa batas dalam The Infinite Quest ini adalah pilihan yang sangat tepat untuk mengisi waktu luang.
Identitas Buku
- Judul: The Infinite Quest
- Penulis: Fino Y. K.
- Penerbit: Elex Media Komputindo
- Tanggal Terbit: 13 Desember 2022
- Tebal: 208 Halaman
Baca Juga
-
Drama Code Blue, Perjuangan Dokter Muda dalam Menyelamatkan Nyawa
-
Ulasan Drama Live Up to Your Youth, Ambisi dan Cinta di Kota Beijing Era-90
-
Ulasan Novel Rahasia Salinem, Misteri Kotak Kayu dan Masa Lalu Salinem
-
Ulasan Drama Glaze of Love, Kisah Cinta Dua Introver di Ruang Restorasi Kuno
-
Novel Hope and Home, Menemukan Arti Rumah Sejati Melalui Curhatan Anonim
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Novel Di Tanah Berhala: Teror Desa Kerti Swara dan Kutukan Berdarah
-
Dilema Ketika Cinta Lama Datang Kembali di Novel Endless Love
-
Review Film Renoir: Ketika Kita Terlalu Remehkan Perasaan Anak
-
Tanpa Romansa Guru dan Murid: Sisi Menarik di Absolute Value of Romance
-
Review Film Masters of The Universe: Adaptasi Modern Franchise Legendaris!
Terkini
-
Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Cetak Rekor Terendah Sepanjang Sejarah
-
Ironi Penangkapan Eks Kepala BGN, Bagaimana Kepercayaan Publik?
-
Park Min Young Comeback Drama Kantoran 'Nine to Six', Jadi Bos Perfeksionis
-
Drakor Empathy Cells Rilis 4 Juli, Intip Seluruh Jajaran Pemainnya
-
Google Luncurkan 'Fake Call Detection' untuk Deteksi Scam Kloning Suara AI